*Oleh Min Qurin Amaliya Qori’a, S.Pd.
Tetangga adalah saudara kita yang paling dekat, maka dari itu kita sebagai tetangga harus selalu berbuat baik. Dengan begitu kita nanti akan merasakan hidup rukun dan tentram dalam bertetangga.
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormatilah tetangga”. (HR. Muslim).
Mangga “CAP OMA” alias mangga Oma Tuti.
Suatu hari sebuah mangga milik Oma Tuti jatuh di rumput, kemudian Aziza mengambilnya sambil bergumam,” Hemm, besar banget mangga ini pasti enak, ah, tapi ini bukan manggaku”.
Kemudian Aziza memutuskan untuk menyerahkan mangga tersebut ke Oma Tuti. Oma Tuti takjub, sebab biasanya anak-anak mengambil mangga tanpa izin, tapi Aziza sebaliknya. Oma Tuti lalu memberikan mangga tersebut ke Aziza.
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya”. (HR. Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi).
Tamu-tamu berdatangan tampak ramai sekali di rumah biru itu, lapangan tempat bermain Fatih dan teman-temannya dijadikan tempat parkir.
Mereka tampak bingung, kemudian Fatih mengajak teman-temannya bermain di taman sebelah agar tidak mengganggu, sebab kita kalau bermain bola suka teriak-teriak takutnya mengganggu, takutnya juga nanti bola kita kena mobil-mobil tersebut, kata Fatih menjelaskan. Hemm.. Oh iya iya, jawab teman-temannya.
Gooooooaaallllll, …..
Sunggah senangnya bisa bermain tanpa mengganggu orang lain.
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia mengganggu tetangganya”. (HR. Bukhari, Muslim).
Azzam pulang memancing bersama ayah dan teman-teman dan alhamdulillah dapat ikan besar-besar. Tiba-tiba ada seekor kucing mau memakan ikan tersebut.
“Eh, kucing siapa ini?. Hussst,,hussst,,!” teriak teman-temannya.
Saat itu juga Masyita tetangga Azzam muncul. Rupanya kucing tersebut si belang namanya, kucing baru Masyita.
Singkatnya, kucing tersebut belum sempat memakan ikan Azzam. Tapi Masyita terlihat takut dan segera meminta maaf kepada Azzam. “Maafkan aku Azzam”, kata Masyita sambil berkaca-kaca. Kemudian Azzam berkata, iya aku maafkan, semua orang bisa berbuat salah.
“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”. (QS. Ali Imran [3] : 134).
Isna baru pulang dari rumah neneknya di kampung. Nenek Isna membawakan sekardus besar keripik tempe kesukaan Isna. Hemmm… asyikkkk!.
Abyan tetangga Isna datang membawa piring kecil bertutupkan tisu. Itu cemilan buatan Mamaku, kata Abyan. “Wah, apa ya isinya?” tanya Isna.
Itu keripik tempe jawab Abyan, kemudian Isna tersenyum. “Terima kasih, ya!. Bilang terima kasih juga buat mamamu. Aku suka sekali keripik tempe,” ujarnya.
“Wahai para Muslimah, janganlah ada seorang tetangga yang meremehkan hadiah tetangganya, meskipun hanya kikil (kaki) kambing.” (HR. Bukhari, Muslim).
Alma mau belajar memasak sup jagung kesukaannya, Alma meminta bantuan kepada bundanya. Tiba-tiba, Alma punya ide, “Nanti aku bagi supnya ke Doni dan Siti ya Bunda”. Mereka adalah tetangga Alma.
Hmmmm, … “Tapi cukup enggak ya?. Kan bahannya cuma sedikit.” Gumam Alma.
Kemudian Bunda menenangkan, Alma bisa kok memasak sup dengan kuah yang banyak. Jadi tetap bisa berbagi. ” Wahh, betul juga! “.
Singkatnya, sup sudah jadi dan dibagikan ke Doni dan Siti. “Terima kasih, Alma. Pasti enak sup buatanmu!. ” Kata Siti senang. Alma juga senang bisa berbagi.
“Wahai Abu Dzar, jika kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu”. (HR. Muslim). (*/ykib).
Identitas buku:
Judul buku : Seri Rahmatan Lil ‘Aalamiin (Akhlak Bertetangga)
Pengarang : Lia Herliana
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Tebal halaman : 32
ISBN : 978-623-04-0001-8
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

