*Oleh Moch Syarifuddin Subachtiar, S.Pd.
Buku ini berangkat dari fenomena masyarakat modern yang sering kali mengalami burnout, kecemasan, dan rasa rendah diri. Penulis menekankan bahwa akar dari rasa letih yang berkepanjangan sering kali bermula dari cara kita memperlakukan diri sendiri yang terlalu keras atau mengabaikan hak-hak jiwa.
Buku ini hadir sebagai oase bagi siapa saja yang merasa lelah dengan tuntutan duniawi atau merasa kehilangan arah dalam mencintai diri sendiri. Dwi Suwiknyo menawarkan perspektif segar bahwa self-love bukanlah tentang narsisme, melainkan bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta dengan cara menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Pembaca diajak untuk menerima diri apa adanya, mengenali batas kemampuan, serta tidak memaksakan diri demi tuntutan dunia.
Isi buku disusun dengan bahasa yang sederhana dan mengalir, sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Penulis menyisipkan refleksi, kutipan inspiratif, dan contoh kehidupan sehari-hari yang dekat dengan pembaca. Fokus utama buku ini, sebagai berikut:
- Mengenali Kondisi Diri Sendiri
Pembaca diajak untuk jujur pada kondisi batin yang sebenarnya termasuk gejolak emosi, kegundahan, dan letih yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mengetahui “Apa kabar diri kita hari ini?”, proses pemulihan bisa dimulai secara sadar.
- Menemukan Makna Bahwa Kita Tidak Sendirian
Islam mengajarkan tentang silaturahmi, gotong royong, dan ukhuwah (persaudaraan). Penulis menekankan bahwa, keterhubungan sosial, dan spiritual ini adalah obat bagi kesendirian yang sering dirasakan banyak orang.
- Mencintai Diri Secara Islami
Cinta diri bukan berarti selfish atau egois, melainkan mengakui nilai diri sebagai ciptaan Allah Swt serta menjaga diri dari kebiasaan yang bisa melukai tubuh, hati, dan pikiran. Penulis berupaya mematahkan stigma negatif, “Bahwa mencintai diri berarti mengesampingkan Allah Swt dan orang lain.”.
- Menanamkan Sikap Optimis dan Tawakal
Penulis ingin menegaskan bahwa kalimat “Semua akan baik-baik saja.” bukan sekadar penghiburan kosong, melainkan bentuk tawakal kepada Allah Swt. Manusia boleh berusaha dan merasa lelah, tetapi hasil akhir tetap berada dalam ketentuan-Nya. Dengan tawakal, hati menjadi lebih tenang dan tidak larut dalam kecemasan. Allah Swt telah berfirman, bahwasanya “Orang-orang yang beriman dan hati mereka akan tenang dengan mengingat Allah, ketahuilah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”. (QS. Ar-Ra’d [13]: 28)
- Rutinitas Islami untuk Penyembuhan Batin
Buku ini memperkenalkan praktik-praktik Islami sebagai terapi batin, seperti:
- Salat, doa, dan zikir sebagai penenang hati;
- Muhasabah (evaluasi diri) sebagai ajang refleksi;
- Puasa dan rihlah (rekreasi spiritual) sebagai cara menguatkan tubuh dan pikiran;
- Sedekah dan amal sosial sebagai sarana keluar dari egosentrisme;
- Membaca Al-Quran untuk mendapatkan ketenangan batin.
- Bahagia itu Jalan Menuju Surga
Penulis menggarisbawahi bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya bersifat duniawi. Kata penulis, “Karena, jika kita terus menerus menciptakan kebahagiaan diri kita berdasarkan hal-hal yang bersifat materi, tentu kita akan kehilangan peluang untuk mendapatkan kebahagiaan dari apapun yang bersifat immaterial”.
Kelebihan buku ini terletak pada pendekatannya yang menenangkan dan tidak menggurui. Pembaca tidak hanya diajak berpikir, tetapi juga merasakan bahwa kelelahan adalah hal yang manusiawi. Buku ini sangat relevan bagi pembaca yang sedang mengalami kelelahan emosional atau kehilangan semangat hidup.
Namun demikian, kekurangan buku ini bagi pembaca yang tidak terbiasa dengan bacaan bertema religius, beberapa bagian mungkin terasa berulang. Meski begitu, pesan yang disampaikan tetap kuat dan menyentuh.
Secara keseluruhan, Buku Agar Letih Berangsur Pulih merupakan buku reflektif yang memberikan penguatan batin dan spiritual. Buku ini cocok dibaca oleh siapa saja yang ingin belajar mencintai diri sendiri dengan cara yang selaras dengan nilai-nilai Islami. (ykib/syarif).
Judul Buku : Agar Letih Berangsur Pulih: Cara Islami Mencintai Diri Sendiri
Penulis : Dwi Suwiknyo
Penerbit : Rene Islam
Tahun Terbit : 2023
Tebal Buku : 216 halaman
ISBN : 9786236083574
Genre : Pengembangan diri / Inspirasi Islami
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

