Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.
Laut Bercerita ini merupakan sebuah novel karya Leila S. Chudori yang menceritakan tentang perjuangan para aktivis mahasiswa yang memperjuangkan hak-hak rakyat kecil yang terenggut. Dalam novel ini menceritakan tentang bagaimana perjuangan aktivis yang sangat menginspirasi kaum muda untuk ikut tergerak dalam memperjuangkan hak rakyat. Perjuangan ini dimulai saat era Orde Baru di mana kepemimpinan Indonesia kala itu dipegang oleh Presiden Soeharto yang dinilai memimpin dengan cara otoriter dan banyak merugikan rakyat. Dalam cerita yang digambarkan oleh Leila S. Chudori ini menceritakan susah payah para aktivis dalam perjuangannya dari melakukan demo-demo yang berujung penangkapan dan penyiksaan kepada setiap aktivis.
Novel Laut Bercerita ini adalah sebuah novel fiksi dengan cerita yang berdasarkan pada kenyataan di mana para aktivis mahasiswa ini yang berjumlah 13 orang telah hilang tanpa jejak dan tanpa kabar yang jelas sampai sekarang. Dalam pembuatan novel ini Leila S. Chudori sebelumnya telah melakuakan riset penelitian tentang kejadian-kejadian yang benar adanya pernah terjadi di masa itu. Leila bahkan sampai harus mencari narasumber-narasumber yang pernah terlibat secara langsung dalam perjuangan tersebut, selain narasumber yang selamat Leila juga menemui kerabat, sahabat, adik dan orang-orang yang selamat paska kejadian itu, berkat riset mendalam yang telah dilakukan ini, Leila dapat menulis sebuah novel dengan cerita yang sangat mengagumkan dan bisa membawa kita sebagai pembaca untuk merasakan kegelisahan, kesedihan, penderitaan dan rasa kehilangan yang begitu berat saat ditinggal oleh orang-orang terdekat sekaligus orang yang disayang.
Novel Laut Bercerita ini akan diceritakan dalam dua bab, yang pertama akan menceritakan tentang kehidupan seorang mahasiswa yang bernama Biru Laut dan yang kedua akan menceritakan tentang Asmara Jati. Biru Laut merupakan kakak dari Asmara Jati yang nantinya ini akan menjadi tokoh utama dalam cerita novel ini. Dalam cerita pertama akan diceritakan tentang kehidupan Biru Laut yang menjadi seorang mahasiswa sekaligus aktivis yang menentang pemerintahan era Orde Baru. Di cerita kedua akan menceritakan tentang Asmara Jati adik dari Biru Laut yang merupakan seorang calon dokter. Asmara Jati merupakan sosok adik yang kuat dan tabah yang selalu dapat menghadapi segala sesuatu cobaan berat dengan pemikiran yang tetap jernih.
Laut Bercerita ini menceritakan tentang perjungan Laut dan teman-temannya yang tergabung dalam sebuah kelompok Winarta dan Wirasena. Dalam kelompoknya ini Laut dan teman-temannya menolak dengan keras bagaimana cara kepemimpinan di era Orde Baru, karena di era ini kebebasan dan kemerdekaan rakyat kecil seakan dirampas dan tidak dapat memperjuangkan hak mereka. Dalam perjuangannya ini tak kadang mereka harus hidup dalam kegelisahan, berjalan dengan merayap-rayap di lumpur, melarikan diri dari kejaran lalat-lalat hijau dan bahkan saat tertangkap akan disiksa dengan kejam. Dalam novel ini sangat jelas penggambaran bagaimana oknum-oknum yang bertugas menculik atau menangkap mereka itu menyiksa mereka dengan cara yang keji dan sangat tidak manusiawi. Siksaan demi siksaan selalu menunggu mereka saat mereka telah tertangkap, berbagai jenis siksaan digambarkan dan dijelaskan secara detail seperti disulut puntung rokok, dipukuli, ditendang dengan sepatu lars yang keras, disengat menggunakan setrum listrik di sekujur tubuh. Bahkan ada dua cara penyiksaan yang menurut saya sangat kejam dan tidak manusiawi yaitu diberikan semut rangrang di kedua mata sehingga semut-semut itu akan menggigit mata para aktivis ini, dan yang satunya lagi penyiksaan dengan menggunakan media balok-balok es dingin, para aktivis dipaksa tidur di atas es tanpa menggunakan pakaian berjam-jam dan diinterogasi terus menerus, jika tidak menjawab atau menjawab namun tidak sesuai keinginan, mereka para oknum ini akan dengan ringan mengayunkan tangan ataupun tendangan mereka ke badan para aktivis. Begitu menyakitkan dan pilu kisah yang telah dialami para aktivis ini hingga akan meninggalkan trauma yang mendalam dan berkepanjangan.
Perjuangan Laut dan teman-temannya dalam menentang pemerintahan era Orde Baru ini tersusun secara sistematis dan matang, setiap pergerakan memiliki makna yang dalam dan penuh penolakan terhadap pelanggaran hak rakyat. Namun dalam perjuangan yang dilakukan Laut beserta kawan-kawannya selalu mengalami hal-hal yang menyulitkan di mana mereka harus menjadi buronan yang dicari oleh seluruh lalat-lalat hijau, mereka hidup dalam pengasingan dengan hidup berpindah-pindah tempat dan menyamarkan nama aslinya supaya tidak tertangkap dan tidak memberi masalah kepada keluarga atau orang yang dicintainya, namun semua pelarian yang dilakukan Laut dan kawan-kawannya harus terhenti saat mereka telah tertangkap dan disiksa tanpa ampun, yang lebih membuat pedih dan merobek hati mereka itu ternyata ada seoarang penghianat di dalam tubuh organisasi Winarta dan Wirasena ini setiap gerak-gerik yang dilakukan pasti dapat terpantau oleh oknum-oknum yang siap menangkap mereka kapan saja saat mereka mulai melaksanakan aksinya.
Dalam bab pertama ini banyak menceritakan tentang perjuangan yang dilakukan oleh Laut dan kawan-kawannya, namun di bab kedua yang berfokus ke Asmara Jati akan menceritakan tentang kejadian-kejadian paska menghilangnya ke-13 aktivis ini. Kisah pilu yang dialami Asmara yang kehilangan kakak tersayangnya dan juga kisah pilu yang harus dihadapi semua orang tua, istri dan saudara dari aktivis yang telah dihilangkan tanpa adanya kabar kejelasan mereka sampai sekarang.
Dalam bab kedua ini digambarkan dengan jelas penderitaan-penderitaan dan efek dari tragedi penculikan ke-13 aktivis ini, baik dari pihak keluarga yang kebingungan mencari kabar anak mereka, dari istri yang ditinggalkan tanpa kabar karena hilang diculik, dari kekasih dan saudara yang juga dihilangkan diculik dalam tragedi itu.
Novel Laut Bercerita ini merupakan novel yang harus dibaca karena memiliki kisah yang sangat menyentuh dan dapat membuat hati setiap orang tergerak, novel ini memiliki kekurangan dalam segi alur yang disajikan, alur yang disajikan ini memakai alur campuran yang mau tidak mau kita sebagai pembaca harus ektra fokus saat membaca supaya dapat mengikuti cerita dengan seksama, namun dari kekurang dalam alur ini alur yang disuguhkan dengan cara campuran ini juga menjadi sebuah kelebihan dimana kita sebagai pembaca akan mendapatkan sebuah cerita yang dikisahkan dengan jelas dan tentunya sangat menarik untuk semakin kita baca tiap ceritanya. (*/ykib)

