Insecurity is My Middle Name

*Oleh Hartatik Febriani, S.M.

Buku ini merupakan bagian dari seri Self Healing karya Alvi Syahrin yang sebelumnya dikenal melalui beberapa karya motivasi dan refleksi Islami. Dengan gaya bahasa ringan, penulis mencoba membicarakan topik yang dekat dengan kehidupan anak muda yaitu rasa insecure.

Buku Insecurity is My Middle Name berisi 45 bab yang membahas perasaan minder, iri, tidak percaya diri, takut gagal, hingga tidak bangga pada diri sendiri. Setiap bab ditulis dengan gaya narasi singkat, seolah-olah penulis sedang bercakap dengan pembaca.

Beberapa tema utama yang diangkat, antara lain:

  1. Insecure karena fisik dan penampilan

Ada bab seperti “Kenapa good looking yang selalu dipilih?”. Penulis menggambarkan bagaimana standar kecantikan/kegantengan sering membuat orang merasa kalah sejak awal. Namun, ia menegaskan bahwa fisik bukan segalanya, ada nilai lain yang lebih penting, seperti akhlak, kepribadian, dan usaha.

  1. Insecure karena kemampuan diri

Banyak orang merasa tidak punya kelebihan, seperti tergambar pada bab “Aku juga kayaknya nggak bisa apa-apa deh” atau “Skill apa yang cocok buat aku?”. Alvi mengajak pembaca untuk tidak meremehkan kemampuan kecil, serta berani mencoba hal-hal baru meskipun harus memulai dari nol.

  1. Takut gagal dan tekanan dari luar

Bab “Aku bukan malas, hanya takut gagal lagi” dan “Aku malu, belum bisa banggain orang tua” membicarakan tekanan sosial dari keluarga maupun pengalaman gagal di masa lalu. Alvi menegaskan bahwa gagal bukan berarti akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju sukses.

  1. Perbandingan sosial

Beberapa bab seperti “Dan, aku kalah jauh dari teman-temanku” serta “Jujur, aku iri sama pencapaian mereka” menyoroti kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, terutama di era media sosial. Menurut penulis, perbandingan ini sering menimbulkan luka batin, padahal setiap orang punya waktunya masing-masing.

  1. Mencari penerimaan diri

Bab terakhir, “Nggak ada yang bisa dibanggakan dariku”, ditulis untuk menyadarkan bahwa nilai diri tidak diukur dari penilaian orang lain. Alvi mengajak pembaca untuk menerima diri, menemukan hal-hal sederhana yang bisa disyukuri, dan berdamai dengan kekurangan.

Selain itu, hampir di setiap bab penulis selalu menyisipkan pesan spiritual. Ia mengingatkan bahwa Allah menciptakan manusia dengan keunikan masing-masing, sehingga tidak ada alasan untuk merasa tidak berharga. Spiritualitas menjadi pondasi dalam mengatasi insecure.

Kesimpulan “Insecurity

Insecurity is My Middle Name karya Alvi Syahrin adalah buku reflektif yang cocok untuk teman perjalanan siapa pun yang sedang berjuang dengan rasa minder, iri, dan ketakutan dalam hidup. Buku ini mengajarkan bahwa insecure adalah bagian dari diri manusia, tetapi bisa dikelola dengan cara menerima diri, berhenti membandingkan, dan lebih mendekatkan diri pada Tuhan.

Dengan 264 halaman berisi 45 bab singkat, buku ini tidak hanya memberi motivasi, tetapi juga menenangkan hati. Cocok dibaca oleh remaja, mahasiswa, hingga pekerja muda yang sering dilanda krisis percaya diri. (ykib/tatik).

Kelebihan buku ini :

Setiap bab membahas pengalaman yang umum dialami pembaca, sehingga mudah merasa “ini aku banget”. Gaya bahasa ringan dan mudah dipahami, cocok untuk pembaca remaja hingga dewasa muda. Format pendek per bab, tidak membosankan, bisa dibaca acak. Nilai Islami yang menenangkan, memberi perspektif spiritual yang jarang ditemui di buku motivasi populer. Desain sampul sederhana tapi kuat makna, ilustrasi kursi kosong dan meja kecil menggambarkan kesendirian, refleksi, dan ruang untuk menyembuhkan diri.

Kekurangan buku ini :

Beberapa isi topik yang mirip diulang dengan sudut pandang berbeda. Kurang langkah praktis, lebih banyak berupa renungan ketimbang strategi nyata untuk melawan insecure. Pendekatan keagamaan bisa jadi kurang sesuai bagi pembaca non-Muslim atau yang mencari solusi netral.

Identitas buku

Judul buku      : Insecurity is My Middle Name

Penulis             : Alvi Syahrin

Penerbit           : Kelompok Agromedia

Tahun terbit     : 2023

Halaman          : 264

ISBN               : 978-623-97002-0-1

 

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *