Oleh Frensi Agustina, S.Pd.
Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah cita cita bangsa Indonesia yang menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa baik pemerintah, pihak swasta dan masyarakat pada umumnya. Bangsa yang cerdas bisa dilihat dari kualitas pendidikannya baik dalam bentuk pendidikan formal, nonformal dan informal. Cita-cita besar bangsa Indonesia ini menjadi visi Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro yaitu satuan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pembelajaran untuk menambah pengetahuan siswa unggul dalam prestasi dan karakter di Kabupaten Bojonegoro khususnya di Kecamatan Purwosari dan Kecamatan Kalitidu. Dari visi dituangkan dalam misinya yaitu meningkatkan pendidikan anak Indonesia, berilmu, dan mempunyai keterampilan. Yayasan yang baru berumur 5 tahun ini tentunya ikut serta membantu pemerintah dalam mewujudkan pendidikan nasional membangun sumber daya manusia.
Pendidikan nasional merupakan salah satu sektor pembangunan manusia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan memberdayakan setiap warga negara menjadi manusia berkualitas yang mampu menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Manusia berkualitas menurut Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ialah manusia yang terdidik, yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, demokratis, berilmu, cakap, sehat, mandiri, kreatif dan bertanggung jawab. Penyelenggaraan pendidikan sesuai undang-undang tersebut diharapkan mampu mewujudkan manusia yang berkualitas, sehingga mampu menjadi penerus bangsa di masa depan. Hal ini sangat sejalan dengan visi dan misi Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro.
Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro yang berdiri pada tanggal 20 November 2015 ini memiliki izin lembaga dan disahkan berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Nomor AHU-0024858.AH.01.04. Tahun 2015 . Salah satu bentuk jalur penyelenggaraan pendidikan yang ditempuh oleh Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro yaitu jalur pendidikan nonformal meliputi pertama, kelas bimbingan belajar meliputi jenjang PAUD, SD, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, kedua kegiatan literasi dan perpustakaan, ketiga kegiatan sosial keagamaan, keempat kegiatan kerja sama dengan instansi luar, dan kelima kegiatan kreativitas anak di hari besar nasioanal.
Jalur pendidikan nonformal yaitu jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan nonformal mempunyai peran terhadap pendidikan formal. Adapun peran pendidikan nonformal dalam konteks keterkaitan dengan pendidikan formal yaitu sebagai pengganti (substitusi) pendidikan formal, suplemen pendidikan formal, komplemen pendidikan formal, sebagai jembatan menuju ke dunia kerja, dan wahana untuk bertahan hidup dan berkembang.
Fungsi pendidikan nonformal sebagai suplemen atau penambah pendidikan formal di era modern ini sudah tidak asing lagi untuk ditemukan. Salah satu bentuk pendidikan nonformal sebagai penambah pendidikan formal yaitu lembaga bimbingan belajar. Lembaga bimbingan belajar merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang memberikan bimbingan berupa bimbingan belajar mengenai pelajaran akademis yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Visi dari lembaga bimbingan belajar secara umum yaitu meningkatkan motivasi belajar, kualitas akademik atau prestasi dari siswanya. Namun di Kampung Ilmu ini fungsinya lebih luas lagi selain bidang akademik kita juga menonjolkan pembentukan karakter siswa dan pembiasaan siswa.
Mari kita tengok tentang Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 tahun 2007 tentang Standar Proses Penyelenggaraan Pembelajaran bahwa standar proses mencangkup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan hasil pembelajaran. Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara pendidik dan siswa. Agar proses interaksi siswa dengan pendidik dan sumber belajar berjalan dengan optimal dalam mencapai tujuan pembelajaran, maka kegiatan pembelajaran harus dikelola dengan baik. Kampung Ilmu telah memiliki struktur organisasi yang jelas dan program kerja telah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan perencanaan. Perencanaan kegiatan tertuang dalam proposal, setelah kegiatan panitia harus membuat laporan dalam bentuk dokumen laporan pertanggungjawaban. Di laporan ini pula akan ada evaluasi jika dalam pelaksanaan terdapat hambatan, masalah dan rekomendasi untuk kegiatan ke depan agar lebih baik.
Manajemen pembelajaran secara praktis pada dasarnya adalah rekonstruksi pengetahuan, keterampilan, sikap dan kemampuan lainnya melalui suasana belajar mengajar di dalam kelas. Selain itu, manajemen pembelajaran merupakan formulasi yang sistematis untuk menetapkan spesifikasi tujuan belajar dalam bimbingan belajar yang mengarah pada peningkatan motivasi berprestasi siswa, sebagai suatu perubahan melalui pembelajaran. Perubahan dapat terjadi pada siswa sebagai akibat dari pengalaman belajar dengan metode pengajaran yang tepat. Akan tetapi karena faktor lain yang muncul dalam pembelajaran seperti manajemen pembelajaran kurang tepat, strategi pengajaran yang kurang tepat dan sumber daya lembaga bimbingan belajar terbatas, sarana dan prasarana yang kurang memadai sehingga dapat berpengaruh dengan motivasi berprestasi siswa.
