Oleh Tsamrotul Ulum, S.P.
Setiap tanggal 28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda yang mana pada tahun 2020 ini kita memperingati perayaan yang ke-92 tahun. Hari Sumpah Pemuda merupakan refleksi dari semangat satu tekad, pengorbanan, perjuangan dan persatuan pemuda pemudi Indonesia dalam usaha memerdekan Ibu Pertiwi. Jargon untuk perayaan tahun ini adalah “Bersatu dan Bangkit”.
Sumpah Pemuda sendiri dibuat dan dirumuskan dengan beberapa tujuan. Berikut adalah tujuan Sumpah Pemuda antara lain :
- Melaksanakan cita-cita untuk mengumpulkan seluruh pemuda Indonesia;
- Membangkitkan jiwa dan sikap nasionalisme para pemuda pemudi Indonesia;
- Menghilangkan rasa kedaerahan yang selalu menjadi penghalang rakyat Indonesia untuk bersatu;
- Memperkokoh dan mempertebal rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia;
- Memperluas usaha-usaha dan kegiatan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia.
Presiden Republik Indonesia yang pertama yaitu Ir. Soekarno pernah berkata, “berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncangkan dunia.”
Berdasarkan kalimat di atas, dapat diketahui betapa besarnya kontribusi dan pengaruh peran pemuda dan pemudi untuk kemajuan suatu bangsa, karena di tangan pemuda dan pemudilah sebuah peradaban akan berubah. Oleh karena itu, hari Sumpah Pemuda memiliki makna dan arti bagi kita semua generasi muda atau dikenal dengan generasi milenial. Berikut merupakan cara bagi kita generasi milenial dalam memaknai isi Sumpah Pemuda :
- Semangat Belajar dan Berprestasi
Generasi milenial dapat memaknai isi sumpah pemuda dengan semangat belajar dan berprestasi. Tidak hanya secara akademik, tetapi juga non-akademik, yaitu dengan menggali, mengasah dan mengembangkan Passion (minat dan bakat) yang dimilikinya. Karena pendidikan itu sangat penting untuk dirinya sendiri, lingkungannya maupun mengharumkan nama Bangsanya. Terlebih saat ini, untuk pengembangan akademik Pemerintah mendukung penuh bidang pendidikan dengan berbagai cara diantaranya : program wajib belajar 12 tahun, pemberian beasiswa (Bidik Misi untuk jenjang S1 dan LPDP untuk jenjang S2 dan S3), Program Indonesia Pintar (PIP) yang berupa pemberian dana untuk membeli peralatan sekolah, program pertukaran pelajar dan sebagainya. Oleh karena itu, sebaiknya kita memanfaatkan atau menggunakan kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin.
Sementara untuk bidang non akademik, para pemuda pemudi bisa mengembangkan minat dan bakatnya. Sebagai contoh pemuda asal mojodelik yaitu Samsul Arif yang mengembangkan bakatnya dibidang sepak bola sehingga dia bisa bermain di klub bola terkenal seperti Arema Malang dan Persib Bandung bahkan pernah membela Timnas Indonesia. Ada juga contoh lain yaitu Prilly Latuconsina seorang aktris, penyanyi, pemain film yang telah berhasil membintangi banyak film layar lebar seperti Danur dan Hangout. Prilly pun telah berhasil mendapatkan berbagai penghargaan dari beberapa kategori. Prilly juga mempunyai bisnis kuliner dengan brand “Nona judes”. Pengembangan prestasi non akademik inilah yang juga harus kita tiru.
- Produktif dan Menjauhi Narkoba
Sebagai pemuda pemudi yang membangun peradaban bangsa, kita juga harus berperilaku produktif dan menjauhi narkoba. Produktif yaitu suatu kegiatan yang menghasilkan sesuatu, berupa hal baru yang didapat dari kegiatan membaca, menulis, berkarya atau sebagainya. Produktif sesuai dengan bidang atau bakat yang dimiliki.
Pemuda pemudi Indonesia sebaiknya juga menjauhi penyalahgunaan narkoba. Karena narkoba banyak sekali dampak negatifnya yaitu menyebabkan dehidrasi, menyebabkan halusinasi, menurunnya tingkat kesadaran, kecanduan, merusak organ tubuh dan mendapat sanksi sosial.
- Bangga Terhadap Bahasa Indonesia
Indonesia memiliki semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Hal ini selaras dengan keragaman bahasa daerah yang ada di Indonesia yaitu kurang lebih ada sebanyak 652 bahasa daerah. Meskipun demikian, bahasa persatuan kita tetaplah bahasa Indonesia.
Ditengah gencarnya kemajuan zaman dan teknologi, masuknya budaya asing di Indonesia sangat banyak mempengaruhi kita untuk mengikuti budaya tersebut, salah satunya adalah bahasa internasional (bahasa inggris). Penguasaan dan penggunaan bahasa inggris merupakan skill yang harus terus dikembangangkan untuk dapat berinteraksi, belajar dan berbinis dengan banyak orang dari berbagai negara. Tetapi, bahasa Indonesia adalah bahasa wajib yang harus kita kuasai. Oleh karena itu, bahasa Indonesia haruslah tetap menjadi bahasa yang kita gunakan sehari-hari dimanapun dan kapanpun, sesuai dengan isi Sumpah Pemuda yang telah diikrarkan para pemuda dulu, yaitu berbahasa yang satu bahasa Indonesia. (*/ykib)
Penulis adalah guru Bimbel Gugusan Bintang YKIB

