*Oleh Nisa Nur Aini, S.Pd.,Gr.
Buku Is It Bad or Good Habits karya Sabrina Ara ini adalah buku self improvemen. Buku ini berisi tentang bagaimana proses berpikir manusia, bagaimana proses mengenali diri, melangkah dari kebiasaan kecil hingga pada kebiasaan-kebiasaan yang membawa kesuksesan. Buku Is It bad or Good Habits ini memiliki 7 bab pembahasan yang sangat menarik.
Pada bab 1 buku ini tentang “Mengenali Diri” menurut Buya Hamka “ Mengenal diri sendiri jauh lebih sukar daripada ingin mengetahui kepribadian orang lain. sebab itu, kenalilah dirimu sebelum mengenal pribadi orang lain”. Apakah kamu sudah mengetahui perbedaan kebiasaan dan rutunitas?. Keduanya memang berbeda meskipun sama-sama merujuk pada tindakan yang berulang dan teratur. Kebiasaan adalah sesuatu yang dilakukan seseorang secara berulang, yang seringkali terjadi tanpa disadari. Sedangkan, rutinitas adalah rangkaian kebiasaan dengan pola yang sama dengan urutan tertentu. Di mana pelaku sudah tidak lagi berupaya keras dalam memenuhi urutan aktivitasnya. Karena rutinitas bisa tersusun dari serangkaian kebiasaan, maka dengan mengubah rutinitas kita juga bisa membentuk kebiasaan baru.
Kebiasaan dan pengaruhnya, mengulang aktivitas yang sama setiap hari terkadang memang memunculkan perasaan jenuh. Pernahkah anda merasa terjebak dengan rutinitas yang dianggap membosankan?. Manusiawi bila anda merasakanya. Sisi positif memiliki rutinitas antara lain: pagi yang terkendali, relatif lebih produktif, memulai hari dengan tenang, mood lebih baik, menjaga relasi dengan orang lain, pikiran lebih fokus, terlatih mengelola waktu, percaya diri meningkat, merasa damai. Kebiasaan membawa pengaruh terhadap 3 aspek antara lain: pengaruh terhadap hubungan dengan diri sendiri, pengaruh terhadap pasangan, pengaruh dalam berelasi di pekerjaan atau komunikasi.
Bab 2 “Bad Habit Or Good Habit?” yakni kebiasaan berawal dari tindakan berulang yang dilakukan dari waktu ke waktu hingga membentuk ingatan prosedural yang tidak disadari. Ciri-ciri bad habit yang merugikan dan membuat kita tidak produktif yaitu : menunda-nunda pekerjaan, tidak menghargai waktu, menahan diri, membatasi diri, merasa paling benar, cari aman, mudah mengeluh, tidak bisa menolak, berpikir negatif, berlebih-lebihan, menimbun barang, mudah marah, malas gerak, bergosip, membanding bandingkan, dan mengungkit. Ada banyak kebiasan buruk yang tidak kita sadari ternyata kita miliki. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kebiasaan selain bisa diubah juga bisa diciptakan. Apa saja Good habits yang harus kita ciptakan itu ? yaitu : disiplin dan tepat waktu, hidup sehat, berpikir positif, berpikir logis, menabung, pantang menyerah, gigih, menyelesaikan masalah dengan tuntas, mau belajar, mengatur keuangan, dan membaca buku.
Bab 3 “Keluar Dari Zona Nyaman”. Menurut Manoj Arora “ Kenyamanan adalah jebakan terbesarmu dan keluar dari zona nyaman merupakan tantangan terbesarmu”. Comfort zone alias zona nyaman adalah kondisi di mana kita tidak ingin keluar dari kebiasaan lama, karena terlanjur cinta dan nyaman, meskipun stagnan. Meskipun menimbulkan rasa nyaman, kita tidak boleh terlena dibuatnya. Terjebak dalam zona nyaman adakalanya berbahaya, zona nyaman bisa menjadi penghalang kesuksesan kita. Mengapa demikian?. Karena berada dalam zona nyaman membuat kita tidak berkembang. Padahal, untuk melakukan perubahan perlu keberanian untuk meninggalkan zona nyaman tersebut. Dengan keluar dari zona nyaman, kita bisa lebih mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri yang mungkin tidak bisa terlihat saat masih nyaman dengan semua yang ada. Lalu apa sih yang membuat kita sulit untuk keluar dari zona nyaman ? yaitu: hidup tanpa tujuan, tidak siap dengan perubahan, khawatir dengan risiko, merasa sudah mentok, dan mudah puas.
Bab 4 “ Changes Your Bad Habit” berani mengambil keputusan untuk memperbaiki kebiasaaan buruk, adalah salah satu hal kecil yang bisa membawa perubahan besar dalam hidup kita. Lalu apasaja poin penting perubahan yang bisa mendukung kita membentuk kebiasaan baru?. Pertama komitmen, kemudian aksi dalam bertindak, dan ketiga tentang manajemen waktu.
Bab 5 “ Energi Orang Orang di Sekitar Kita” mengubah kebiasaan, diakui banyak orang memang tidak mudah dilakukan. Namun demikian, bukan tidak mungkin kebiasaan tidak bisa diubah, setelah menjalani step by step untuk mengubah kebiasaan buruk dan membentuk kebiasaan baru yang lebih baik, tetapi nyatanya tidak berhasil, mungkin Anda butuh dorongan yang lebih kuat. Dorongan yang bukan datang dari dalam diri, tetapi juga dari luar diri, yaitu orang orang terdekat kita juga lingkungan pergaulan yang tepat.
Bab 6 “ Mempertahankan Kebiasaan Baik” dalam banyak kasus kebiasaan buruk bermula dari stres yang tidak terkendali. Stres yang tidak dikelola memiliki kecenderungan yang sama, yakni menuju kebiasaan yang merugikan. Lalu bagaimana cara mengelola stres untuk merawat kebiasaan baik?. Pertama hindari pemicunya, bercerita, mencari solusi tanpa menundanya, istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, melakukan aktivitas yang positif, dan lakukan terapi mandiri.
Bab 7 “ Orang Orang Sukses Dengan Kebiasaannya” Eka Tjipta Widjaya: seorang pebisnis yang gigih, Mario Teguh: sang motivator pikiran positif, Sidney Poitier: mengubah kritikan menjadi motivasi, Thomas Alfa Edison berawal dari kebiasaan membaca, William Tanuwijaya : pantang mundur meski diremehkan.
Kekurangan buku ini:
- Sampul buku kurang menarik
- Ada beberapa cerita yang diulang
Kelebihan buku ini:
- Bahasa mudah dipahami
- Buku ini memiliki isi yang singkat, padat, dan jelas berisi informasi yang mudah dipahami tanpa penjelasan yang panjang.
- Cocok untuk anak muda karena bersifat reflektif dan motivasional
- Halaman yang tidak terlalu banyak namun memuat isi yang sangat positif.
Identitas buku:
Judul : Is It Bad or Good Habits
Penulis : Sabrina Ara
Penerbit : Syalmahat Publishing
Halaman : 134
ISBN : 978-623-97672-3-5
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

