Ketika Rembulan Insecure

*Oleh Tsamrotul Ulum, S.P.

Pada kesempatan kali ini penulis akan meresensi buku karya Wafi Hakim Al-Shidqy yang berjudul “Ketika Rembulan Insecure” yang mana membahas tentang apa yang harus dilakukan oleh orang yang merasa insecure. Ketika kita sudah sadar memiliki kekurangan atau rasa tidak aman, bukannya kita harus pasrah dan berserah tetapi kita harus berpikir bagaimana mengubah insecure menjadi secure dan bersyukur. Ketika kita sadar kita hanyalah kentang mentah yang dianggap tidak bernilai dan kurang diminati, maka ayo berpikir bagaimana caranya menjadi keripik kentang atau kentang goreng yang lebih memiliki nilai ekonomis dengan mengupgrade kemampuan diri kita.

Insecure merupakan perasaan tidak aman yang di mana seorang individu merasa tidak percaya diri (inferiority), takut, cemas (anxiety), gelisah, minder, ragu dan lainnya akan suatu hal yang dipicu oleh rasa tidak puas dan tidak yakin akan kemampuan diri sendiri. Singkatnya insecure adalah perasaan tidak percaya diri dan merasa dirinya sedang terancam. Insecure adalah perasaan yang wajar dan manusiawi. Karena dengan kita merasa insecure kita tahu bahwa diri kita perlu ada perbaikan dan peningkatan. Tetapi kita juga tidak boleh terjebak terlalu lama dalam keadaan insecure tersebut. Ketika kita tahu dan sadar bahwa kita sudah waktunya meningkatkan value diri, maka seketika itu pula kita harus bergegas beranjak dari zona nyaman.

Buku ini cukup menarik karena membahas insecure menjadi sub bab yang diibaratkan perjalanan bulan, berikut kisahnya :

  1. Januari

Dimulai dari Januari. Pada bab ini menceritakan tentang ciri-ciri bulan pada umumnya. Dan terdapat kutipan yang menarik yaitu “Saat aku terjatuh, pesonamu menerangi jiwaku. Januari aku mengangkatmu sebagai panutan”. Pada bab ini membahas tentang kita sebagai manusia sering terlalu terobsesi pada sebuah nilai sampai lupa mengembangkan diri. Karena kita terlena pada nilai dan bukan proses. Untuk dapat mengembangkan diri biasanya kita membutuhkan panutan atau role model. Tetapi bukan berarti kita ingin mencari pembanding dari Dzat yang Maha Besar, melainkan kita juga membutuhkan perantara untuk lebih dekat dan mencintai-Nya. Sebagai seorang Muslim, sudah jelas bahwa panutan kita adalah Baginda Nabi Muhammad SAW. Kita bisa mempelajari kisah-kisah sang Rasul untuk mengupgrade kualitas diri kita. Mulai dari sikap mandiri, percaya diri, pantang menyerah, gigih berjuang, tidak malu berdagang, jujur dan sabar. Jika ingin menjadikan orang lain sebagai role model, maka pilihlah mereka yang akan membawamu ke arah yang lebih baik dan positif, bukan membawa pengaruh negatif.

  1. Februari

Beranjak ke Februari. “Tentang kita yang diciptakan sempurna, tapi masih merasa kurang dan tidak mensyukuri nikmat-Nya”. Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna karena dibekali dengan akal pikiran dan hawa nafsu. Bahkan Allah mengangkat manusia sebagai khalifah di bumi. Lantas mengapa merasa insecure?. Bukankah rembulan yang seharusnya insecure?. Manusia dengan segala kehebatannya mampu mengontrol dunia, tetapi tidak bagi mereka yang hilang percaya diri. Setiap orang memiliki ujian dan masalah masing-masing dan dari apa yang telah dilaluinya tersebut, diharapkan setiap individu belajar dan menjadi lebih kuat, tegar dan value dirinya bertambah. Bukankah Allah telah berjanji bahwa bersama kesulitan ada kemudahan dan tanda-tanda orang akan diangkat derajatnya adalah saat orang tersebut mendapat ujian.

  1. Maret

“Kekurangan mengungkap kelemahanku. Maret, tekad dan semangatku terpukul ragu”. Setiap orang memiliki kekurangan, tetapi kekurangan tidak boleh dibiarkan tenggelam pada laut kesedihan, apalagi sampai dijadikan masalah yang diprioritaskan sehingga membuat hidupmu semakin berantakan. Ibarat sebuah puzzle, kesempurnaan terbentuk karena adanya perbaikan dan “penambalan” pada setiap sisi. Jadi ketika kita merasa memiliki kekurangan, maka segeralah berpikir untuk bagaimana menjadikannya sebuah kelebihan, atau menjadikan sisi lain dari dirimu memiliki kelebihan. Misalnya, kita tidak jago matematika, tapi bisa saja kita jago di bidang bahasa dan sebagainya. Ingat kamu itu sempurna, kamu itu istimewa.

  1. April

Manusia bisa jadi dinobatkan menjadi makhluk yang rakus, karena ia tidak akan pernah puas atas apa yang telah didapat, bagai mencari kesempurnaan atas kesempurnaan. Padahal Allah telah berfirman bahwa “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya”. Lantas mengapa kita masih insecure?. Padahal kesempurnaan telah menempel pada diri kita. Tetapi perlu diingat, kesempurnaan makhluk tidak bisa dibandingkan dengan kesempurnaan sang Khaliq. Kesempurnaan dan kelebihan yang kamu miliki apabila tidak dirawat dan dipergunakan sebaik-baiknya justru akan menjadi bumerang karena terlena dengan status makhluk sempurna.

  1. Mei

Kekurangan adalah hal yang abstrak, karena seperti apa ukurannya?. Apa yang ada pada dirimu atau apa yang ada pada orang lain?. Lalu membandingkan sesuatu dengan ukuran ketidakpunyaan, sehingga menimbulkan efek pada para pengidap rasa tidak aman. Rembulan juga memiliki sisi terdekat dan terjatuh, mungkinkah rembulan insecure?. Atau mungkin saja rembulan justru tidak mengerti arti kekurangan dia hanya mengerti bagaimana menerangi gelapnya malam. Meski cahaya yang terpancar adalah pantulan dari matahari. Tapi rembulan tidak pernah merasa tersaingi, dia tidak mendengarkan ejekan. Dia hanya diam dan terus melakukan tugasnya. Sama halnya dengan manusia, sebaiknya kita fokus pada tugas kita masing-masing dan hiraukan ejekan-ejekan yang tidak ada kontribusnya dalam diri kita.

  1. Juni

Ini hanya soal perbedaan sudut pandang saja. Karena beda sudut pandang beda penilaian. Rembulan terlihat indah karena kita menatapnya dari bawah. Manusia terlihat gagah jika semut yang berbicara. Tapi bagaimana jika dari sudut pandang yang lain?. Pasti berbeda juga penilaiannya.

  1. Juli

Ternyata yang menjadi biang masalah kenapa seseorang bisa merasa insecure adalah “standarisasi”. Seseorang dikatakan cantik apabila memiliki tubuh langsing, kulit putih, rambut panjang, pakaiannya bagus dan sebagainya. Tapi bagaimana jika kita terlahir dengan kulit hitam?. Atau mungkin rambut keriting?. Maka manusia yang tidak bersyukur dan tidak mengetahui potensi lain dari dirinya akan berlomba-lomba untuk mencapai pada standar itu. Ingat setiap manusia memiliki kelebihan dan keistimewaan masing-masing yang belum tentu dimiliki manusia lainnya. Kembangkan saja apa yang kamu miliki.

  1. Agustus

Introvert bagi orang-orang yang insecure akan semakin sering melihat perbedaan dan akan semakin muak dengan dirinya sendiri. Semakin mendengar penilaian orang lain, maka akan semakin kuat pula rasa tidak percaya dirinya. Semakin tinggi pergaulan yang dimiliki, maka akan semakin tenggelam jasad dalam pengurungan diri. Ditambah dengan overthinking setiap waktu, seakan-akan kita sudah berjalan menuju pemakaman diri. Mengapa kita perlu lelah memikirkan hal buruk yang belum pasti terjadi?. Sebaiknya, kita fokus berbenah dan memikirkan hal-hal baik yang akan menjadi manifesting diri. Karena apa yang kamu pikirkan itulah yang akan terjadi.

  1. September

Kita hidup tidak bisa menyenangkan hati semua orang, kita tidak bisa memenuhi keinginan dan ekspektasi mereka. Ingatlah kita perlu berbahagia tanpa merepotkan diri sendiri untuk ekspektasi orang lain. Kita memang tidak seperti rembulan, tapi kita bisa bercahaya dengan cara kita sendiri.

  1. Oktober

Sebagai manusia normal kita tetap memiliki pilihan, kesempatan dan deadline masing-masing. Akan selalu ada peluang untuk berkembang, meski tidak melalui jalan yang kita impikan. Karena terkadang kita harus merasakan pahitnya obat untuk kembali sehat. Perjalanan ini adalah milikmu, bukan milik mereka yang seenaknya mengontrolmu. Jadilah tour guide yang baik, karena yang akan merasakan jatuh bangunnya, suka sukanya, pahit manisnya ya kita sendiri. Aurora hanya bisa terlihat di wilayah kutub bumi, milkyway hanya bisa terlihat di tempat minim cahaya. Kesimpulannya kita tidak perlu menguasai semua tempat, karena kita indah di mata orang yang tepat. Jadilah Oktobersyukur.

  1. November

Antara menyerah dan menerima, keduanya hanya beda tipis. Menyerah untuk pecundang dan menerima untuk orang bersyukur dan pemenang. Karena masalah akan selalu ada, yang harus kita lakukan adalah bagaimana cara menghadapinya dengan hati dan pikiran yang tenang, bukan justru kabur kelabakan. Terkadang kita juga butuh masalah untuk berubah jadi lebih dewasa. Tapi ingat, masalah tidak perlu kita cari, karena dia akan datang sendiri. Hahahaha bersiaplah!.

  1. Desember

Terkadang kita sibuk mencari solusi hingga enggan untuk mengevaluasi. Padahal mustahil untuk mendapat solusi yang tepat jika kita tidak mengerti akar permasalahannya. Penyakit memang membawa penyakit. Selain menyakiti dirimu sendiri, dia juga menyadarkan saja sesuatu bahwa ada yang salah pada aktivitas hidupmu, mungkin saja pola makanmu, lifestyle mu, jam tidurmu, bahkan mental pada dirimu. Maka lakukanlah refleksi diri, buat perbandingan untuk sebuah penyadaran. Jangan jadi manusia bermuka tebal, tidak tahu malu, menyikapi keberuntungan dengan kufur yang disebabkan setetes kekurangan.

Pesan moral :

Mari ubah insecure menjadi rasa bersyukur dan tetap memperbaiki apa yang dirasa kurang. Jika kita memiliki kelebihan, maka jangan bersifat kufur agar kita tidak terkubur dalam kesombongan.

Kelebihan buku :

  1. Bahasa yang digunakan ringan dan mudah dipahami.
  2. Disertai informasi tentang rembulan sesungguhnya dan gambar yang relevan, seperti bulan, astronot dan roket yang menarik.
  3. Cocok untuk pembaca awam dan orang-orang yang sedang gelisah terhadap rasa insecure agar menjadi orang yang lebih bersyukur. (ykib/ulum).

Identitas buku :

Penulis    : Wafi Hakim Al-Shidqy

Editor      : Muh. Iq al Santosa

Penerbit  : Republika

Edisi        :  Cetakan pertama, tahun 2021.

Tebal buku :  173 halaman ( 13,5 x 20,5 cm)

ISBN        : 978 – 623 – 279 – 113 – 8

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *