Atas Nama Malam

Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.

Novel Atas Nama Malam karya Seno Gumira Ajidarma merupakan sebuah novel yang berisikan kumpulan cerpen yang telah terbit pada 1 Oktober 1999 diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama. Kumpulan cerpen dalam novel Atas Nama Malam ini menceritakan kehidupan manusia di malam hari, kehidupan di mana saat senja mulai menghilang digantikan kegelapan malam dan berlalu hingga pagi fajar terbit. Novel ini berisikan dua buah bab cerita. Dalam bab pertama yang berjudul 1. Suatu Malam Aku Jatuh Cinta berisikan 14 buah judul cerpen yaitu: Senja dan Sajak Cinta, Lipstik, Bibir, Suara-suara, Pembunuhan, Pelacur, Surat, Mereka datang dan pergi, Ia menangis, Hidup terasa panjang, Pertemuan yang batal, Orang-orang sakit kelamin, Profil Pembunuh, Senja, penutupan. Bab kedua dalam novel ini 2. Suatu Malam, Aku Bercerita berisikan 10 buah judul cerpen yaitu: Pelajaran Mengarang, Ratih, Dewi, Max, Lonely Lover Symphony, Ibu Tidak di Rumah, Bulan di Atas Kampung, Catatan Sepanjang Malam, Episode, Bis Malam.

Novel Atas Nama Malam ini menceritakan tentang kehidupan setelah senja. Cerita yang dibawakan merupakan cerita tentang kehidupan orang-orang di malam hari, walaupun dalam novel ini berisikan cerpen-cerpen singkat namun di setiap cerpen seakan memiliki keterkaitan cerita. Dalam bab pertama cerpen ini yang berisikan 14 judul mengisahkan tentang kehidupan seorang pemuda yang bekerja menjadi seorang bartender di sebuah tempat hiburan malam yang pastinya kehidupannya akan dimulai saat malam hari mulai senja hilang dan digantikan dengan pagi. Kehidupan malam yang diceritakan Seno ini merupakan kehidupan kebanyakan orang di sekitar kota-kota besar yang memang bekerja di kegelapan malam. Kehidupan malam yang diceritakan dalam novel ini sering kali membuat kita merenung dengan keadaan malam yang sering kita anggap sebagai malam yang sunyi dan sepi, namun lain halnya dengan kehidupan orang-orang yang bekerja di malam hari yang mengubah malam yang sunyi menjadi malam yang ramai dan penuh dengan gemerlap lampu yang menyilaukan. Dari cerita-cerita ini kita yang sering menghabiskan waktu dalam aktifitas kehidupan di siang hari akan mendapatkan kisah tentang malam hari yang ternyata sama terangnya dengan siang hari, banyak cerita yang diceritakan oleh Seno tentang pahit dan manisnya kehidupan di malam hari yang membuat kita merenung kembali akan kehidupan yang dijalani setiap manusia.

Bab kedua dalam novel Atas Nama Malam ini mengabil sebuah judul Suatu Malam, Aku Bercerita yang berisikan 10 judul cerpen yang juga mengisahkan tentang kehidupan di malam hari. Dalam bab kedua ini ada sebuah cerpen yang menarik untuk dibaca yaitu yang berjudul Pelajaran Mengarang. Dalam cerpen ini diceritakan seorang anak SD kelas 5 yang saat pelajaran mengarang diberi tugas untuk membuat cerita dengan tiga judul yang telah ditentukan oleh gurunya, judul pertama adalah Keluarga Kami yang Bahagia, kemudian yang kedua Liburan ke Rumah Nenek dan yang ketiga Ibu. Ketiga buah judul yang telah ditentukan gurunya ini membuat seorang anak kelas 5 SD yang termenung dalam kelas karena tidak bisa membuat sebuah cerita yang seharusnya dapat ditulis oleh kebanyakan anak dengan cerita yang jujur dan berkisah dari pengalaman mereka, namun bagi anak ini pelajaran mengarang cerita ini membuatnya kesulitan karena harus mengarang seluruh cerita dalam hidupnya. Kehidupan yang berbeda yang dialaminya sejak kecil membuatnya tidak bisa menuliskan cerita kehidupan nyatanya. Dalam cerita ini diceritakan kehidupannya hanya tersisa dia dan ibunya yang harus melewati kehidupan yang sulit, kehidupan yang dialami ibunya adalah kegidupan di malam hari yang bekerja di sebuah tempat hiburan malam. Setiap harinya saat pulang ibunya selalu dalam keadaan mabuk parah dan bahkan sering tidak pulang dua hingga tiga hari, namun sang anak sudah memahami pekerjaan ibunya dan dia tidak bisa menceritakan kehidupan itu dalam selembar kertas untuk dikumpulkan. Hingga jam pelajaran selesai tidak ada cerita yang dapat ditulisnya, namun saat waktunya mengumpulkan dia menulis sebuah kalimat dengan tergesa-gesa dan mengumpulkannya dengan diselipkan di tengah tugas dari anak-anak yang lain. Dalam cerita yang sangat singkat itu tertulis sebuah kata yang tidak akan dapat dibayangkan oleh seorang guru yaitu “Ibuku Seorang Pelacur”.

Novel Atas Nama Malam ini memiliki beberapa kelebihan yaitu cerita yang bagus dan kisah-kisah yang diceritakannya membuat kita semakin tenggelam dalam alur cerita yang seakan membuat kita menyaksikan kehidupan di malam hari. Dalam setiap cerita yang dibuat Seno ini akan membuat kita sekali lagi merenungi tentang kehidupan. Catatan kaki yang menjelaskan kata-kata yang mungkin jarang kita ketahui juga dituliskan secara lengkap di akhir cerita. (*/ykib).

Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *