Beautiful Temptation

Oleh Izmi Nur Ramadani, S.I.K

‘’Cinta adalah jalinan timbal balik antara dua hati yang menyimpan rasa senada ….”

Hubungan kami kurang baik akhir-akhir ini. Aku masih saja merasa Nathan tidak serius dengan hubungan kami. Buktinya, Nathan “menyembunyikan” aku dari keluarganya. Namun, Nathan justru menuduhku terlalu menuntut, bahkan mengira aku sedang memaksanya segera melamar.

Tristan namanya. Tampan, romantis, baik hati, dan sangat mencintaiku. Kami bisa bicara banyak hal tentang aneka masakan sembari menatap bintang-bintang. Namun, aku tidak tahu dirinya. Serupa langit malam, masa lalu Tristan hanyalah kerlip gemintang.

Renata merasa hubungannya dengan Nathan hanyalah sekadar main-main belaka. Menginjak dua tahun hubungan mereka, Nathan sama sekali belum pernah mengenalkan Renata pada keluarga besarnya. Setiap kali Renata membahas hal tersebut, keduanya akan berakhir dengan pertikaian. Hingga lama kelamaan, Renata merasa lelah. Zen, kakak Renata mengambil cuti dan kembali ke Pematang Siantar untuk berkumpul bersama keluarganya. Zen berencana membuat pesta kecil-kecilan untuk merayakan berkumpulnya ia bersama teman-temannya. Dan Tristan adalah salah satu sahabat Zen yang hadir saat itu. Tristan yang jatuh cinta pada masakan Renata langsung melamar Renata di awal pertemuan mereka.

“Menikahlah denganku, Rena…,” – Tristan

Meski Tristan mengaku hanya bercanda saat mengatakan lamaran itu, nyatanya gerak geriknya menandakan sebaliknya. Ia menemani Rena saat Rena kesepian dan mengajak Rena mengalami hal-hal luar biasa yang tidak pernah Rena rasakan dari Nathan lama kelamaan.

Rena tahu ada yang salah dengan dirinya. Hubungannya dengan Nathan tidak makin membaik, ditambah perasaan asing yang makin lama makin dalam merasuki Rena.

Jika aku masih punya akal sehat dan kewarasan. Sudah jelas ada sesuatu yang tidak kumengerti di antara kami berdua. Sesuatu yang berpengaruh pada stabilitas hatiku. – Renata

Saat Rena sedang bingung dengan hatinya, Nathan mengajak Rena bertemu dengan orangtuanya. Sesuatu yang selama ini Rena tunggu. Sayangnya, kisah bergulir di luar rencana.

            Bagaimana bisa kamu begitu mempesona.

            Mengguncang dunia kecilku yang nyaris tidak bergejolak.

            Aku bahkan merasa sangat gentar.

Menyaksikanmu meniupkan badai ke dalam jiwa ragaku.

Harusnya,pria dengan mempesona senutlak dirimu terpenjara di dunia kegelapan agar hatiku aman dari godaanmu..

Setelah banyak baca tulisan Mbak Indah Hanaco, baru kali ini emosi sang tokoh utama, Renata, mempengaruhi saya secara nyata. Entah karena sudah terbiasa dengan tulisan Mbak Indah, atau memang novel ini punya sesuatu yang tidak saya dapatkan dari novel Mbak Indah yang lainnya (bukan karena kebetulan ini adalah hadiah ikutan Reading Challenge yah). Aku bisa merasakan bagaimana perasaan Renata saat Nathan enggan memperkenalkan dengan keluarganya. Bagaimana pertemuan Renata dan orangtua Nathan tidak berjalan mulus dan bagaimana Renata merasa sedih ketika Nathan tidak berusaha sama sekali untuk membela Renata di depan orangtuanya. Paling suka adegan Renata bertengkar dengan Nathan.

Mungkin karena latar belakang Renata yang memperkuat emosi dalam novel ini. Sosok Renata adalah sosok seorang gadis yang tamatan SMA dan meneruskan usaha katering ibunya. Renata membuktikan bahwa dengan ijazah SMA ia berhasil meraih kesuksesan dalam dunia kuliner. Sebagian orang sangat menghormati Rena karena keputusannya itu (Tristan misalnya) dan sebagian lagi mencela seorang gadis tamatan SMA tidak pantas untuk putra kesayangannya (Nathan misalnya).

Yah meskipun begitu, ada beberapa persamaan dengan novel Mbak Indah yang lain. Karakter cowoknya terlalu lebay. Renata juga khas banget anak-anaknya. Rasanya tidak cocok kalau dia adalah gadis berusia 25 tahun. Adegan cemburunya pun terlalu, tidak bisa menjelaskan bagimana. Dan seringnya pengulangan informasi, salah satunya jarak kafe de koffie yang bisa di tempuh dengan kaki.

Secara keseluruhan, kisah ini menggambarkan perlu atau tidak perlunya gelar sarjana adalah dari diri kita. Kalau memang mampu membangun usaha berbekal ijazah SMA, lanjutkan. Dan misalnya ingin bekerja di perusahaan yang membuat siapapun hormat sama kita, kuliahlah setinggi mungkin. Cinta itu menerima. Menerima baik dan buruknya. Seperti Tristan yang tidak peduli pada pendidikan Rena.

Beautiful Temptation

By Indah Hanaco

Penerbit Bentang Pustaka

 270 hlm

Penulis adalah guru Bimbel Gugusan Bintang YKIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *