Oleh Tsamrotul Ulum, S.P.
Bodhi adalah seorang remaja yang pemberani. Hal ini dapat dilihat dari cerita yang disampaikan bahwa Bodhi berani melakukan suatu hal untuk menemukan apa yang selama ini ia harus temukan. Perjalanannya dimulai ketika ia sudah tumbuh dewasa, ia mulai mencari jati dirinya yang sebenarnya, perjalanannya dimulai ketika dia meninggalkan Vihara, bersama rombongan pendeta Buddha menyebrang dari Pulau Jawa menuju Sumatera, tepatnya di Belawan Sumatera Utara. Hidup tanpa identitas dan tak tahu asal kelahiran dan tanggal lahir, membuatnya terus bertahan hingga suatu ketika dengan dokumen palsu dan paspor yang dibuat oleh Ompu Berlin, ia memutuskan menyebrang ke Penang. Disana ia berjumpa beberapa pelancong dan memberinya arahan tentang perjalanan.
Perjalanannya kemudian berlanjut ke Bangkok yang merupakan tempat berkumpulnya para pelancong di seluruh dunia, di sana Bodhi tinggal di penginapan bersama beberapa pelancong yang suka datang dan pergi seenaknya, hingga pada suatu saat, datanglah seorang bernama Kell yang juga pelancong dan seniman tato. Hari-hari Bodhi di Bangkok selalu bersama Kell, sembari diajarkan membuat tato oleh Kell, ia mencoba mencari nafkah dengan membuatkan tato.
Di tengah-tengah Bodhi dan Kell, hadir lagi seorang pelancong dari Hollywood bernama Star. Star merupakan wanita paling cantik yang pernah dijumpai oleh Bodhi, dari perempuan inilah, Bodhi merasakan sebuah perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Bodhi melakukan perjalanannya yang mempertemukan ia dengan pengasuh Bob Marley yang bernama Georgie. Itu adalah pertemuan yang singkat bagi Bodhi. Di sana ia bekerja sebagai pemanen daun ganja di tempat yang disebut Golden Triangle dengan upah yang lumayan, setelah mendapatkan uang yang ia butuhkan, ia kembali ke Bangkok untuk menemui Kell, tetapi Kell tak ada lagi di sana. Dengan niat bulat dan yakin, ia mencari keberadaan Kell, pertemuan ini menjadi yang terakhir baginya, karena tak lama bertemu, Kell mengalami kecelakaan ranjau yang dialaminya. Setelah kepergian Kell, Bodhi melanjutkan perjalanannya kembali ke Indonesia, dia menemukan sebuah misteri yang membuat rasa penasarannya tinggi akan hal itu.
Tema dalam cerita novel ini mengenai tokoh utama “Bodhi” yaitu seseorang yang pemberani yang rela berpetualang untuk mencari jati dirinya yang sebenarnya dengan berpergian ke negara-negara di Asia Tenggara, perjalanan yang dilakukannya membuatnya menemukan banyak hal baru yang belum pernah ia temui sebelumnya.
Alur dalam cerita ini memiliki alur campuran, karena novel ini terdiri dari tiga keping cerita. Pertama yaitu “Keping 34” menggunakan alur maju yang menceritakan tokoh Gio yang bertemu Chaska di Bolivia. “Keping 35” menggunakan alur campuran, yaitu pertama-tama menggunakan alur maju karena bercerita tentang Bodhi pada masa sekarang, kemudian menggunakan alur mundur karena Bodhi bercerita tentang masa lalunya. “Keping 36” menggunakan alur maju.
Kelebihan novel :
Novel ini mempunyai pesan atau moral value yang sangat baik, karena novel ini bercerita tentang seseorang yang mempunyai sifat pemberani tetapi juga religius yaitu Bodhi. Novel ini juga mengangkat nilai kesetiakawanan yang tinggi.
Kekurangan novel :
Bahasa yang digunakan sulit untuk dipahami karena banyak menggunakan istilah asing, sehingga membutuhkan fokus dan pemahaman yang lebih tinggi atau mencari referensi lain untuk dapat memahami beberapa kosa-kata yang ada dalam cerita. Alur cerita yang campuran yaitu maju-mundur tidak jarang dapat membuat pembaca menjadi bingung dengan ceritanya sehingga pembaca kesulitan untuk mengetahui mana cerita yang lalu dan cerita yang telah terjadi.
Identitas Buku
Judul : Supernova; Akar
Penulis : Dewi “Dee” Lestari Simangunsong
Jenis : Fiksi
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Dicetak : Maret 2012
Cetakan : Cetakan Pertama
ISBN : 978-602-8811-71-2
Tebal Buku : 256 Halaman
Panjang Buku : 20 cm
Lebar Buku : 13,5cm

