Oleh Iin Vina Noviana, S.Pd.
Buku ini ditulis oleh Hasna Wijayati yang sangat tertarik pada bidang ekonomi, dengan ketertarikan tersebut ia menemukan bahwa kesejahteraan individu sesungguhnya bisa dicapai ketika seseorang mampu mengelola keuangan dengan baik, salah satu pengelolaan tersebut adalah menabung. Dengan menabung, seseorang akan mampu mengontrol diri dalam banyak hal, namun tidak setiap orang memahami bagaimana bisa mengembangkan rutinitas menabung dengan baik. Dari hal tersebut penulis ingin memberikan wawasan serta ide atau cara menabung kreatif dan unik yang bisa dijalankan oleh semua orang dengan cara yang menyenangkan.
Banyak orang berpikir jika menabung adalah hal yang rumit dan menyusahkan, tak sedikit pula yang beranggapan bahwa kegiatan menabung dapat mengurangi kesenangan, padahal asumsi seperti itu sama sekali tidak benar. Kenyataannya dengan menabung mampu mengantarkan kita pada gerbang kenikmatan hidup di masa depan, seperti dengan menabung dapat menambah nilai aset (investasi), sebagai modal usaha, untuk modal masa depan, dan juga sebagai menyimpan dana darurat atau dana yang dapat dimanfaatkan ketika kita berada pada kondisi yang darurat seperti sakit yang harus dirawat di ruang inap, namun tidak memiliki asuransi kesehatan.
Buku ini menjelaskan manfaat kebiasaan menabung selain dapat menghemat untuk kenikmatan masa depan, menabung juga berlatih untuk hidup hemat, terbiasa menjalani hidup sederhana, dan mencegah kita terjebak dalam berhutang. Sehingga dengan ulasan terkait manfaat menabung dalam buku ini dapat membuat pembaca termotivasi untuk rajin menabung secara konsisten.
Dalam buku ini menjelaskan banyak cara yang unik, kreatif dan mudah dilakukan karena tidak memberatkan pembaca dalam mengelola uang sendiri. Cara-cara yang disajikan tidak hanya untuk orang yang sudah berumah tangga namun ada juga cara menabung untuk anak muda. Berikut merupakan sekilas cara kreatif dalam menabung :
- Menabung dengan uang saku sisa
Menabung dengan uang saku sisa yang tidak terpakai selama satu hari, berapa pun nominalnya bisa Rp 2.000 atau Rp. 3.000. Sisa uang saku inilah jika bisa ditabung setiap harinya tentu jika dikumpulkan dapat nilai tabungan tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan darurat.
- Menabung uang kembalian
Ketika kita membeli barang terkadang dapat uang kembalian nominal besar dan kecil, nominal kecil seperti uang receh yang dianggap remeh karena nominal kecil atau tidak ternilai dapat kita tabung dalam stoples bekas. Jika dilakukan dengan rutin, tanpa kita sadari uang receh tersebut akan terkumpul menjadi nominal ribuan bahkan ratusan.
- Menabung dengan kotak lemari
Cara kreatif dengan membuat 3 kotak kecil yang ditempel di pintu lemari bagian dalam, hal tersebut agar kita tidak lupa untuk menabung setiap harinya, jadi ketika kita membuka lemari untuk mengambil baju, dapat memasukkan uang koin atau uang kertas ke dalam kotak tabungan.
- Tabungan air putih
Maksudnya jika sudah terbiasa membeli minuman berwarna seperti sirup, kopi, munuman bersoda yang harganya Rp5.000 bisa mulai beralih ke air mineral dengan harga Rp3.000 sehingga bisa hemat Rp2.000. selain bisa menabung juga dapat menyehatkan tubuh. Jangan mengaggap tabungan sebagai potongan, tapi anggap sebagai keuntungan dari penghematan karena tidak lagi membeli minuman harga mahal.
- Tabungan tanggal
Menabung dengan nominal sesuai tanggal, contohnya jika hari ini tanggal 1, berarti hari ini menabung sebesar Rp 1000, esok harinya di tanggal 2 harus menabung sebesar Rp2000. Lalu ketika tanggal 20, berarti harus menabung Rp20.000 dan seterusnya. Dengan cara menabung secara konsisten selama 30 hari maka akan terkumpul Rp 400.000. Cara menabung seperti itu tidak akan terasa berat ketimbang 1 bulan langsung menabung Rp400.000. Selain itu menabung yang dilakukan dengan mencicil seperti menyisipkan uang setiap harinya membuat lebih seru untuk dilakukan.
- Tabungan sela buku
Poin tabungan sela buku mengajak pembaca untuk belajar, menggali informasi, sekaligus menabung. Di mana aturannya ketika membaca setiap beberapa lembar ,habis membaca wajib menyelipkan uang dalam sela buku yang telah selesai dibaca, kemudian baru bisa melanjutkan untuk membaca halaman berikutnya. Jadi tidak ada lanjutan bacaan jika tidak membayar tabungan. Agar lebih menarik dalam buku ini dijelaskan bisa memilih bacaan yang disukai dan bisa ditentukan sendiri berapa nominal yang harus diselipkan.
Cara-cara yang dijelaskan dalam buku tersebut merupakan sebagian cara yang menurut pembaca adalah cara kreatif dan menarik untuk dipraktekan oleh orang lain. Dengan cara tersebut orang yang menabung merasa tertantang, seru dan tidak memberatkan. Dengan cara menabung seperti itu dapat menjadikan budaya menabung yang melebur ke dalam kehidupan sehari-hari tidak hanya di kalangan orang dewasa namun di kalangan anak muda ataupun anak anak.
Kelebihan
- Setiap bab dibahas sangat rinci , dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga pembaca dengan mudah mengerti dan paham apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh penulis.
- Setiap poin dari 50 cara menabung dengan benar terdapat ilustrasi yang dibingkai sehingga memudahkan pembaca untuk menemukan makna dari tulisan tersebut.
- Dalam buku ini diberikan contoh cara menabung atau mengelola uang dan juga dicontohkan dengan diibaratkan nominal uang, sehingga pembaca dapat memahami lebih dalam lagi tentang cara mengelola uang .
- Dalam menyajikan cara – cara untuk menabung yang kreatif, buku ini mengupas tuntas terkait langkah sederhana dan penulis membawakan kata-kata yang dapat menghipnotis pembaca untuk mempraktekkan cara menabung yang unik dan kreatif.
- Isi dari buku ini tidak hanya ditujukan kepada orang dewasa atau orang yang berkeluarga, melainkan juga untuk anak- anak muda sehingga dapat memberikan motivasi anak- anak muda untuk mengelola keuangan.
Kelemahan Buku
- Setiap poin dalam buku ini diberikan ilustrasi pada bagian isi, namun ilustrasi masih berupa gambar hitam putih yang kurang sesuai dengan desain sampul yang berwarna. Alangkah baiknya jika ilustrasi diberikan warna yang bagus sehingga pembaca akan lebih tertarik.
Penulis : Hasna Wijayati
Penerbit : Quadrant, Yogykarta
Tanggal Terbit : Juli 2018
ISBN : 978-602-5907-00-5
Tebal halaman : 209 Halaman
Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