Gugusan Bintang adalah salah satu lembaga bimbingan belajar yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat di bawah naungan Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro. Melayani bimbingan belajar secara privat/perseorangan dan regular/berkelompok mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) serta umum meliputi semua mata pelajaran sekolah lengkap. Ada juga program kelas persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri/PTN, kelas Calistung (baca, tulis, hitung), kursus komputer, membaca Al Quran, hafalan Al Quran, dan kursus bahasa inggris. Program kursus akan mendapatkan sertifikat. Program belajar di luar kelas juga ada yaitu outbound, fieldtrip setiap tahunnya dan berbagai lomba kreativitas anak yang diadakan pada peringatan hari besar tertentu. Ada pembiasaan siswa mengenal bahasa yang digunakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa/PBB yaitu bahasa Inggris, Arab, Rusia, Cina, Mandarin, Perancis, Jerman dan Belanda. Dilihat dari segi pendidiknya guru di Gugusan Bintang adalah guru berpengalaman dan profesional berkualifikasi S1 dan S2 lulusan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dari dalam dan luar Kota Bojonegoro. Secara biaya investasi pendidikan di sini sangatlah terjangkau dengan fasilitas memadai ada jaringan wifi, perpustakaan, dan media pembelajaran bermacam-macam.
Lembaga Bimbingan Belajar Gugusan Bintang memiliki keistimewaan dari segi anggaran bersifat nonprofit. Memiliki program subsidi untuk siswa kurang mampu dan yatim piatu. Memiliki program selain akademis juga pengembangan karakter siswa seperti peringatan Hari Nasional Kemerdekaan 17 Agustus, Maulid Nabi Muhammad SAW, hari anak nasional, hari santri, dan peringatan hari buku sedunia. Khusus peringatan Hari Buku Sedunia yang jatuh pada tanggal 23 April yang digelar dalam bentuk spesial seperti kuliah umum menghadirkan Bupati Bojonegoro Dr. H.M Soeyoto, M.Si., basar buku, bedah buku dan berbagai lomba yag diikuti oleh masyarakat luas seperti lomba bercerita, puisi, mengarang cerita dan meresensi buku.
Penyelenggaraan bimbingan belajar dilakukan lima kali pertemuan dalam seminggu yaitu hari Senin-Jumat dengan memberikan materi sesuai dengan pelajaran mereka di sekolah, mengerjakan tugas sekolah. Bimbel ini sifatnya sangat fleksibel menyesuaikan jam longgar mereka sepulang sekolah sehingga masyarakat sekitar atau orang tua tertarik mendaftarkan putra- putrinya ke Bimbel Gugusan Bintang Kampung Ilmu. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah siswa setiap tahunnya. Berdasarkan data induk siswa Lembaga Bimbingan Belajar Gugusan pada tahun ajaran berdiri pada tahun 2015 dengan jumlah siswa berjumlah 20 siswa, tahun 2016 berjumlah 50 siswa, tahun 2017 berjumlah 80 siswa, tahun 2018 berjumlah 110 siswa, 2019 berjumlah 130 siswa, 2020 berjumlah 150 siswa, 2021 jumlah siswa di Gugusan Bintang sebanyak 180 siswa.
Keunikan konsep lembaga belajar di Lembaga Bimbingan Belajar Gugusan Bintang yaitu tumbuh dan berkembang di tengah perkampungan masyarakat dan suasana belajar dibuat senyaman belajar di rumah sendiri. Memiliki program tahunan belajar outclass di alam berupa outbound dan fieldtrip. Konsep tersebut menjadikan ciri khas dan diferensiasi lembaga ini dengan lembaga lain.
Dalam pengelolaan pembelajaran yang dilakukan di lembaga bimbel Gugusan Bintang Kampung Ilmu menerapkan langkah-langkah manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Konsep ini dibalut dalam pembelajaran joyful learning atau pembelajaran yang menyenangkan. Dalam dunia pendidikan, hal tersebut diperlukan demi mendapatkan hasil yang optimal. Siswa belajar dengan hati senang, lingkungan nyaman dan asri karena kita mengusung konsep green house dan guru yang profesional. Dapat dipastikan orang tua merasa tenang dan tepat keputusannya untuk menitipkan putra-putrinya di sini. Melalui manajemen pembelajaran yang tepat dan metode pengajaran guru sebagai mentor diharapkan proses pembelajaran berjalan dengan baik sehingga meningkatkan motivasi berprestasi siswa dan karakter yang baik.
Berdasarkan pendapat para ahli kita akan meninjau ulang apakah metode pembelajaran di sini sudah tepat secara teori. Bimbingan menurut Rochman Natawidjaja (Nursalim, 2007:173), adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara terus menerus supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga ia sanggup mengarahkan diri dan dapat bertindak wajar, sesuai dengan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat serta kehidupan pada umumnya. Sedangkan, belajar menurut Hintzman (Nursalim, 2007:89), adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme yang disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut. Berdasarkan penjelasan di atas, maka bimbingan belajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara terus menerus sehingga terjadi suatu perubahan yang terjadi dalam diri individu yang disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku individu tersebut.
Bimbingan belajar bertujuan untuk memberikan kesempatan belajar kepada siswa maupun lulusan suatu jenjang pendidikan untuk memenuhi kebutuhan siswa. Kebutuhan ini berkaitan dengan hal: (1) memperluas penguasaan materi pelajaran yang diperlukan untuk bekal melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi; dan (2) menambah pengetahuan tentang materi pelajaran yang dirasakan penting agar tidak ketinggalan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin cepat.
Menurut Bafadhal yang dikutip Nistu Laili (2014:3), menjelaskan bahwa manajemen pembelajaran adalah segala sesuatu pengaturan proses belajar mengajar dalam rangka tercapainya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien dan peningkatan motivasi belajar
Bimbingan Belajar Gugusan Bintang Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro terletak di Jalan Kampung Ilmu RT 03/RW 05 Korgan Desa/Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro sudah berusia 5 tahun. Memiliki cabang di Dusun Krajan RT 03/RW 01 Desa/Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro. Tempat belajar di sini sangat aman dan luas karena lokasinya jauh dari akses jalan raya utama provinsi. Kemudahan akses masuk dan dengan lahan parkir yang luas. Setiap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sepeda, sepeda motor dan mobil tertata rapi di tempat parkir yang disediakan. Di samping itu taman bunga dengan beraneka ragam jenis bunga yang terawat dan sejuk di pandang mata menambah suasana belajar semakin nyaman.
Pengurus yayasan terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara. Ketua Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro adalah Muhammad Roqib, S.H., M.H. Sekretarisnya adalah Min Qurin Amaliya Qoria, S.Pd. Bendaharanya adalah saya sendiri FrensiAgustina,S.Pd yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya semester 3. Guru pendidik ada 15 orang yaitu Min Qurin Amaliya Q, S.Pd, Ainun Dyan Suttie P, S.Pd, Nola Armylia, S.Sos, Eti Nurjanah, S.Pd., Tsamrotul Ulum, S.P., Ahmad Nur Afandi, S.ST., Setya Adi Nugraha, M. Li., Qoniatul Qismah, S. Pd., Ananda Silviana Putri, Annisa Qothrunnada, S.Pd., Yuni Eka Septiana, S. T., Siti Ermawati, S. H., Puguh Prianggoro, S.Pd., dan Purwanto, S.Kom.
Kegiatan pembelajaran di sini telah terdokumentasikan dengan baik mulai proses pendaftaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi belajar sampai kelulusan siswa. Dokumen dan arsip fisik berupa buku pendaftaran, absensi siswa, jurnal mengajar, hasil belajar siswa, dokumen kegiatan rutin dan insidental. Kegiatan setiap hari juga diabadikan di saluran media sosial online milik kampung Ilmu. Whatsapp dengan nomor 085330079162, facebook dengan nama akun Kampung Ilmu Bojonegoro, instagram dengan nama akun kampungilmu_bojonegoro, youtube dengan nama akun kampungilmubojonegoro, website yaitu www.kampungilmubojonegoro.or.id.
Strategi promosi hampir semua sudah pernah dilakukan yaitu promosi lewat media sosial berupa gambar menarik ataupun video melalui akun facebook, instagram, whatsapp, dan website resmi Yayasan kampung Ilmu Bojonegoro setiap harinya. Jadwal petugas yang bertanggungjawab adalah guru sesuai dengan piketnya. Setiap sebulan sekali ketika evalausi bulanan akan diumumkan karya publikasi terbaik di media sosial dan akan mendapatkan hadiah menarik. Biasanya hadiah berupahadiah hiburan berupa sembako. Promosi door to door baik ke rumah maupun ke sekolah, pembuatan banner/spanduk di tempat strategis, membuat brosur, souvenir khusus. Promosi dari mulut ke mulut sering dilakukan oleh orang tua yang puas terhadap pelayanan lembaga. Mereka membantu mempromosikan ke masyarakat yang lain. Ikut mengajak relasinya yang belum bergabung untuk segera bergabung menjadi siswa di Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro
Kembali ke cerita khusus kali ini tentang manajemen pembelajaran di Gugusan Bintang Kampung Ilmu. Berdasarkan fungsi manajemen yang disampaikan oleh George R. Terry (Rohman, 2012:25) yaitu perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), penggerakan/pelaksanaan (Actuating), pengawasan (Controlling). Berikut analisis manajemen pembelajaran menurut George R. Terry:
- Perencanaan (Planning)
Banghart dan Trull (Sagala, 2009:47) mengemukakan “Education planning is first of all a rational procces”. Menurut Ivor K. Davies (1987:50), perencanaan adalah pekerjaan yang dilakukan seorang guru untuk merumuskan tujuan belajar. Apabila seorang guru-manajer merencanakan, dia berusaha untuk:
- Menganalisis tugas
- Mengidentifikasi kebutuhan latihan/belajar
- Merumuskan tujuan
Teori tersebut telah dilakukan oleh Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro. Perencanaan bimbingan belajar yang dilakukan oleh yayasan/guru belajar yaitu menganalisis tugas, mengidentifikasi kebutuhan latihan/belajar, dan merumuskan tujuan.
- Menganalisis tugas
Berdasarkan analisis tugas yang mengacu pada model pembelajaran Kemp, Morrison, dan Ross (Husamah, 2013:73) analisis tugas meliputi analisis struktur isi, analisis prosedural, analisis konsep, dan pemrosesan informasi. Analisis struktur isi dilakukan dengan mencermati kurikulum sedangkan analisis prosedural dilakukan dengan mengidentifikasi. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2013
Yayasan kampung ilmu sebagai induk dari lembaga bimbingan belajar telah menetapkan kebijakan terkait tujuan dari program belajar yaitu melakukan analisis tugas belajar yang dilakukan di awal semester dengan menentukan wali kelas tiap jenjang belajar mulai dari kelas PAUD, SD kelas 1-6, SMP kelas 7-9, dan SMA kelas 10-12. Tiap wali kelas menyiapkan materi yang akan diajarkan berdasarkan bahan di buku ajar dan latihan soal. Tiap jenjang memiliki tugas yang berbeda. Praktek di lapangan, bahwa siswa lebih memprioritaskan dalam pembahasan materi dan soal yang diberikan oleh sekolah. Terkadang materi yang disiapkan oleh guru tidak digunakan, karena tiap siswa memiliki buku panduan belajar sendiri yang kadang berbeda dengan buku yang dimilki oleh lembaga. Pembahasan pekerjaan rumah lebih menjadi mayoritas proses belajar di sini.
- Mengidentifikasi kebutuhan latihan / belajar
Proses identifikasi kebutuhan belajar dilakukan dengan memberikan pertanyaan kepada peserta didik, wawancara secara mendalam kepada peserta didik dan orang tua di awal pendaftaran serta memberikan tes tanya jawab di awal pembelajaran. Yang dibutuhkan oleh peserta didik dan orang tua adalah siswa mampu menyelesaikan tugas sekolah dan menguasai materi yang belum dikuasai ketika belajar di kelas. Motivasi belajar dan prestasi peserta didik meningkat setiap harinya dilihat dari kehadiran setiap harinya.
- Merumuskan tujuan
Merumuskan tujuan belajar di lakukan di awal semester dengan membuat tujuan belajar yang akan dicapai dalam satu semester yang dituangkan dalam perangkat pembelajaran dan mengajar. Perangkat pembelajaran dan mengajar yang dibuat disesuaikan dengan kurikulum yang sedang digunakan yaitu kurikulum 2013.
Berdasarkan dari teori Ivor K. Davies (1987:50) mengenai perencanaan yang harus dilakukan oleh guru, Yayasan telah melakukan perencanaan sesuai dengan langkah-langkah perencanaan yang ada. Terbukti dengan adanya perangkat pembelajaran dan mengajar, proses identifikasi, perumusan tujuan, serta bahan ajar berupa buku paket dan buku latihan soal dalam setiap mata pelajaran per jenjang pendidikan yang lengkap tiap jenjang kelas ada.
Tujuan program lain mengenai pendidikan karakter adalah dengan program pelaksanaan sholat berjamaah di sesi yang tepat masuk waktu sholat. Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Samani dan Hariyanto (2013:45) dalam bukunya menjelaskan bahwa pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi hati, pikir, raga serta rasa dan karsa. Sholat berjamaah biasanya bertepatan dengan sholat dhuhur dan ashar serta isyak. Pembiasaan karakter lain yaitu siswa dibiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar, membuang sampah di tempat sampah. Dan pembiasaan membaca buku di perpustakaan ketika jam istirahat.
Tujuan pembelajaran outdoor yang meliputi outbound dan fieldtrip serta kegiatan lomba yang menunjang kreativitas anak. Menurut Husamah (2013:19), pembelajaran di luar kelas merupakan aktivitas luar sekolah yang berisi kegiatan di luar kelas/sekolah dan di alam bebas lainnya, seperti: bermain di lingkungan sekolah, taman, perkampungan pertanian/nelayan, berkemah, dan kegiatan yang bersifat kepetualangan, serta pengembangan aspek pengetahuan yang relevan. Kegiatan kunjungan yang pernah dilakukan adalah fieldtrip ke kebun teh Jamus Ngawi pada tahun 2016, Air Terjun Srambang Ngawi tahun 2017, Ke Perataan dan Go Fun Bojonegoro 2018, Geni Langit tahun 2019, dan ke Eco Green Park dan Flower Garden Malang tahun 2020. Di samping fieldtri untuk siswa, khusus guru juga ada family gathering yang dilaksanakan setiap tahunnya. Sebagai sarana kedekatan antar anggota guru. Tempat wisata yang dikunjungi di antaranya Pantai Karang Jahe Beach Tahun 2017, Nglirib Tubah dan Goa Akbar tahun 2018, Candi gedong songo dan semilir di Semarang tahun 2020.
- Pengorganisasian (Organizing)
Menurut Gibson, at al (dalam Sagala, 2009:49), pengorganisasian meliputi semua kegiatan manajerial yang dilakukan untuk mewujudkan kegiatan yang direncanakan menjadi suatu struktur tugas. Pendapat ini menggambarkan bahwa ada empat syarat yang harus dipertimbangkan dalam pengorganisasian yaitu legitimasi (legitimacy), efisiensi (efficiency), keefektifan (effectiveness), dan keunggulan (exelence).
Mengorganisasi bagi seorang pendidik adalah melakukan hal-hal berikut:
- Memilih teknik mengajar yang tepat
- Memilih alat bantu belajar audiovisual
- Memilih besarnya kelas yang tepat
- Memilih strategi yang tepat untuk mengkomunikasikan peraturan- peraturan, prosedur-prosedur, serta pengajaran yang kompleks.
Jika teori tersebut dihubungkan di sini, menunjukkan bahwa tahap pengorganisasian yang dilakukan oleh Gugusan Bintang sebagian telah sesuai dengan. Teori para ahli. Pengorganisasian bimbingan belajar yang dilakukan oleh yayasan/guru belajar yaitu memilih teknik mengajar yang tepat; memilih alat bantu belajar audiovisual; memilih besarnya kelas yang tepat; dan memilih strategi yang tepat untuk mengkomunikasikan peraturan-peraturan, prosedur-prosedur, serta pengajaran yang kompleks.
- Memilih teknik mengajar yang tepat.
Teknik mengajar yang dilakukan oleh guru di Gugusan Bintang dilakukan dengan penyesuaian terhadap masalah yang sedang dihadapi peserta didik. Secara keseluruhan guru menggunakan teknik mentoring. Istilah mentoring berasal dari bahasa Inggris, yang berarti pembimbingan. Sedangkan kata bimbingan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti petunjuk (penjelasan) cara mengerjakan sesuatu, tuntunan, pimpinan. Mentoring memiliki kata dasar mentor, dalam KBBI memiliki arti berperan sebagai adviser, role model, consellor guru dan atau guru (Badudu dan Zein, 1994).
- Memilih alat bantu belajar audiovisual. Alat bantu belajar yang digunakan yaitu papan tulis, boardmarker, buku, gawai, laptop dan alat bantu yang sesuai dengan materi.
- Memilih besarnya kelas yang tepat. Ruang kelas yang digunakan dalam pembelajaran di Gugusan Bintang dirancang khusus untuk menampung 8 orang peserta didik dikelompokkan berdasarkan jenjang PAUD, SD sesuai kelasnya, SMP sesuai kelasnya, SMA sesuai kelasnya bagi kelas reguler/kelompok. Semua peserta didik tertampung dalam kelas dikarenakan pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah Ada juga kelas privat yang terdiri dari 1 siswa dan 1 guru. Ada 7sesi setiap harinya. Setiap sesi durasi pembelajaran selama 1,5 jam dan ada 6 kelas rata-rata setiap sesinya.
Dapat dikatakan bahwa, jumlah peserta didik dalam satu kelas di Gugusan Bintang telah memenuhi ketentuan yaitu kesanggupan manajer/guru dalam menanganinya.
- Strategi yang digunakan oleh masing-masing yayasan berbeda-beda. Adapun startegi yang digunakan oleh masing-maisng pengelola yaitu dengan diskusi bersama, face to face, dan konvensional. Strategi konvensional masih digunakan di sini. Dalam membuat strategi guru menempatkan diri sebagai seorang mentor bersahabat sehingga peserta didik merasa nyaman belajar sehingga materi yang disampaikan kan mudah terserap. Sesuai dengan motto Gugusan Bintang yaitu belajar senyaman di rumah sendiri.
Teknik mengajar yang dilakukan disesuaikan dengan permasalahan peserta didik, alat bantu belajar disesuaikan dengan kebutuhan belajar, ruang kelas dirancang untuk menciptakan kelas kondusif, dan penggunaan strategi yang tepat, serta pengajaran sesuai, guru yang ramah dan bersahabat.
