*Oleh Rita Anggraeni, S.S., M.A.
Pernahkah kamu merasa kesepian? Pada saat apakah kamu merasa benar-benar kesepian? Buku yang berjudul Loneliness Is My Bestfriend karya Alvi Syahrin ini bisa menjadi salah satu bacaan yang cocok ketika kamu sedang merasa kesepian. Buku ini terdiri atas 45 bab yang relate dengan kehidupan kebanyakan orang. Di antaranya: Surat Dari Kesepian, Aku Nggak Punya Sahabat, Ada Tapi Tak Dianggap, Rumah Yang Tak Terasa Seperti Rumah, Aku Nggak Pernah Punya Kisah Cinta, Introvert, Ekstrovert, Bukan Keduanya, Latihan Berteman Sama Diri Sendiri, Dan Berdamai Dengan Kesepian.
Bagian awal buku ini berisi tentang penawaran penulis kepada pembaca untuk menjadi teman. Selain itu ajakan penulis agar kita mau menerima rasa kesepian yang sejatinya selalu hadir dalam diri seseorang. Bagian selanjutnya tentang kesepian dan merasa terpuruk karena tidak punya sahabat. Ia merasa tidak ada yang peduli dengannya. Teman yang ia miliki adalah teman musiman yang datang hanya ketika butuh dan memanfaatkannya saja.
Dalam buku ini juga berisi tentang kesepian karena keadaan keluarganya. Ia merasa tidak disayangi kedua orang tuanya dan merasa keluarganya tidak sehangat keluarga lain. Ia sangat merindukan kasih sayang dari teman, keluarga, bahkan kekasih yang selama ini tidak pernah ia miliki.
Dalam buku ini menceritakan bahwa kesepian itu adalah hal yang wajar. Kita tidak perlu merasa paling menderita. Rasa kesepian itu adalah sesuatu yang sangat wajar dan pasti dialami oleh setiap manusia, baik seorang introvert maupun ekstrovert. Akan tetapi, terkadang kesepian itu salah satu cara kita untuk recharge energi. Loneliness bukanlah hal yang menyeramkan karena semua orang tidak akan bisa bergantung dengan orang lain selamanya. Ada kalanya ia akan kesepian. Tempat terbaik bergantung hanyalah Allah SWT.
Perlu kita sadari, semakin kita dewasa, biasanya circle pertemanan kita menjadi semakin kecil. Mungkin hanya satu atau dua teman yang benar-benar teman yang bisa memahami dan mengerti kita. Selain itu, semakin dewasa kita, tekanan dan tuntutan terhadap kita juga semakin besar. Keadaan inilah yang biasanya dibarengi dengan rasa kesepian yang menyerang kita. Kita akan merasa hidup ini monoton karena biasanya waktu kita habis untuk bekerja atau beraktivitas.
Pada buku ini juga bercerita tentang cara mengatasi dan berdamai dengan kesepian. Alvi mengajak kepada pembaca agar tidak membenci diri kita sendiri karena ketidaksempurnaan kita. Allah menciptakan makhluk-Nya dengan segala takdir dan cerita hidup yang berbeda-beda. Kesepian juga termasuk bagian dari rasa yang Allah ciptakan untuk menjadikan manusia bisa bertafakur dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Pada bagian lain buku ini dipaparkan bahwa tidak ada cara yang paling ampuh atau paling sempurna untuk berdamai dengan kesepian. Kesepian seperti sebuah puzzle raksasa. Cara berdamai dengannya adalah dengan mencari dan menghubungkan kepingan-kepingan puzzle tersebut. Keluarga yang hangat adalah satu kepingan kecil dan berharga. Teman yang supportif adalah kepingan kecil lain. Seorang kekasih sejati yang mungkin bisa menjadi kepingan yang sedikit lebih besar.
Perlu kita sadari bahwa besar atau kecilnya ukuran kepingan itu tergantung dengan cara kita dalam menilainya. Jika kita menganggap keluarga hangat atau teman yang supportif adalah hal paling berharga, maka itu menjadi kepingan yang paling besar. Akan tetapi, jika mereka pergi, maka hilanglah kepingan besar dalam puzzle hidup kita dan kita akan merasa kesepian lagi. Oleh karena itu, sejatinya kepingan puzzle yang lebih kokoh adalah hubungan baik kita dengan diri kita sendiri karena diri ini tidak akan hilang dari diri kita sendiri. Namun, ada juga kepingan puzzle yang paling kokoh adalah dengan mengingat Allah Swt.
Kelebihan dalam buku ini adalah dari segi luarnya, covernya bagus, unik, dan menarik, yaitu lukisan dalam sebuah lukisan dan tergambar sesorang yang merasa kesepian. Adapun dari segi ceritanya, penulis mencoba bercerita bahwa ia adalah teman baru pembaca. Pembaca seolah bisa berkomunikasi dua arah meskipun lewat sebuah buku. Bahasa yag digunakan sangat ringan dan mudah difahami. Buku ini bisa dijadikan sebagai teman sepenanggungan dan berbagi rasa sedih baik karena menjadi pilihan kedua, tidak adanya sahabat dekat, seseorang yang punya rumah, tetapi suasananya tidak hangat, atau masalah yang lainnya. Buku ini cocok untuk seseorang yang selalu merasa sedih atas kesepiannya. Selain itu, penulis mengajak untuk selalu mendekat kepada Allah karena Dia lah sebaik-baik tempat bergantung dan berserah diri.
Kekurangan buku ini adalah banyak halaman berisi kalimat-kalimat yang singkat, sehingga bisa termasuk pemborosan karena melihat tebal bukunya yang melebihi 300 halaman. (ykib/rita).
Identitas buku
Judul buku : Loneliness Is My Bestfriend
Pengarang : Alvi Syahrin
Penerbit : Alvi Ardhi Publishing
Tahun terbit : 2024 (Cetakan ke-8)
Tebal buku : 306 halaman
ISBN : 9786239700225
*Penulis resensi buku adalah Kepala Kampung Ilmu Cepu

