Oleh Ainun Dyan Suttie, S.Pd.
Buku ini bercerita tentang anak yang bernama Celine, seorang anak yang sudah tidak punya orang tua dan tinggal bersama kedua kakaknya dan 12 pelayan di rumah megah. Anak yang pertama benama Laila, yang kedua bernama Lusi dan yang terakhir adalah Celine.
Celine sering bertengkar dengan Lusi kakak keduanya namun kakak ketiganya yaitu Laila selalu saja menengahi mereka. Karena Laila dianggap sebagai saudara tertua yang pekerja keras demi kelangsungan hidup mereka.
Celine anak yang jahil ia suka mengintip diary Lusi. Karena dianggap kekanak- kanakan suka menulis diary. Beda dengan Celine ia lebih suka berpacu kuda, baginya itu suatu hal yang sangat menyenangkan. Meskipun begitu mereka saling menyayangi.
Celine selalu merindukan sosok ibunya, ketika ia naik ke tempat tidur dan memejamkan mata bayang- bayang ibunya selalu saja datang. Ia ingat betul bahwa ibunya sering menceritakan dongeng ketika hendak tidur, salah satu dongeng yang ia selalu ingin dengarkan adalah dongeng tentang air terjun pelangi yang letaknya tersembunyi di seberang sana. Tetapi, sepertinya air terjun itu hanya bisa di jumpai sekali seumur hidup yaitu tepatnya ketika umur 12 tahun.
Air terjun itu terletak di hutan yang jarang didatangi manusia. Dan dianggap air terjun yang wangi, Celine pun penasaran karena ketika kita melihat kejernihan air terjun tersebut kita bisa meminta permintaan yang akan terkabulkan.
Naluri Celine yang merindukan sebuah keluarga yang hangat dan utuh telah meyakinkan hatinya agar ia bisa menemukan air terjun pelangi tersebut.
Ketika malam sudah larut dan kedua kakaknya sudah terlelap dalam tidurnya, Celine berniat kabur dari rumah. Ia pergi melalui pintu pagar yang selalu tidak terkunci. Suasana malam tidak menggetarkan Celine. Celine berpikir bahwa di tempat tinggalnya tidak ada hutan yang sama dengan cerita ibunya jadi ia memutuskan untuk berjalan lurus menuju pantai.
Ketika sampai di tepi pantai Celine melihat seorang laki- laki paruh baya di kapal, Celine hendak ikut menaiki kapal namun paman tersebut merupakan orang yang kasar. Di kapal tersebut juga ada beberapa perempuan yang bekerja sebagai kuli. Celine merasa kalau sungguh tidak enak naik kapal ekonomi rendahan. Keselamatan tidak terjamin dan kapal yang mereka naiki sangat kumuh serta kotor.
Seorang pria yang tadi memberikan tumpangan memanggil Celine dan menyuruhnya untuk mengepel lantai kapal yang sangat kotor. Sambil mengepel sepanjang malam, terdengar suara kegaduhan yaitu suara anak laki- laki sekitar delapan tahunan di kejar- kejar oleh lelaki tua. Kami diikat bersama. Meskipun Celine merasakan ketakutan yang luar biasa namun tidak dengan anak laki- laki tersebut, ia semakin tertidur pulas.
Ketika pagi hari kami dilepaskan di daratan, Celine sangat bersyukur akhirnya dapat melihat daratan kembali meskipun ia tak tahu dimana tempatnya berada. Ia mengikuti anak laki- laki itu karena dia anggap bisa membantunya.
Pulau ini sangat ramai karena sepanjang jalannya banyak pedagang. Celine terus mengikuti Denny anak laki- laki tersebut meskipun ia selalu diacuhkan oleh Denny.
Setelah beberpa saat akhirnya Denny sampai di sebuah gubuk reot yang di halaman rumahnya sudah ada beberapa anak menyapanya dengan perasaan gembira, mereka adalah adiknya Denny. Tak lama kemudian datanglah seorang wanita paruh baya yang kemungkinan besar adalah ibunya, batin Celine.
Awalnya Denny merasa tidak suka diikuti oleh Celine namun tak lama kemudian, Denny menghampirinya dan mengajaknya untuk mencari air terjun pelangi. Dan petualangan ini akan dimulai malam ini kata Denny.
Akhirnya Celine dan Denny melangkah pergi meninggalkan rumah Denny dan bertekad akan mencari air terjun pelangi tersebut . Namun sayang di tengah perjalanan mereka ditangkap oleh seorang penyamun dan akan disandera. Dengan lihainya Denny mengeluarkan pisau kecilnya dan segera untuk menghindari pistol penyamun tersebut Denny melemparkan pisau kecil.
Meskipun Denny seorang anak kecil namun ia mampu memasukkan penyamun ke jurang. Denny dan Celine melanjutkan perjalanannya, hingga suatu ketika Celine kehilangan Denny, Celine merasa kalau Denny meninggalkannya seorang diri di tengah hutan tanpa ada keterangan.
Dengan tekad yang kuat Celine tetap melanjutkan perjalanannya agar dapat menemukan air terjun pelangi namun tak disangka celine menemukan sosok hitam besar di depannya. Sosok hitam besar itu membawa tombak yang sangat runcing. Celine dibawa mereka ke penjara.
Sesampainnya di penjara, ternyata Denny sudah ada di sana. Mereka berusaha kabur dan akhirnya berhasil. Mereka takut disiksa oleh makhluk hitam membawa tombak itu. Celine dan Denny juga menemukan teman di sana yaitu Luna. Luna juga ditangkap oleh makhluk hitam itu. Ia dijadikan budak dan disuruh kerja mencari bongkahan kayu setiap harinya. Bongkahan kayu tersebut akan dijadikan bahan kayu bakar untuk membuat api unggun di setiap malamnya.
Denny dan Celine suatu pagi ketika mereka mencari bongkahan kayu, mereka kabur dan berlari menjuh dari daerah kawasan makhluk hitam tersebut. Lari semakin menjauh sampai mereka melihat sebuah air terjun. Air terjun yang sangat jernih sekali airnya. Mereka segera menyentuh air sungai dan ternyata ada sebuah cahaya warna warni yang menembus ke air terjun tersebut. Merek menyebut bahwa air terjun itu adalah air terjun pelangi. Celine segera membuat permintaan bahwa ia ingin sekali hidup bersama orang- orang yang menyayanginya.
Tanpa terasa ketika Celine membuka mata ia berada di kamar tidurnya dan masih menggunakan selimut dengan di sekelilingnya terdapat kakak- kakaknya yang sangat menyayangi Celine. Entah apa yang terjadi namun semua ini terasa seperti mimpi bahwa ia kemarin telah berada jauh dari rumah. Namun Celine mengingat akan sosok Denny yang selama ini menemani petualangannya.
Celine bangun dari tempat tidurnya dan melihat keluar jendela ternyata di depan rumahnya ada sebuah rumah besar dan ada sesosok anak laki- laki yang memanggil namanya dan suara itu tidak asing baginya. Ya dia adalah Denny teman petualangnya yang sekarang menjadi tetanggannya.
Kekurangan buku : ada beberapa bahasa yang sulit dipahami oleh para pembaca, misalnya penyamun.
Kelebihan buku : ceritanya menarik bagi anak- anak dan juga disertai oleh beberapa gambar di dalamnya.
Judul : Rainbow Waterfall
Penulis : Nurul Pertiwi
Penerbit : PT. Lingkar Pena Kreativa
Halaman: 135 halaman
Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

