Good Wives

Oleh Nola Armylia, S.Sos.

Marilah kita mengikuti kembali kisah ini dengan pikiran segar. Ada baiknya kita menyimak cerita terbaru mengenai keluarga March.

Mr March memang miskin dan prinsipnya yang teguh membuat kesuksesan duniawi tidak terjamah olehnya. Namun semua cirinya membuat banyak pribadi terhormat tertarik kepadanya. Segala hal tentang Mr March begitu alami, sealami bunga sederhana di padang rumput yang menarik para lebah.

Di mata orang lain sosok lima perempuan kuat ini seolah menguasai rumah itu dan memang demikian untuk banyak hal. Namun pria pendiam ini yang duduk di tengah buku-bukunya itu tetaplah kepala keluarga. Dialah hati nurani, jangkar sekaligus penenang. Dalam keadaan sulit kepada para perempuan yang selalu sibuk dan gelisah itu berpaling. Di dalam dirinyalah mereka menemukan seorang suami dan ayah, dalam pengertian yang paling murni dari kedua kata suci tersebut.

Kepada sang ibu, anak-anak March mempercayakan hati mereka untuk dijaga dan jiwa mereka kepada sang ayah. Dan untuk kedua orang tua mereka yang hidup dan bekerja dengan begitu sungguh-sungguh demi mereka, ke empat gadis March memberikan cinta yang tumbuh seiring dengan tahun-tahun yang mereka lalui, cinta itu mengikat mereka bersama, sebuah ikatan terindah yang membuat hidup terasa penuh rahmat serta akan melampaui kematian.

Mrs March masih cekatan dan ceria walaupun tampak sedikit lebih tua dari sebelumnya. Saat ini perhatiannya terserap penuh oleh acara pernikahan Meg, sementara Meg menghabiskan waktunya dengan bekerja dan menunggu.

John Brooke menunaikan baktinya dengan gagah berani selama satu tahun penuh. John benar-benar berpikir bahwa keluarga adalah hal terindah di dunia ini dia dalam suasana hati yang ceria, melebihi biasanya. Laurie telah menuruti permintaan kakeknya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Amy khususnya sangat menyukai kehormatan yang diberikan Laurie . Dia menjadi gadis idaman di tengah-tengah mereka. Pondok Merpati adalah nama sebuah rumah mungil yang berdinding cokelat yang disiapakan Mr March sebagai rumah Meg yang pertama dan yang memberikan nama adalah Laurie karena menurutnya nama itu sangat cocok bagi sepasang pecinta.

Membedakan bakat dan kejeniusan bukanlah sesuatu yang mudah bagi banyak orang, terutama bagi kaum muda yang penuh ambisi. Untuk Amy sendiri perjalanan membedakan keduanya adalah proses yang sangat sukar, Amy yang menyamakan antusiasme dengan inspirasi merambah setiap cabang seni dengan semangat mudanya yang penuh  keberanian dan tanpa rasa malu.

Jika kegeniusan adalah kesabaran abadi sebagaimana dinyatakan oleh Michael Angelo maka Amy jelas memiliki sebagian dari karakter mulia itu. Ia tetap teguh meskipun harus menghadapi berbagai hambatan, kegagalan, dan cibiran.

Mrs March selalu mengatakan kepada anak anaknya bahwa jangan putus asa, tetaplah berharap dan berbahagia.

Aku tidak akan pernah putus asa sementara aku masih punya engkau untuk menghiburku, Marmee dan Laurie yang selalu menanggung lebih dari separuh dari setiap beban kata Amy.

Sepanjang apapun usia kalian nanti tiada kebahagiaan yang lebih besar dari pada hari ini.

‘’ Di setiap kehidupan hujan akan turun dan akan ada hari- hari yang gelap dan murung dan kering’’.

Judul buku          : Good Wives

Penulis                 : Louisa May Alcort

Penerbit              : Pt Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : 2014

Tebal                     : 416 Halaman

Penulis resensi adalah guru Bimbel Gugusan Bintang YKIB Purwosari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *