Oleh Ananda Silviana Putri
Buku ini salah satu karya dari Anantasia Satriyo, M.Psi.Psi., seorang psikolog anak dan remaja. Buku ini dibuat berdasarkan pengalaman penulis menjadi psikolog. Ia membahas berbagai masalah remaja, memberikan wawasan atau berbagi pengalaman dalam upaya berdamai dengan diri sendiri.
Di era milenial sekarang ini dan perkembangan teknologi seperti saat ini kita mudah melihat seseorang lewat sosial media seperti tik tok, instagram, fecebook dan lainnya. Sering berkumpul dengan masyarakat yang berbeda-beda karakternya, melihat kelebihan mereka muncul di pikiran “coba saja aku seperti mereka” kemudian ingin menjadi glowing, ingin menjadi putih, ingin menjadi langsing, ingin menjadi gemuk, ingin menjadi si cantik, ingin menjadi si tampan. Pokoknya ingin menjadi yang sempurna. Masalah berikutnya adalah berada di lingkungan toxic “hubungan beracun/tidak sehat” adalah tidak saling mendukung satu sama lain atau memiliki pengalaman pengkhianatan, kebencian, pengalaman disakiti, diabaikan dan dibiarkan. Masalah remaja berikutnya ialah love series susah move on atau sering disebut gamon (gagal move on). Kenapa gamon? kenapa mencintai orang yang tidak mungkin kita miliki?. Kenapa masih bertahan dalam hubungan toxic relation?. Banyak sekali siklus percintaan anak muda seperti berikut ini:
Siklus pertama “percintaan virtual”
Penasaran berubah jadi pencarian, kemudian menjadi stalker mengkepoin semua akunnya, muncul keberanian untuk chatingan mengungkapkan rasa mendapat feedback baik. Dari sini muncul rasa nyaman dan ketertarikan. Kemudian timbul masalah sama-sama egois tidak bisa menerima, mengghosthing dan berakhir hanya sebagai penonton story.
Siklus kedua “toxic relationship”
Kita sering mendengar kata-kata gini “Kamu itu obat sekaligus luka, sama kamu sakit tapi kalau enggak sama kamu lebih sakit”. Hal itu termasuk toxic relationship di mana hubungan beracun tidak sehat menyakiti diri sendiri maupun pasangan. Seperti kita masih bertahan padahal pasangan kita selingkuh, posesif, sering berbohong, saling menyalahkan atau kasar dan lainnya. Bahkan sudah tahu toxic tapi masih bertahan karena cinta. Karena berdasarkan peneletian otak manusia yang jatuh cinta akan mengalami adiksi ketergantungan fisik atau mental.
Berdasarkan masalah-masalah di atas membuat mereka merasa cemas, insecure, stres, overthinking dan despresi berlebihan. Itu sangat tidak baik bagi kesahatan fisik maupun mental. Padahal manusia tidak ada yang sempurna semua mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita tidak perlu menjadi orang lain dan tidak harus menyenangkan semua orang.
Menghadapi masalah tersebut kita perlu self care memaafkan, menyadari, menerima, dan memberi ruang untuk emosi diri kita. Beri waktu sejenak pahami dia akan perlahan menghilang. Salah satu caranya menjadi orang tua bagi diri kita sendiri sebab orang tua kita belum tahu cara menyikapi emosi seorang anak berdampak sampai remaja. Melatih berterimaksih dan bersyukur pada diri sendiri. Rasakan, ingat resapi dan sadari kamu itu berharga. Mengenal diri sendiri, masa pengenalan diri di masa remaja sampai dewasa muda (sekitar 24 tahun ), tidak akan terulang lagi seumur hidup. Jika sudah mengenal diri sendiri dengan baik, kamu mempunyai kemudahan kesempatan meraih cita-cita, pendidikan dan karir. Bergerak melakukan kegiatan yang kita sukai entah olah raga, bernyanyi, menulis dan lain-lain. Mengenal sensibilitas sumbu pusat pribadi manusia tugasnya merasakan perasaan dan emosi, menerima “pesan” dan memancarkan ”pesan” memiliki kebutuhan untuk merasa damai, dicintai untuk memproses perasaan. Kita perlu terhubung ke diri sendiri belajar menerima tanpa menghakimi apapun yang dirasakan dan dipikirkan.
Menurut saya buku ini sangat bagus didesain sangat menarik ada animasinya sehingga pembaca tidak jenuh dan dihanyutkan dengan quotes-qoutesnya. Terdiri dari 28 bab membahas berbagai masalah remaja, memberikan wawasan dalam upaya berdamai dengan diri yang mudah dipahami. Namun buku ini terdapat beberapa kata yang sulit dipahami. (*/ykib).
Identitas buku
Judul buku : Kamu tak harus sempurna
Penulis : Anantasia Satriyo,M.Psi.Psi
Penerbit : Penerbit Yrama Widya
Tahun terbit : 2020
Tebal halaman : 112 halaman
Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

