Oleh : Frensi Agustina, S.Pd.
Bojonegoro – Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB) menerima donasi buku dari tiga bersaudara yakni Livia, Connie, dan Anita, asal Semarang. Mereka menyumbangkan buku-buku baru sebanyak 250 eksemplar pada Selasa, 03 Agustus 2021.
Dalam surat yang dikirimkan bersamaan dengan donasi buku ke Kampung Ilmu itu Livia, Connie, dan Anita menyebut dirinya adalah anak-anak momongan Mak Wiwik. Mak Wiwik adalah pengasuh mereka saat kecil hingga besar. Mak Wiwik berasal dari Desa Banjarjo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro.
Dalam surat itu disebutkan bahwa donasi buku itu untuk mengenang Mak Wiwik. Mak Wiwik lahir pada tahun 1967 dan wafat pada tahun 2021. Semasa hidupnya Mak Wiwik adalah seorang dermawan yang selalu ringan tangan untuk membantu dan memberi tanpa pamrih. Kebajikannya telah menyentuh banyak orang di sekitarnya, termasuk Livia, Connie, dan Anita sekeluarga yang beruntung mengenal Mak Wiwik.
Menurut Anita, di masa kecilnya Mak Wiwik tidak mendapatkan kesempatan untuk bersekolah karena terhimpit ekonomi keluarga. Mak Wiwik mulai bekerja sejak remaja dan menopang banyak kehidupan sepanjang hidupnya. “Mak Wiwik buta huruf. Meski begitu, hal itu tidak menghentikan semangat beliau untuk tetap jadi orang yang rajin dan murah hati,” ungkap Anita.
Ia berharap, bantuan buku untuk Kampung Ilmu itu bisa berguna untuk membantu anak-anak di Bojonegoro berkembang dan meraih mimpi-mimpi mereka. “Semoga anak-anak itu bisa mengikuti jejak almarhumah untuk meneruskan kebajikan kepada orang lain bila ada peluang dalam bentuk apapun juga,” ujarnya.
Menurut Ainun Dyan Suttie, S.Pd., guru penggerak Kampung Ilmu, mengatakan, bantuan buku itu sangat berguna bagi anak-anak dan juga guru. Buku yang didonasikan meliputi buku bacaan anak, buku ensiklopedia, buku novel, buku biografi tokoh, hingga buku-buku pelajaran.
“Amanah dari Mbak Anita ini kami laksanakan. Anak-anak di Kampung Ilmu Purwosari dan Kalitidu setiap kali belajar diajak untuk membaca buku-buku di perpustakaan. Bukunya bagus-bagus dan bermutu. Selain itu, guru juga semuanya membaca buku. Dengan bacaan yang lebih berkualitas maka nantinya akan berdampak juga pada siswa yang belajar di Kampung Ilmu,” tandasnya.
Dalam surat yang dikirim oleh Livia, Connie, dan Anita itu juga diberi stempel dengan tulisan “Buku ini didonasikan atas nama Almarhum Mak Wiwik, Desa Banjarjo, 1967-2021, yang sangat kami kasihi. Membaca adalah alat yang paling dasar untuk meraih hidup yang baik”. (*/ykib)

