Hujan

*Oleh Septiani Ika Wulandari, S.Pd.

Novel ini ditulis oleh Darwis yang lebih dikenal dengan nama pena Tere Liye merupakan seorang penulis dan akuntan kebangsaan Indonesia. Memulai kepenulisan pada tahun 2005 melalui novel Hafalan Sholat Delisa. Beliau telah menerbitkan lebih dari 50 buku di sepanjang karirnya. Novel dengan judul Hujan ini tidak hanya sekedar novel biasa, akan tetapi sebuah kisah fiksi ilmiah mendalam, romansa, dan drama dengan keadaan filosofis, menjadikannya pengalaman membaca tidak hanya menghibur tetapi juga mengajarkan pelajaran hidup yang sangat berharga,

Novel ini menceritakan kehidupan masa depan pada tahun 2042. Mengisahkan cerita romansa dan perjalanan hidup seorang anak remaja umur 13 tahun bernama Lail. Novel ini menceritakan tentang Esok dan Lail sebagai salah satu tokoh utama, keduanya dipertemukan setelah gunung meletus pada tahun 2042 yang menyebabkan gempa bumi. Bencana gunung meletus merenggut nyawa bapak dan ibu Lail dan menjadikannya seorang yatim piatu. Beruntungnya nyawa Lail dapat diselamatkan oleh anak remaja usia 15 tahun, bernama Esok. Ibuk Esok tidak meninggal, namun kedua kakinya terpaksa harus diamputasi karena kejadian gunung meletus tersebut.

Selama hampir satu tahun, Lail dan Esok tinggal di pengungsian, mereka tidak terpisahkan, orang-orang banyak yang mengenal Esok dan Lail, karena mereka sering membantu para petugas pengungsian. Hingga akhirnya tiba pemerintah memberikan pengumuman akan ditutupnya tempat pengungsian, sehingga membuat Lail dan Esok berpisah. Lail akan tinggal di panti asuhan, sedangkan Esok diadopsi oleh salah satu keluarga.

Lail hidup dengan baik di panti asuhan bersama sahabatnya bernama Maryam. Seringkali Lail merindukan Esok, hingga akhirnya mereka membuat keputusan untuk bertemu secara rutin, sebulan sekali. Lail dan Maryam menyibukkan diri menjadi relawan dalam organisasi. Singkat cerita Esok terlibat proyek kapal luar angkasa yang membawa penduduk bumi untuk menghindari bencana alam yang terjadi di bumi. Namun tidak semua bisa pergi, tetapi Esok menyiapkan dua tiket. Namun, ayahnya Esok meminta tiket satunya untuk membawa saudara sepupunya bernama Claudia. Sehari sebelum pengumuman dari pemerintah, Lail menunggu kabar Esok berharap tiket itu diberikan kepadanya. Namun kepastian tidak kunjung datang, Lail pun memutuskan pergi keruang modifikasi ingatan untuk melupakan pikiran tentang Esok. Esok sibuk memindahkan data sehingga tak sempat memberitahu Lail. Namun operasi yang dilakukan Lail tidak dapat dihentikan, di detik-detik sebelum alatnya beroperasi Lail menutup keinginannya untuk melupakan Esok dan mengirimkan semua ingatannya tentang Esok.

Pada hari pengumuman dari pemerintah bahwa pesawat luar angkasa akan segera diangkat, Lail tetap berada di bumi bersama Esok. Sebulan setelah itu mereka menikah, diruang operasi mediator Lail mengatakan bahwa tidak perlu menghapus kenangannya namun tetap ada. Bukan melupakan yang menjadi masalahnya, tapi menerima. Barang siapa yang menerima, maka akan bisa melupakan, tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.

Kelebihan dari novel Hujan ini terletak pada alur cerita yang sulit ditebak, cerita tidak bertele-tele sehingga mempermudah pembaca, imajinasi masa depan yang digambarkan memeiliki teknologi canggih. Kekurangannya novel ini hanya membahas mengenai pengetahuan dan teknologi tanpa membahas agama, penulis mengilustrasikan Lail kurang kuat dan lemah.

Nilai-Nilai Sosial

  1. Nilai kasih sayang kepada orangtua, anak, dan sahabat
  2. Kesopanan dan pelestarian, sopan santun tata krama yang baik dan mudah bergaul
  3. Musyawarah untuk menyelesaikan masalah
  4. Gotong royog
  5. Rasa kemanusiaan
  6. Tanggung jawab (ykib/septi).

Identitas buku

Judul buku      : Hujan

Penulis             : Darwis (Tere Liye)

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Desain cover   : Orkha reative

Tahun terbit     : 2016

Halaman          : 320 halaman

 

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *