Oleh Nola Armylia
Novel ini merupakan sebuah karya berlatar belakang sejarah negeri kita Indonesia. Periode setelah kemerdekaan hingga terjadi pemberontakkan G 30 S PKI. Diawali dengan tokoh Amid yang akan kembali ke tempat persembunyian kelompoknya setelah semalam mereka diserbu oleh tentara Republik di sebuah hutan.
Tokoh Amid, Kiram, dan Jun adalah potret pemuda yang sangat cinta dengan Tanah Air. Dan mereka seperguruan di bawah bimbingan Kiai Ngumar. Sejak Kiai Ngumar meminta untuk melaksanakan fatwa Jihad tidak ada perkembangan selama 3 bulan, Amid dan Kiram mulai berpikir bahwa Kiai Ngumar hanya main-main.
Pada suatu hari Kiai Ngumar memanggil Amid dan Kiram dan langsung menyuruh ke Purwokerto. Dari sini berbagai persoalan muncul, setelah perang selesai mereka bingung mau kemana lagi, apalagi Kiram dan Jun buta huruf dan mereka berpikir sangat mustahil rasanya menjadi tentara Republik. Tiba-tiba muncul tokoh Suyud yang merupakan seorang Kiai yang juga berpikir tidak mau bergabung dengan tentara Republik yang didalamnya ada orang komunis.
Mereka sebagai orang yang berjuang dalam jalur Islam, mereka tidak sejalan dengan tentara Republik, maka mereka bergabung dengan tentara Hizbullah. Hizbullah adalah gerakan perlawanan rakyat yang bersifat sukarela.
Di pertengahan tahun 1948 Barisan Pemuda, nama asal-asalan yang diberikan buat kelompok kecil pasukan itu sendiri sah menjadi Hizbullah dan Amid merasakan adanya perubahan-perubahan yang lebih terasa terjadi pada segi yang menyangkut hubungan dengan kelompok-kelompok tentara resmi.
Tiga tahun kemudian Amid dan temannya diminta oleh tentara untuk membantu melawan pasukan komunis yang bertahan di hutan jati. Mereka kembali mengangkat senjata atas nama tentara RI, bertempur dengan semangat jihad untuk Republik. Di tengah tidak kepastian nasib dan hidup di hutan Amid teringat akan istri dan calon anaknya, impian Amid hanya ingin hidup tenang bersama keluarga nya. Apabila akhirnya harus berjuang, dia ingin menjadi bagian dari tentara Republik yang membela Indonesia.
Pada akhirnya Amid meninggal ketika dia berperang melawan komunis sehingga Amid disebut mati syahid.
Penulis adalah guru Bimbel Gugusan Bintang YKIB
Judul : Lingkar Tanah Lingkar Air
Pengarang : Ahmad Tohari
Editor : Eka Pudjawati
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2015
Tebal halaman : 168 Halaman

