Kitab Komik Sufi 2, Kumpulan Kisah Sufi dalam Komik

Oleh : Yuni Eka Septiana, S.T.

Buku Kitab Komik Sufi 2 karya Ibod ini berisi ilustrasi kisah para sufi yang dikemas dalam bentuk komik sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi pembacanya. Tetapi tanpa mengurangi tujuan sebenarnya yaitu menyampaikan pesan kebijaksanaan. Serta konsep-konsep dasar Sufisme seperti kebersihan hati, kasih sayang, dan toleransi hadir sebagai nilai-nilai universal yang dapat diterima oleh semua kalangan dengan berbagai latar belakang etnis, bangsa maupun negara.

Cerita yang disajikan dalam buku ini meliputi cerita Syaikh dan muridnya, riwayat para darwis (sufi pengelana), juga permasalahan sehari-hari yang umum dialami oleh manusia. Cerita tersebut tentunya beragam, ada yang lucu, seru dan tentunya akan mengetuk kesadaran hati kita.

Kaum sufi adalah golongan orang yang mengutamakan pembersihan jiwa berdasarkan ajaran Islam. Syaikh Sufi adalah seorang yang menjadi pembimbing di jalan kesufian. Murid adalah pejalan di jalan sufi di bawah bimbingan syaikh. Darwis adalah orang yang menempuh jalan sufi, biasanya mereka berkelana dan berpakaian lusuh, mereka seringkali bertingkah misterius, lucu dan aneh (Ibod).

Buku ini mengajarkan kita untuk selalu berada di jalan Allah SWT dengan cinta kepada Allah SWT, Nabi, dan kepada sesama manusia. Cerita “Satu Majikan” mengajarkan bahwa kita tidak boleh berpaling kemanapun, karena sesungguhnya satu-satunya tuan kita adalah Tuhan. Tuhan selalu sayang kepada umatnya dalam keadaan berdosa ataupun beramal. Sebagai hamba Tuhan sudah semestinya kita hanya takut terhadap Tuhan, bukan kepada yang lain. Kesempurnaan yang terdapat pada makhluk ciptaan Tuhan bukanlah kesempurnaan yang sejati, karena kesempurnaan sejati adalah milik Sang Pencipta. Kebesaran seorang makhluk, walaupun itu raja, tidak berarti apapun dibandingkan kebesaran Tuhan. Semua makhluk tidak memiliki kemampuan dan kekuatan selain karena kuasa dan kehendak Tuhan. Hanya Tuhan yang mampu menentukan nasib seorang makhluk. Berusahalah sebaik-baiknya tetapi jangan lupa untuk berserah diri kepada Allah, karena hakikatnya kehidupan setiap makhluk bergantung kepada-Nya. Janganlah kalian berputus asa untuk berjuang di jalan Allah. Bersusah payahlah demi memenuhi kebutuhan hidupmu karena surgalah balasannya.

Bersyukur juga menjadi salah satu topik yang dimuat dalam buku ini. “Seorang saleh pernah memberi nasihat, pakailah pakaian yang baik, makanlah makanan yang baik, dan tidurlah di atas alas yang empuk”. Karena siapa yang melakukan itu lalu berkata “Segala puji bagi Allah maka seluruh tubuhnya akan ikut terpanggil untuk bersyukur”. Dibandingkan mereka yang memakai pakaian yang tidak pantas dan makan makanan yang tidak menyenangkan, kemudian mulutnya berkata “Segala puji bagi Allah” tetapi ia merasa kesal dan marah terhadap ketentuan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa besar. Bersyukurlah kalian karena telah melakukan banyak ibadah walaupun belum merasakan kenikmatannya, karena sesungguhnya Allah telah memberimu hidayah untuk mampu melakukan banyak ibadah kepada-Nya.

Seorang munafik yaitu dia yang mampu menasihati tetangganya tetapi dia sendiri tidak melakukan hal yang dinasihatkan tersebut. Semoga kita bukan termasuk dari golongan orang yang munafik. Allah selalu menolong hambanya yang kesulitan. Teruslah menyeru kepada Tuhan, karena setiap seruan dan ratapanmu pada Tuhan, itu pula jawaban dan panggilan kerinduan Tuhan kepadamu.

Keajaiban sejati adalah berhasil menghilangkan sifat-sifat tercela dari dalam diri kita. Jangan pernah mencari keburukan orang lain, carilah keburukan dalam dirimu sendiri kemudian perbaiki. Karena setan adalah mereka yang jahat dan berakhlak sangat buruk.

“Belajarlan makan dan minum dengan baik, baru kemudian akan saya ajarkan berupa ilmu kepadamu”. Jangan makan dan minum berlebihan karena itu merupakan perbuatan yang tidak baik. Menuruti hawa nafsu yang buruk secara terus menerus pada akhirnya akan menghancurkan diri kita. Allah selalu melihat segala berbuat yang dilakukan oleh makhluknya. Kita tidak boleh menyakiti sesama makhluk ciptaan Tuhan.

Bergunjing berarti memberikan pahala kebaikan kita kepada orang yang kita gunjingkan. Terdapat sebuah cerita dimana seseorang tidak memiliki amal kebaikan sedikipun, setelah ditanyakan ternyata pahala kebaikannya habis karena menggunjing. Seringkali kata-kata yang dikeluarkan dari mulut kita mampu menyakiti orang lain. Tak jarang pula kata-kata yang baik dapat meluluhkan hati yang keras. Perbuatan baik akan mendapat balasan yang baik pula, dan sebaliknya. Orang dengan derajat yang tinggi adalah mereka yang tidak pernah menyimpan kedengkian dalam hati selain itu mereka juga akan berumur panjang.

Hikmah dari jumlah telinga lebih banyak dibandingkan jumlah mulut karena lebih baik banyak mendengar dari pada banyak bicara. Berhentilah melakukan perbuatan yang tidak baik atau perbuatan dosa, karena sebenarnya perbuatan itu merugikan dirimu.

Menurut saya buku ini bisa dibaca oleh siapapun termasuk anak-anak. Buku ini memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk menjalani kehidupan yang berkah. Tidak seperti komik pada umumnya, komik ini justru dapat mendidik dan pantas sebagai bacaan anak-anak saat ini. Masih sangat banyak kisah lain yang dapat memikat para pembaca. Sangat disayangkan jika kalian melewatkan buku ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *