Bicara Itu Ada Seninya

*Oleh Muslikhatun Nafiah, S.H.

Ketika komunikasi menjadi hal yang penting untuk bersaing, pakar komunikasi Oh Su Hyang mengeluarkan buku yang sangat berarti. Selain berisi pengalaman pengembangan diri, buku ini juga membahas tentang teknik komunikasi, persuasi, dan negosiasi. Penulis merupakan seorang dosen dan pakar komunikasi terkenal di Korea Selatan. Buku ini terdiri dari 5 (lima) bab, dimulai dengan 6 (enam) testimoni dari Bae Han Seon dosen di Seoul Art University, Kim sin II mantan mentri pendidikan dan keempat orang hebat lainnya. Berikutnya dilanjutkan dengan prolog yang berjudul “Membuka Peluang Kesempatan dengan Kebiasaan Bicara”. Dalam prolog ini, Oh Su Hyang menegaskan bahwa apabila di bidang musik ada orang yang “buta nada”, di dalam aktivitas bicara pun ada orang yang “buta ucapan”. Mereka adalah orang yang merusak suasana dengan ucapan yang tidak sesuai dengan tempatnya. Menurutnya, siapapun  bisa meningkatkan kemampuan asalkan mau berusaha. Dengan keyakinan inilah, ia menulis buku yang berisi kumpulan metode berbicara. Buku ini ditulis dengan tujuan agar bisa dipahami oleh semua orang yang membacanya. Di dalam buku ini kita bisa menemukan bagaimana cara bicara yang baik. Ada 4 (empat) hal  inti dari seni berbicara yaitu 1) berbicaralah layaknya seorang pemimpi, maka mimpimu akan menjadi kenyataan, 2) teknik terpenting dalam komunikasi adalah mendengar, 3) long learn, long run, dan 4) suara bergema menyokong isi .

Bab pertama berjudul “Perbedaan Pemenang 1 dan Pemenang 2 Terletak Pada Ucapannya”. Pada bab ini Oh Su Hyang memberikan penjelasan mengenai kesan pertama yang diwujudkan seseorang kepada orang yang baru dijumpai itu, bermula dari ucapan. Kemudian, dipaparkan bagaimana teknik seorang pelamar profesi untuk bisa melaksanakan story telling dikala memperkenalkan diri pada wawancara kerja sampai penjelasan mengenai penyebab seseorang takut berbincang-bincang di depan umum.

Bab kedua yang berjudul “Pintar Mendengar, Pandai Berbicara.”  Pada bab ini, Oh Su Hyang memberikan rumus terapi komunikasi supaya bisa berkomunikasi dengan bagus, adalah C = Q P R. ‘C’ untuk communication atau komunikasi. Ada tiga hal untuk memenuhinya adalah, ‘Q’ untuk question atau pertanyaan, ‘P’ untuk praise atau kebanggaan, dan ‘R’ untuk reaction atau respon. Selain itu, terdapat penjelasan juga bahwa obrolan yang bagus itu dinilai menurut kualitas bukan kuantitas. Kemudian, dijelaskan pula teknik membujuk paling ampuh, negosiasi untuk memperoleh keinginan, serta inti dari perdebatan ialah  mendengarkan lawan bicara.

Bab ketiga  dengan judul “Ucapan yang Membuat Lawan Bicara Memihak Kita” penulis mengajari pada pembaca mengenai teknik berdiskusi yang dapat membuat seseorang mendengarkan apa yang kita diskusikan. Salah satu teknik rahasianya yaitu dengan memberikan apa yang dibutuhkan oleh para pendengar dengan sistem penyampaian story telling dan hal-hal lainnya yang dinyatakan secara singkat, padat, dan jelas.

Bab keempat, penulis memberikan sepuluh aturan komunikasi yang perlu diingat. Salah satunya, tiga puluh detik di bibir sama dengan tiga puluh tahun di hati, sepatah kata yang kita ucapkan mungkin saja akan mengubah kehidupan seseorang. Penulis juga mengingatkan bahwa, kita hidup di zaman yang serba berubah. Dalamnya  ucapan berasal dari membaca. Kalimat yang diucapkan oleh Opah Winfrey, Ia keluar dari krisis remaja dan kelaparan dengan membaca. Poin penting dalam bab ini adalah “Long Learn For Long Run”, Anda akan dapat berlari jauh dengan terus belajar.

Bab Kelima, “Suara Bagus Bukan Bawaan dari Lahir”, penulis memberikan tiga cara mudah mengolah suara. Tidak hanya itu saja, penulis juga memberikan contoh-contoh dari berbagai tokoh dunia yang menjadikan cara bicara menjadi sebuah hal untuk mencapai keberhasilan. Dalam mencapai keberhasilannya, mereka mengandalkan cara berbicara yang dimiliki. Dari buku ini kita dapat belajar dari kesuksesan seseorang dalam berbicara mempunyai cara sendiri-sendiri.

Keunggulan Buku:

  1. Bahasa Sederhana dan Praktis:

Buku ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan langsung ke inti permasalahan, membuat tipsnya mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

  1. Tips yang Bervariasi:

Pembaca akan menemukan berbagai tips praktis, mulai dari cara memulai percakapan, menyampaikan pendapat, hingga mengatasi rasa gugup.

Kelemahan Buku:

Keterkaitan dengan budaya Korea: banyak contoh kasus dan pengalaman yang dibahas sangat kental dengan budaya Korea, sehingga kurang relevan dan aplikasi-nya sulit diterapkan oleh pembaca di Indonesia. (ykib/nafiah).

Identitas Buku:

Judul buku                  : Bicara Itu Ada Seninya ( Judul asli: The Secret Habits To Master Your Art Of Speaking)
Pengarang                   : Oh Su Hyang

Penerjemah                  : Asti Ningsih
Penerbit                       : Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia)
Tahun terbit                 : 2018
Kota terbit                   : Jakarta
Jumlah halaman           : 238 Halaman
ISBN                           : 978-602-455-392-0

 

*Penulis resensi buku adalah Wakil Kepala Kampung Ilmu Cepu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *