*Oleh Tsamrotul Ulum, S.P.
Karya tulis yang disusun Adora Kinara dengan judul Art of Stoicism adalah buku yang dapat membantu kita untuk menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam dunia modern yang penuh hiruk pikuk ini. Buku ini menerangkan ajaran Stoisisme dan membantu kita mengatasi ketidakpastian dan mengendalikan emosi.
Stoisisme adalah pedoman hidup yang menjadikan kita kuat dan tak tergoyahkan dalam menghadapi segala lika-liku takdir. Stoisisme adalah aliran filsafat yang membantu kita mengendalikan emosi negatif dan menghargai apa yang kita miliki saat ini. Stoisisme juga membantu kita mengendalikan diri, menerima hal-hal yang tidak dapat diubah, dan tetap tenang dalam menghadapi masalah atau kesulitan. Seperti tidak mudah marah ketika menghadapi kritik dan fokus pada hal yang bisa kita kendalikan. Hidup dibagi menjadi dua dimensi. Dimensi internal atau hal yang bisa kita kendalikan misalnya pikiran, sikap, pilihan, dan tindakan kita. Selanjutnya ada dimensi eksternal atau bisa disebut “dikotomi kendali” yaitu hal yang tidak bisa kita kendalikan seperti persepsi dan pendapat orang lain, masa lalu, cuaca, virus, bencana alam, hasil akhir dari suatu keadaan dan hal-hal lain yang di luar kendali tubuh mungil ini.
Saat ini, penulis sangat yakin bahwa setiap individu memiliki akun media sosial. Bahkan setiap orang bisa memiliki lebih dari satu akun. Media sosial yang awalnya dianggap sebagai alat komunikasi untuk mendekatkan yang jauh dan akhirnya menjauhkan yang dekat kini menjadi wadah perlombaan bagi warganet untuk mengunggah berbagai hal baik foto maupun video, memulai percakapan, memberi komentar pedas, mencari barang yang dibutuhkan atau bahkan hanya sekedar scrolling every single day hehe. Setiap aksi akan menimbulkan reaksi. Begitupun dengan kegiatan di dunia maya ini. Apa yang kita unggah, apạ yang kita tulis tak jarang akan menghadirkan respon, baik pujian atau komentar yang tidak ingin dibaca. Alih-alih menjadi terhibur karena bermain media sosial, justru hal-hal yang tidak ingin kita baca bisa menimbulkan stres, kecemasan bahkan amarah. Tak jarang timbul perasaan iri karena pencapaian orang lain. Hidup pun akan terasa terburu-buru untuk menyamai prestasi orang lain dan memenuhi standar atau trend muda-mudi saat ini, padahal kita tidak tahu apa yang telah dilalui orang tersebut hingga berada di titik itu dan kita juga belum tentu mampu apabila mendapat amanah seperti yang didapat orang lain. Setiap orang memiliki waktu dan jatah suksesnya masing-masing.
Stoisisme memiliki beberapa prinsip yang mencakup banyak hal, diantaranya:
- Kelola Harapan dan Penilaian
Memiliki harapan yang tinggi adalah hal yang wajar, tetapi akan menjadi tidak realistis apabila harapan tidak sejalan dengan kemampuan yang dimiliki. Ketika terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan, ini justru dapat menimbulkan kecemasan, rasa frustasi bahkan konflik internal dan eksternal. Oleh karena itu salah satu cara untuk mengelola harapan adalah dengan sesekali merenungkan skenario terburuk melalui latihan atau visualisasi negatif. Sehingga kita bisa menyiapkan diri apabila menghadapi tantangan dan perubahan hidup yang tidak sesuai rencana.
- Sadar Diri
Dalam perjalanan hidup kita sering merasa menjadi orang yang harus bertanggung jawab atas segala sesuatu terlebih untuk hal-hal yang ada di sekeliling kita. Misalnya kita menjadi tidak enak hati apabila teman kita kesusahan dan kita tidak bisa berbuat apa-apa, kemudian kita berperan seperti malaikat penyelamat dengan membantunya di luar batas kemampuan. Misalnya dengan memberikan pekerjaan, meminjami uang tetapi sungkan untuk menagihnya, memberikan tumpangan tapi ada rasa tidak nyaman jika terlalu lama. Hal-hal seperti ini lambat laun akan menghabiskan energi kita dan bahkan menggerogoti pertemanan itu sendiri. Sehingga kita harus sadar diri bahwa ada dimensi eksternal yang tidak dapat kita kendalikan. Maka kita juga bisa mengubah itu dengan mengingat dimensi internal, yaitu dengan mengubah pola pikir kita dalam menghadapi suatu kejadian. Menimbang baik dan buruknya serta mengambil keputusan paling logis.
- Pahami Arti Keseimbangan Batin dan Praktikkan
Manusia memiliki kecenderungan untuk berperang dengan pikiran-pikiran yang muncul kapan pun. Overthinking membuat pikiran tidak seimbang sehingga dapat membuat seseorang bereaksi berlebihan atas suatu situasi. Dengan belajar mengendalikan mekanisme kontrol pikiran, kita dapat menjaga keseimbangan mindset dan tidak membiarkan overthinking menguasai sikap kita. Selalu terapkan “apạ yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi” maka pikirkanlah hal-hal baik dan tarik energi positifnya sehingga itulah yang nantinya juga akan terjadi dan kita alami.
- Berdamai Dengan Emosi
Saat pikiran kita terjebak dalam kerancuan emosional kita cenderung salah menginterpretasikan apa yang sebenarnya terjadi, maka ciptakan ketenangan dengan berdamai dengan keadaan dan akar permasalahannya. Terima apa yang memang tidak bisa kita hindari, tapi percayalah bahwa semua ini adalah proses yang memang harus dihadapi kemudian berlalu.
- Hidup Serasi dengan Alam
Stoisisme adalah filsafat yang memiliki sisi metafisika dan spiritual, karena ia sangat berkomitmen untuk memahami sifat alam semesta dan belajar bagaimana berinteraksi dengan pengetahuan alam semesta tersebut. Stoisisme mengakui bahwa manusia adalah makhluk paling rasional.
Buku ini juga mengajarkan kita untuk lebih mencintai diri sendiri. “Hargai dirimu sendiri tetapi jangan manjakan dirimu”. Ini berhubungan dengan dikotomi kendali, yaitu bahwa tidak semua hal yang dikatakan orang lain perlu kita pikirkan dan respon. Karena orang lain bebas beropini dan kita juga bebas membiarkannya. Dewasa ini terkadang bersikap cuek juga penting untuk mengendalikan emosi kita. Kita hanya punya dua tangan, bukan untuk menutup mulut orang lain tetapi untuk menutup telinga kita dari hal yang tidak perlu didengar. “Tetapi jangan manjakan dirimu”, artinya jika ada 10 orang dan 2 orang tidak menyukai kita artinya orang tersebut yang bermasalah, tetapi jika ada 10 orang dan 7 orang yang tidak suka dengan kita maka artinya kita harus berbenah. Memang tidak semua perkataan orang lain benar, tetapi bukan berarti kita juga tidak pernah salah. Akui lalu perbaiki.
Bab lain juga mengajarkan untuk hidup yang lebih bermanfaat. Jadilah manusia yang berusaha untuk melakukan kebaikan setiap hari, karena hidup yang bermanfaat adalah hidup yang memperkaya jiwa dan memberikan arti yang lebih dalam. Kebermanfaatan seseorang tidak selalu dinilai berdasarkan kemurahan hati, kemewahan materi dan kekayaan pribadi. Sebaliknya, ungkapan selamat, senyuman tulus dan uluran tangan untuk membantu sesama dengan sungguh-sungguh dapat menjadi wujud kebermanfaatan.
Jangan biarkan orang lain merusak kedamaianmu. Hiduplah dengan bijaksana dan tetap teguh di tengah orang-orang yang menyebalkan adalah tanda kekuatan mental. Jangan biarkan mereka berkuasa untuk merusak kedamaianmu dan memengaruhi perilakumu. Cara terbaik untuk menanggapi orang-orang menyebalkan adalah dengan mengabaikannya. Karena tidak semua hal perlu dihadapi, ada juga hal-hal yang tidak perlu kita tanggapi bukan karena kita pecundang tetapi karena hanya akan menghabiskan waktu dan energi.
Kelebihan buku:
- Buku ini bagus karena mengajarkan pengendalian emosi dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi lika-liku kehidupan. Dikaitkan dengan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
- Membantu membangun pola pikir realistis.
Kekurangan buku:
- Beberapa tulisan cenderung diulang-ulang padahal intinya sama, sehingga cukup monoton.
- Jika tidak dipahami dengan baik, bisa disalahartikan sebagai buku untuk orang pesimis dan cenderung memendam emosi diri. (ykib/ulum).
Identitas Buku
Judul : Art of Stoicism (Kita Punya Kuasa atas Hidup Kita)
Penulis : Adora Kinara
Penerbit : Jendela Penerbit
Ketebalan : 13,5 x 20 cm, hal : X dan 190 (200)
Cetakan : Ke-21, Desember 2025
ISBN : 978- 623- 88622-0-7
Genre : Pengembangan Diri
*Penulis resensi buku adalah Manajer Operasional Kampung Ilmu

