Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa – Apa

*Oleh Rita Anggraeni, S.S.,M.A.

Buku berjudul “Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa” merupakan buku karya Alvi Syahrin. Buku ini merupakan buku kedua dari seri “Jika Kita Tak Pernah”. Buku ini menggambarkan sebuah realita kehidupan yang dialami oleh sebagian banyak orang. Cerita tentang keluh-kesah yang banyak dialami oleh orang-orang. Buku ini terdiri atas 45 bab dari kisah tentang cita-cita semasa kecil, lalu menjalani masa sekolah menengah, perguruan tinggi, lalu masuk ke dunia kerja yang selalu dibayang-bayangi oleh standar kesuksesan yang dibuat oleh masyarakat dan media.

Buku ini bercerita tentang banyak kekhawatiran yang sebagian besar orang pernah mengalaminya. Perasaan khawatir dan cemas dalam mengambil pilihan-pilihan dalam hidup. Perasaan gelisah terhadap masa depan. Misalnya, ketika lulus SMA dan ingin melanjutkan kuliah, pikiran akan disibukkan dalam mempersiapkan diri untuk lanjut ke perguruan tinggi. Dalam buku ini diceritakan tentang kesedihan karena tidak diterima di perguruan tinggi negeri, perasaan sedih karena salah jurusan, berlanjut ke masalah terlambat lulus, dan masalah-masalah lain yang mungkin dialami oleh banyak orang.

Bab satu dalam buku ini  bercerita tentang memori masa kecil tentang cita-cita ketika besar nanti. Sebagian besar anak bercita-cita akan menjadi seorang dokter. Dokter merupakan tolak ukur seseorang itu menjadi orang sukses. Mimpi kita mengikuti standar kesuksesan orang lain. Ketika menjadi dokter tidak bisa digapai, kita mengubahnya menjadi seorang pengusaha. Menjadi pengusaha juga ternyata tidak mudah dan banyak rintangan, akhirnya ia memilih menjadi seorang karyawan. Ketika menjadi karyawan, justru ia merasa bosan, tidak nyaman, dan tidak sungguh-sungguh dalam pekerjaan. Hal ini terjadi karena kita masuk dan terjebak pada standar kesuksesan yang diciptakan oleh masyarakat dan media. Ketika kita tidak mencapai standar tersebut, maka dianggap gagal.

Bab dua dalam buku ini bercerita tentang gagal masuk universitas negeri. Akan tetapi, ia mencoba berpikir positif, mungkin kalau hari ini ia ditolak, nanti akan ada suatu hari spesial yang membuatnya bergumam dan tersenyum bahagia dengan takdir indah yang telah disiapkan oleh Allah atas keikhlasan dan kesabarannya. Ia percaya akan ada hikmah dari kegagalan yang dialaminya. Ia percaya tidak mungkin Allah menciptakan makhluknya tanpa mendapatkan kebahagiaan apapun. Selain itu, ia mengintropeksi diri apakah sesuatu yang diminta itu sebuah keinginan yang benar-benar diinginkan atau ternyata ada rasa gengsi agar dipuji orang lain. Ia yakin orang-orang sukses di dunia ini semuanya banyak mengalami kegagalan.

Bab selanjutnya memberikan kita dorongan bahwa ketika mempunyai mimpi, hal pertama yang harus dilakukan adalah memulai langkah demi langkah dan mencoba menekuni langkah tersebut. Ketika mengalami kegagalan, tetap berusaha untuk belajar lagi, dan tekuni lagi. Akan tetapi, kalau memang masih gagal lagi, mungkin bisa mencoba hal lain. Selain itu, langkah paling pertama dan paling baik adalah hanya memohon kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang lurus. Berdoalah dengan sungguh-sungguh dan meminta pendapat kepada orang yang berilmu agar diberi  masukan yang lebih membuka pemikiran kita.

Salah satu kisah inspiratif yang ada dalam buku ini adalah kisah Jeff Bezos. Ia adalah pendiri dan pemilik perusahaan teknologi terbesar di dunia yaitu Amazon. Ia memulai membangun Amazon saat internet belum semarak seperti sekarang, masih jarang orang yang mengerti dan menggunakan internet. Akan tetapi, ia tetap berusaha dengan tekun dan menjalaninya dengan sepenuh hati. Ia tidak memikirkan apa yang masyarakat pikirkan tentang dirinya dan kegiatan yang ia lakukan. Ia yakin bahwa kesuksesan bukan diciptakan karena orang lain, melainkan hasil kerja kerasnya sendiri. Sekarang, ia mampu membuktikan kepada dunia bahwa ia bisa sukses dengan caranya sendiri, bukan berdasarkan standar yang dibuat oleh masyarakat.

Buku ini menyadarkan kepada kita bahwa kesuksesan itu adalah hal yang relatif. Sukses itu tidak ada ukurannya. Ukuran sukses orang itu berbeda-beda. Ketika ingin sukses, kita tidak membutuhkan standar. kita bisa sukses dengan cara kita masing-masing.  Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan banyak yang relate dengan kehidupan kita. Banyak pesan moral yang ditulis oleh Alvi Syahrin di dalam buku ini. Buku ini sangat direkomendasikan bagi semua kalangan, dari anak-anak, remaja, dewasa, sampai orang tua. Buku ini cocok bagi seseorang yang sedang mengalami fase quarter life crisis atau sedang berada di fase kebingungan dalam hidup, fase peralihan dari remaja menuju dewasa. Fase sedang mengalami keresahan dan kekhawatiran tentang masa depan. (ykib/rita).

Identitas buku:

Judul Buku      : Jika Kita Tak Pernah Jadi Apa-Apa

Penulis            : Alvi Syahrin

Penerbit           : GagasMedia, Jakarta

Tahun Terbit    : Cetakan Kedua (Cetakan Kedua)

Tebal Buku     : xii + 236 halaman

ISBN               : 978-979-780-948-5

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Cepu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *