Law of Attraction

*Oleh Ananda Silviana Putri, S.Kom.

‎Buku “Law of Attraction” ini menjelaskan bahwa energi universal merespons setiap getaran yang kita pancarkan baik positif maupun negatif. Getaran ini berasal dari pikiran dan perasaan kita. Apa pun yang kita rasakan seperti marah, sedih, bahagia, semangat akan menarik pengalaman serupa ke dalam hidup kita. Contohnya, seseorang yang memulai hari dengan suasana hati buruk akan cenderung mengalami serangkaian kejadian negatif. Sebaliknya, ketika seseorang memancarkan energi positif, seperti rasa bersyukur dan kegembiraan, ia justru akan menarik lebih banyak keberhasilan.

‎Penulis buku “Law of Attraction” ini  menekankan bahwa kita harus sadar akan getaran yang kita pancarkan karena hukum ketertarikan akan menggandakan energi tersebut. Pikiran dan perasaan seseorang memiliki daya tarik yang bisa menarik hal-hal serupa ke dalam kehidupannya. Dengan kata lain, apa yang kita fokuskan baik itu positif maupun negatif akan semakin besar kemungkinannya terjadi dalam hidup kita.

Penulis buku ini, Michael J Losier, mengungkapkan bahwa kata-kata memiliki kekuatan besar dalam memengaruhi getaran yang kita pancarkan dan karena itu berperan besar dalam proses hukum ketertarikan “Law of Attraction”. Pembaca diajak untuk lebih sadar terhadap kata-kata yang mereka pikirkan dan ucapkan.

‎Michael juga menjelaskan bahwa pikiran terdiri dari kata-kata dan setiap kata membawa getaran tertentu baik itu positif atau negatif. Misalnya, kata seperti “uang” atau “pekerjaan rumah” bisa menimbulkan respon berbeda tergantung pengalaman dan emosi seseorang. Lebih jauh, ia menggarisbawahi pentingnya menghindari kata-kata negatif seperti “jangan,” “tidak,” dan “dilarang,” karena secara tidak sadar, otak kita justru memfokuskan perhatian pada hal yang ingin dihindari. Contohnya, ketika seseorang mengatakan “jangan panik,” pikiran kita justru menangkap kata “panik.” Sebagai solusi, penulis  mengajarkan pembaca untuk mengalihkan pernyataan negatif menjadi afirmasi positif, dengan bertanya: “Jadi, apa yang saya inginkan?” misalnya, mengganti  kata “tidak mau sakit” menjadi “sehat baik-baik saja.” Dengan mengubah bahasa, maka getaran yang dipancarkan pun berubah menjadi lebih positif, sehingga memperbesar kemungkinan menarik hal-hal yang diinginkan.

‎Menurut penulis buku ini, Michael J Losier, ada tiga tahap yang bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tahap ini disebut “Ketertarikan Sadar”, yaitu proses sadar untuk menarik hal-hal yang kita inginkan ke dalam hidup.

‎Tahap 1: Kenali Hasrat Keinginan Anda

‎Penulis menyoroti bahwa kebanyakan orang justru lebih tahu apa yang tidak mereka inginkan daripada apa yang sebenarnya mereka inginkan. Oleh karena itu, tahap awal ini mengajak pembaca untuk mengidentifikasi keinginan secara jelas. Ironisnya, mengenali apa yang tidak diinginkan ternyata bisa menjadi petunjuk awal untuk mengungkapkan hasrat yang sesungguhnya.

‎Tahap 2: Berikan Perhatian pada Hasrat

‎Hanya mengenali keinginan saja tidak cukup. Kita harus memberi perhatian positif, energi, dan fokus penuh terhadapnya. Di sinilah kekuatan kata-kata dan pernyataan hasrat desire statement menjadi penting. Menulis dan mengucapkan hasrat secara positif bukan negatif adalah cara untuk menaikkan getaran. Namun, penegasan (afirmasi) akan gagal jika diucapkan tanpa keyakinan. Untuk itu, penulis menyarankan menyisipkan frasa seperti “saya sedang dalam proses”, agar terasa lebih realistis dan menghindari getaran negatif dari keraguan.

‎Tahap 3: Biarkan Hasrat Itu Menjelma Nyata

‎Ini adalah tahap krusial yang sering kali terabaikan: kerelaan untuk membiarkan keinginan itu terwujud. Penulis menjelaskan melalui  ilustrasi permainan “tabung kelereng” bahwa keraguan adalah hambatan utama bagi manifestasi. Kelereng (keinginan) tidak akan jatuh (terwujud) jika masih tertahan oleh batang kayu (keraguan dan keyakinan penghambat). Maka, melepaskan keraguan dan keyakinan negatif adalah kunci,  contohnya seperti pikiran “Saya tak bisa karena…” yang harus segera dikenali dan diubah.

Membiarkan Keinginan Menjelma Nyata

‎Tahap terakhir dalam proses ketertarikan sadar adalah merelakan keinginan itu untuk terwujud. Penulis menekankan bahwa keraguan adalah hambatan utama. Untuk itu, ia memberi solusi beberapa instrumen praktis untuk menghilangkan keraguan dan memperkuat keyakinan:

‎1. Pernyataan Kerelaan: Kalimat yang Anda ucapkan untuk meyakinkan diri bahwa keinginan Anda mungkin dan layak terwujud. Ini membantu mengusir keraguan dan menciptakan rasa lega dan percaya.

‎2. Rayakan Bukti-Bukti Kecil: Hargai setiap tanda kemajuan, sekecil apa pun. Merayakan bukti keberhasilan membuat Anda lebih yakin bahwa Hukum Ketertarikan sedang bekerja.

‎3. Rasa Syukur dan Penghargaan: Mengungkapkan rasa syukur setiap hari—melalui pikiran, kata-kata, atau buku harian—meningkatkan frekuensi getaran positif dan mempercepat manifestasi keinginan.

‎Kesimpulan:

‎Buku ini mengajarkan bahwa untuk mewujudkan keinginan melalui Hukum Ketertarikan, kita harus fokus pada apa yang diinginkan, memberi perhatian positif, dan melepaskan keraguan dengan kerelaan serta rasa syukur.

‎Kelebihan :

Penulis menggunakan bahasa yang ringan dan  membuat pembaca semakin  kepo memancing rasa penasaran untuk membacanya sampai selesai.

Dilengkapi dengan lembar kerja yang  disiapkan oleh penulis, membantu  untuk kita menerapkan konsep dan mengajak kita untuk grow up secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

‎Kekurangan :

Pertama saat melihat buku ini, desain sampul kurang menarik, berwarna ungu dan font putih sehingga terkesan monoton kurang mengunggah penasaran pembaca. (ykib/silvi).

‎Identitas buku:  

‎Judul   : Law Of Attraction

‎Penulis : Michael J Losier

‎Editor : Herri Wahyudi

‎Penerbit : PT Cahaya Insan Suci

‎Tahun terbit: 2006

‎Tebal buku : 194 halaman

*Penulis resensi buku adalah Kepala Kampung Ilmu Padangan

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *