Ayah Penyayang Pelayan Terbaik Keluarga dan Umat

Oleh Qoniatul Qismah, S.Pd.

Sebagai seorang utusan Allah SWT, Rasulullah SAW adalah sandaran umat. Seluruh hidup dan waktunya dipersembahakan bagi umatnya. Namun beliau tidak pernah melupakan keluarganya. Beliau tetap menjadi suami dan ayah yang penuh kasih sayang. Bahkan, keluarganya menjadi penopang utama keberhasilannya dalam mengemban amanah dakwah kenabiaan.

Anak-anak adalah penyejuk, kehadirannya menambah kebahagiaan hidup. Begitu pula yang dirasakan oleh Rasulullah. Kehadiran anak-anak dalam kehidupannya begitu istimewa. Beliau mencintai anak-anaknya dengan segenap jiwa.  Rasulullah sangat mencintai anak-anak. Jangankan anak kandungnya, anak para sahabat pun disayangi beliau.

Pada suatu hari, ada seorang ibu yang sedang menggendong anaknya. Kemudian, Rasulullah menggendong anak tersebut. Lalu anak kecil itu kencing dan mengenai pakaian Rasulullah. Tentu saja si ibu kaget, kemudian si Ibu menepis anaknya dengan kasar. Melihat hal itu Rasulullah mencegahnya. “Kotor di baju ini bisa dicuci, tapi luka di hati anakmu tidak bisa dihilangkan” ujar Rasulullah. Rasulullah selalu memberikan keteladanan yang baik terhadap anak-anaknya. Ketika ingin mendidik anaknya mandiri. Beliau selalau memberi contoh dengan terbiasa melayani diri sendiri walaupun memiliki pelayan. Bahkan tanpa sungkan beliau  membersihkan rumah dan mencuci pakaian.

Pada pagi yang cerah, Rasulullah berjalan menyusuri perkampungan di Madinah. Hari itu bertepatan dengan 1 Syawal. Rasulullah tersenyum melihat kegembiraan anak-anak. Mereka bermain sambil tertawa-tawa. Mereka mengenakan pakaian terbaiknya. Sejenak, Rasulullah bermain bersama mereka. Lalu tampaklah seorang anak laki-laki duduk sendiri di pinggir lapangan, perlahan Rasulullah melangkahkan kakinya untuk mendekati anak itu. Anak itu tampak kumal. Dia mengenakan baju compang-camping, rambutnya kusut masai dan kulitnya hitam terbakar matahari. Kemudian Rasulullah bertanya ”Sedang apa kau nak?” tanya Rasulullah begitu berhadapan dengan anak itu.

Anak itu membisu. Dia  membenamkan wajahnya di atas kedua lututnya. Dengan lirih, dia terisak. Hati Rasulullah bertambah perih. Kemudian anak itu menjawab  “Ayahku sudah meninggal, ayah berjuang bersama Rasulullah , ibuku menikah dengan seorang lelaki harta benda kami dirampok orang kemudian suami baru ibu mengusirku. Kini aku sendirian tidak punya siapa-siapa lagi”.

Mata Rasulullah berkaca-kaca hatinya pilu mendengar kisah si anak malang di hadapannya. “Hari Ini semua teman-temanku bergembira. Mereka mengenakan pakaian terbaik, menyantap makanan lezat dan berkumpul bersama keluarga. Sedangkan aku tidak punya baju baru tidak ada makanan lezat bahkan tidak ada atap untuk berlindung” Kata anak itu.  Rasulullah merangkul anak itu dan berkata “Jangan sedih anakku aku pun kehilangan ayah dan ibuku ketika masih kecil’” hibur Rasullullah. Si anak terhenyak kemudian menengadahkan kepala, dia memandang wajah Rasulullah yang bersinar. “Nak jika aku menjadi ayahmu, Aisyah menjadi ibumu, Fathimah menjadi  saudaramu. Apakah kamu akan mersa bahagia.” Tanya Rasulullah sambil membelai kepala anak itu. Anak itu langsung mengangguk. Rasulullah menggandeng anak itu dan membawanya ke rumah Aisyah. Kini kesedihan anak itu lenyap seketika. Kini dia punya keluarga yang mencintainya. Selain penyayang sikap apalagi yang patut dicontoh dari Rasuullah.  

Buku ini layak dibaca semua kalangan terutama anak-anak. Buku ini didesain dengan ilustrasi bergaya kartun menarik yang sesuai anak-anak, serta menggunakan bahasa yang ringan sehingga mudah untuk dipahami. Buku ini bersumber dari buku-buku pilihan dan juga dilengakapi kamus tiga bahasa (Arab, Inggris dan Indonesia) dan juga disertai seri akhlak/moral value  Rasulullah yang dapat dicontoh oleh anak-anak. (*/ykib).

Identitas Buku:

Judul:  Ayah Penyayang Pelayan Terbaik Keluarga dan Umat

Penulis: Nurul Asmayani, Dkk

Penerbit Utama: Sigma Creative Media Corp

Tahun Terbit: 2016

Lembar Halaman: 48

ISSBN: 978-979-055-504-4

Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *