*Oleh Umi Latifah, S.Pd.
Buku yang berjudul “Change Your Bad Habit” karya Badrul Munir Buchori merupakan sebuah karya yang mengajak pembaca untuk melihat kembali kebiasaan-kebiasaan dalam kehidupan, terutama kebiasaan buruk yang sering dianggap remeh, namun nyatanya justru sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dan kualitas manusia dalam menjalani hidup. Kebiasaan merupakan segala hal yang dilakukan secara berulang, baik kecil maupun besar, yang pada akhirnya membentuk pola hidup, karakter, bahkan menentukan arah kehidupan seseorang. Dengan demikian, karakter bukanlah sesuatu yang bersifat statis, melainkan dapat diperbaiki dan dibentuk kembali melalui upaya mengubah pola kebiasaan sehari-hari menjadi kebiasaan yang lebih bermanfaat dan bernilai positif.
Pada bab pertama “Berani Bermimpi, Berani Mewujudkan” menekankan bahwa mimpi adalah titik awal yang memberi arah sekaligus energi untuk bergerak. Tanpa mimpi, seseorang akan berjalan tanpa tujuan, sementara dengan mimpi, ia memiliki dorongan untuk melangkah dan berani menghadapi tantangan. Namun, mimpi tidak cukup jika tanpa karakter yang kuat, kualitas diri yang bermanfaat bagi orang lain, serta perencanaan hidup yang jelas. Karena itu, penulis mendorong pembaca untuk menjadi pribadi yang berkarakter kokoh, terbuka pada kritik, mampu menginspirasi, sekaligus menyusun peta kehidupan agar tujuan yang diimpikan tidak hanya menjadi angan-angan. Mimpi juga harus selaras dengan passion agar terasa menyenangkan dijalani, sebab passion memberi energi yang membuat perjuangan terasa lebih ringan.
Penulis mengingatkan bahwa mimpi tidak akan terwujud bila seseorang terjebak dalam zona nyaman dan kebiasaan buruk. Zona nyaman membuat hidup stagnan, sedangkan kebiasaan buruk seperti menunda, malas, dan boros hanya akan menghambat perjalanan. Karena itu, penulis menekankan pentingnya disiplin, konsistensi, kreativitas, dan inovasi sebagai motor penggerak perubahan. Bab ini memberikan pesan bahwa impian besar bukan hanya untuk dipelihara, tetapi harus diperjuangkan dengan keberanian, kerja keras, serta kesediaan menghadapi kegagalan. Hanya mereka yang berani berubah dan setia pada proses yang pada akhirnya benar-benar akan mewujudkan impian.
Selanjutnya, pada bab kedua “Semesta Mendukung Impian” merupakan penekanan dari penulis bahwa perjalanan mewujudkan mimpi tidak selalu mudah. Namun ada rintangan yang berupa pujian yang bisa membuat kita lalai, kritikan yang bisa melemahkan, serta kegagalan yang bisa menjatuhkan. Namun, penulis mengingatkan bahwa semua itu adalah bagian dari proses menuju kedewasaan diri. Orang yang mampu menjaga hati agar tidak terbuai pujian dan tidak runtuh oleh kritikan akan memiliki mental yang lebih tangguh. Penulis juga menekankan pentingnya doa orang tua, terutama doa ibu, yang menjadi kekuatan besar dalam mengantarkan anak menuju kesuksesan. Sikap bersyukur juga ditegaskan sebagai kunci kebahagiaan, sebab dengan bersyukur seseorang mampu mengubah cara pandangnya terhadap hidup.
Selain itu penulis mengingatkan bahwa jadikan komentar negatif sebagai energi positif, berani membuka diri dari kepalsuan, serta meyakini bahwa badai pasti berlalu. Semesta akan mendukung siapa pun yang bersungguh-sungguh dalam ikhtiarnya. Oleh karena itu, penulis meminta agar tidak mudah menyerah dan selalu menguatkan diri dengan nilai spiritual, seperti menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, doa sebagai penopang, serta menjadikan buku dan kisah orang sukses sebagai inspirasi. Pada bab ini memiliki pesan, meskipun jalan mewujudkan impian penuh cobaan, orang yang bersyukur, sabar, dan berpegang teguh pada nilai kebaikan akan menemukan bahwa seluruh semesta seakan berpihak mendukung langkahnya.
Bab terakhir “Siapa Menanam Akan Menuai” merupakan penegasan dari bab sebelumnya bahwa kehidupam sejatinya akan berjalan sesuai dengan hukum alam sebagaimana apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Kesuksesan adalah hasil dari kebiasaan baik, kerja keras, dan disiplin, sementara kegagalan lahir dari kebiasaan buruk yang dibiarkan. Penulis mengajak pembaca memanfaatkan masa muda untuk belajar, berkarya, dan bahkan menjadikan hobi sebagai ladang rezeki. Ia juga menekankan pentingnya bersedekah sebagai jalan keberkahan, menjauhi sifat malas, serta mengejar pendidikan tinggi sebagai bekal menghadapi masa depan.
Selain itu penulis mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mental juga sama pentingnya dengan mengasah kemampuan. Seseorang perlu menjauhkan diri dari depresi dengan mendekatkan diri kepala Allah, serta merendahkan hati sebagaimana falsafah ilmu padi. Dengan begitu penulis berpesan bahwa perubahan hidup dimulai dengan keberanian untuk menanam kebiasaan baik. Karena itu merupakan satu-satunya jalan untuk menuai hasil yang membahagiakan di kemudian hari.
Keseluruhan buku ini lebih menekankan pada pembaca bahwa kebiasaan merupakan fondasi dari kehidupan manusia. Kebiasaan yang baik akan melahirkan kesuksesan sedangkan yang buruk akan membawa kegagalan. Penulis mengajak untuk berani bermimpi, berjuang dengan disiplin dan kerja keras serta meninggalkan zona nyaman dan kebiasaan buruk. Dalam perjalanan meraih impian yang penuh tantangan, jangan pernah lupa berdoa, bersyukur dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Kelebihannya buku ini adalah gaya penulisan yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan. Penulis juga mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai perbedaan kebiasaan baik dan buruk dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembaca sedikit menyadari bahwa mungkin beberapa ada yang termasuk dalam kebiasaan buruk pembaca. Selain itu, buku ini juga memiliki nilai spiritual yang kuat, yang menjadikan ini bukan hanya sekadar bacaan motivasi, namun juga dorongan moral dan religius yang dapat memberikan perubahan positif dalam kehidupan.
Kelemahannya buku ini yaitu pada beberapa bagian, penulis sering mengulangi penekanan yang sama, sehingga menimbulkan kesan repetitif. Selain itu, penyajiannya juga kurang memperlihatkan pengalaman individu atau studi kasus nyata dalam menggambarkan perubahan kebiasaan buruk, padahal hal tersebut dapat memperkuat pesan yang disampaikan. Selain itu, terdapat pembahasan yang kurang digali secara mendalam, sehingga beberapa topik penting terkesan menggantung dan belum tuntas dijelaskan. (ykib/umi).
Identitas buku
Judul buku : Change Your Bad Habit
Penulis : Badrul Munir Buchori
Penerbit : ANAK HEBAT INDONESIA
Tahun terbit : 2020
Halaman : 313 Halaman
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Cepu