- Pelaksanaan (Actuating)
Menggerakkan menurut Keith Davis (Sagala, 2009:53) ialah kemampuan pemimpin membujuk orang-orang mencapai tujuan- tujuan yang telah ditetapkan dengan penuh semangat.
Menurut Ivor K. Davies (1987:212) memimpin adalah pekerjaan yang dilakukan oleh pendidik untuk memberikan motivasi, mendorong, dan membimbing siswa sehingga mereka siap untuk mencapai tujuan belajar yang telah disepakati. Jika seorang pendidik memimpin, ia akan berusaha untuk:
- Memperkuat motivasi peserta didik. Memperkuat motivasi peserta didik dilakukan setiap lima menit dari alokasi waktu pembelajaran yang tersedia. Kegiatan yang dilakukan dengan memberikan cerita inspirasi dari beberapa tokoh yang telah mendunia dan beberapa cerita tauladan, memberikan tontonan motivasi, memamkan tentang pentingnya menjadi generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter handal dan membanggakan keluarga, masyarakat dan negara.
Motivasi yang dilakukan Guru di Gugusan Bintang sudah menumbuhkan motivasi ekstrinsik peserta didik, sehingga peserta didik termotivasi untuk rajin belajar setiap hari.
- Memilih strategi mengajar yang tepat, untuk semua jenjang, dalam mencapai tujuan-tujuan kognitif
Strategi pembelajaran untuk segala jenjang yang digunakan oleh yayasan secara umum yaitu pembelajaran secara langsung. Guru menjadi mentor yang mendampingi tugas dari sekolah jika tidak ada tugas maka guru memberi materi sesuai dengan bahan ajar yang telah direncanakan. Mengenai penggerakan yang harus dilakukan oleh yayasan dan guru telah terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan motivasi yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran dan penggunaan strategi yang tepat untuk kondisi peserta didik serta mampu menguasainya.
- Pengawasan (Controlling)
Hadari Nawawi (Sagala, 2009:59) menegaskan bahwa pengawasan dalam administrasi berarti mengukur tingkat efektifitas kerja personal dan tingkat efisiensi penggunaan metode dan alat tertentu dalam usaha mencapai tujuan. Menurut Ivor K. Davies (1987:290), kontrol adalah suatu pekerjaan yang dilakukan seorang pendidik untuk menentukan apakah fungsi organisasi serta pimpinannya telah dilaksanakan dengan berhasil mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Jika tujuan tersebut belum dicapai, maka seorang pendidik harus mengukur kembali serta mengatur situasi tetapi ia tidak boleh mengubah tujuannya. Jika seorang pendidik mengadakan kontrol, ia mencoba:
- Mengevaluasi sistem belajar
- Mengukur hasil belajar
- Manajemen berdasarkan tujuan belajar
Tahap pengawasan yang dilakukan oleh Gugusan Bintang sebagian telah sesuai dengan teori yang dikutip dari Ivor K. Davies. Pengawasan bimbingan belajar yang dilakukan oleh yayasan/guru yaitu mengevaluasi sistem belajar; mengukur hasil belajar; dan manajemen berdasarkan tujuan belajar.
- Mengevaluasi sistem belajar
Evaluasi belajar dilakukan dengan mengerjakan soal pelajaran yang ada atau memberikan kuis di akhir pembelajaran. Evaluasi rutin dilakukan setiap dua minggu sekali baik di Purwosari maupun di Kalitidu. Untuk evaluasi secara umum dilakukan setiap bulan sekali biasanyadi hari Sabtu.
- Mengukur hasil belajar
Mengukur hasil belajar dilakukan dengan latihan soal yang dilakukan per minggu atau bulan. Pada awal masuk materi baru dilakukan pre tes untuk mengukur kemampuan peserta didik.
Pihak yayasan melakukan evaluasi terhadap perencanaan atau rancangan selama satu semester. Pada akhir semester, akan diberikan rapor sebagai hasil evaluasi belajar selama 1 semester di Gugusan Bintang. Yang berisi nilai siswa setiap mata pelajaran, pendidikan karakter yang mencakup kedisiplinan, tanggung jawab, kebersihan, kerapian, kerjasama, kerajinan, kesopanan dan kemandirian. Penghargaan diberikan kepada siswa berprestasi tiap jenjang ada 13 jenjang mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA. Penghargaan ini dimaksud untuk merangsang motivasi berprestasi siswa dan siswa merasa dihargai karena ada reward atau penghargaan.penghargaan yang dberikan beruba hadiah alat tulis sekolah buku, tas, pulpen, pensil atau penghapus dan voucher gratis belajar.
Pelaksanaan pengajaran mentoring lebih jelasnya sebagai berikut:
1. Guru menerapkan aplikasi pembelajaran mentoring dengan baik dan teratur berdasarkan jadwal. Sesi belajar di Gugusan Bintang selama pandemi dimulai dari sesi 1 pukul 07.30 – 09.00, sesi 2 pukul 09.00- 10.30, Sesi 3 pukul 10.30 – 12.00, kemudian sholt dhuhur berjamaah di jam istirahat. Sesi 4 pukul 12.30 – 14.00, Sesi 5 pukul 14.00 – 15.30, sesi 6 pukul 15.30 – 17.00 terakhr di sesi 7/malam 18.30 – 20.00. di setiap sesi rata-rata terdapat 6 kelompok kelas. Dalam 1 kelas diisi dengan siswa yang memiliki jenjang pendidikan yang sama. 1 kelompok kelas reguler diisi oleh siswa 5 – 8 siswa. Jika program privat maka 1 siswa dimentori 1 guru.
2. Siswa datang 5 menit sebelum jadwal belajar dimulai, siswa duduk rapi dengan tenang, lesehan dengan meja kayu lalu berdoa dengan khidmat. Guru memberikan motivasi dan pembiasaan bahasa asing selama 5 menit.
3. Guru memberikan materi kurang lebih 30 menit lalu mengajak siswa diskusi secara aktif dan hangat. Di sinilah terjalin kedekatan antara guru dan siswa. Mereka layaknya seperti seorang sahabat yang akrab tanpa ada dinding penghalang. Sehingga materi yang disampaikan akan lebih mudah dimengerti.
4. Siswa yang sudah menguasai materi akan diminta guru untuk menjelaskan kepada temannya yang belum mengerti. Di sini bisa dinilai pembelajaran oleh teman sejawat berjalan dengan baik.
5. Materi yang disampaikan menggunakan media pembelajaran bergantung jenis materi. Jika matematika menggunakan kartu pemainan seperti domino, angka plastik, batu hitung, puzzle edukatif dan video pembelajaran.
6. Salah satu siswa diminta maju ke depan menjelaskan ulang apa yang sudah dijelaskan guru sebelumnya.
7. Evaluasi pemberian contoh soal dilakukan selama 30 menit terakahir, siswa mengerjakan secara mandiri lalu dibahas bersama antar siswa jika masih ada yang belum paham maka guru akan menjelaskan ulang.
8. Jika masuk waktu sholat berjamah di sesi 3/5/7 maka siswa akan bertugas sebagai muadzin, iqomah dan imam secara bergantian. Di sinilah tertanam karakter spiritual sejak dini.
9. Sebelum pulang maka siswa akan membersihkan ruang kelas terlebih dahulu, lalu berdoa pulang bersama. Di sinilah karakter kebersihan dan kerapian akan terbentuk.
10. Setelah doa bersama maka siswa akan berpamitan dengan berjabat tangan dengan semua guru yang ada. Di sinilah karakter kesopanan terbentuk. Namun selama pandemi pembiasaan berjabat tangan dihilangkan.
Gugusan Bintang telah menerapkan metode pengajaran mentoring bagi siswanya, namun kekurangannya jika siswa mendapat tugas dari sekolah yang cukup banyak maka pembelajaran di hari itu fokus dalam mengerjakan tugas saja, kurangnya interaksi sesama teman sejawat. Nilai-nilai yang ditanamkan untuk siswa di sini dan diharapkan akan tercapai yaitu
- Siswa memiliki karakter yang baik
Siswa yang mempunyai motivasi berprestasi akan melakukan tugas sekolah atau bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Siswa yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan akan puas dengan hasil pekerjaan karena merupakan hasil usahanya sendiri. Penanaman sifat dilarang menyontek sangat ditekankan. Prestasi penting namun jujur lebih utama Mayoritas siswa tanpa disuruh orang tua sudah memiliki tanggung jawab untuk berangkat belajar ke Gugusan Bintang secara sadar dan mandiri. Karakter kesopanan, menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda, kerja sama timdalam menyusun papan karya siswa.
- Menetapkan nilai yang akan dicapai atau menetapkan standar unggulan prestasi akademik.
Siswa menetapkan nilai yang akan dicapai. Nilai itu lebih tinggi dari nilai sendiri (internal) atau lebih tinggi dengan nilai yang dicapai oleh orang lain (eksternal). Untuk mencapai nilai yang sesuai dengan standar keunggulan, siswa harus menguasai secara tuntas materi pelajaran. Di dalam kelompok belajar seringkali bersaing untuk mendapatkan nilai yang baik di atas temannya. Rata-rata nilai rapor siswa di sini secara umum sudah melampaui nilai kriteri Ketuntasan Minimal (KKM) yang dibuat di angka 80. Siswa yang belajar di sini juga mengalami kenaikan nilai di rapor sekolah. Bahkan mengalami kemajuan pesat semula di peringkat rata-rata bawah menjadi peringkat 5 besar. Bahkan ada siswa yang mewakili sekolah mengikuti olimpiade. Shifa Laksitasari kelas 8, Hanun Tsurayya kelas 6. Revy Nindya kelas 5, Livia Auryn Wildaneta kelas 5.
- Berusaha bekerja kreatif
Ada pembiasaan membuat karya siswa kreatif setiap kelas selama sebulan sekali bersama wali kelas masing-masing. Karya yang dibuat di tiap kelas beraneka ragam. Kelas 1 bertema tentang karya mewarna lingkungan hidup, kelas 2 bertema tentang agama islam tentang puasa, kelas 3 bertema tentang virus corona, karya kelas 4 tentang tangram yaitu suatu permainan dari China berbentuk puzzle yang terdiri dari tujuh keping bangun datar.
- Berusaha mencapai cita-cita
Siswa yang mempunyai cita-cita akan berusaha sebaik-baiknya dalam belajar atau mempunyai motivasi yang tinggi dalam belajar. Siswa akan rajin mengerjakan tugas, belajar dengan keras, tekun dan ulet dan tidak mundur waktu belajar. Beberapa siswa Kampung Ilmu sudah dengan jelas mengetahui cit-citnya terutama level SMA, Namun masih ada beberapa siswa yang belum mengetahui apa cita-citanya untuk level PAUD, SD dan SMP. Beberapa siswa SMA masuk ke PTN secara jalur SBMPTN bahkan ada yang melalui jalur SNMPTN yaitu Tantri siswa dari SMAN 1 Padangan.
- Sadar dengan perkembangan kurikulum
Siswa dengan motivasi berpretasi yang tinggi, yang harus mengerjakan tugas yang sangat sukar, akan tetapi mengerjakan tugas tersebut dengan membagi tugas menjadi beberapa bagian, yang tiap bagian lebih mudah menyelesaikanya. Siswa di sini juga menerapkan mengerjakan soal dari soal yang mudah baru soal yang rumit. Terbaru adalah materi Asesmen Kompetensi Minimum/AKM numerasi dan literasi untuk jenjang kelas 5 SD dan 8 SMP. Materi ini tergolong baru sebagai pengganti Ujian Nasioanal Berbasis Nasional/USBN. Yang sudah mulai diperkenalkan di tahun ajaran 2020/2021 namun dikarenakan pembelajaran pandemi secara daring belum maksimal dalam pelaksanaannya, maka di tahun ajaran ini 2021-2022 lebih digaungkan lagi. Di sini kami juga sudah memberikan materi AKM secara berkala. Dan gurunya terus mengasah kemampuan di bidang literasi dan numerasi.
Rekomendasi untuk sistem pembelajaran di Kampung ilmu berdasarkan teori manajemen
- Perencanaan
Dalam pelaksanaan perencanaan pembelajaran di Kampung Ilmu untuk kebutuhan siswa hendaknya sebelum tahun ajaran baru melakukan bedah kurikulum/materi ajar yang relevan dengan pendidikan yang ada di pendidikan formal. Perencanaan kebutuhan guru yang telah berhasil dilakukan yaitu upgrade literasi guru dengan mewajibkan guru membuat kebiasaan bahasa asing dengan periode 2 minggu sekali sudah berlangusng dengan baik. Unuk meningkatkan kreativitas guru dengan membuat hasil karya dan dipajang di papan karya guru setiap sebulan sekali secara bergantian. Budaya intelektual guru dengan meajibkan guru membaca buku yang ada di koleksi perpustakaan dan harus meresensinya untuk domuat di website kampung Ilmu. Selanjutanya ada program membuat buku tentang Kampung Ilmu hendaknya dipersiapkan dengan lebih matang.
- Pengorganisasian
Dalam mengorganisasikan wali murid sudah baik tergabung dalam grup whatsapp. Semua informasi yang berhubungan dengan bimbingan belajar bisa cepat tersampaikan ke wali murid. Dikarenakan semua jenjang kelas masuk di grup whatsapp ini sepertinya wali murid agak segan jika memberikan saran secara langsung di grup. Mereka dalam memberi saran hanya melalui jalur pribadi. Sehingga grup ini terkesan hanya informasi satu arah. Perlu adanya ajang silaturahmi secara langsung dengan wali murid di luar grup. Sehingga menimbulkan chemistry/ ikatan yang kuat antara wali murid dan guru. Kegiatan yang biasa dilakukan guru dalam bersilaturahmi adalah kegiatan home visit, jika ada hajatan dari wali murid seperti khitan/pernikahan, atau jika ada wali murid yang melahirkan.
- Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan pembelajaran di Kampung Ilmu, guru disarankan menggunakan alat bantu belajar yang digunakan disesuaikan dengan materi pembelajaran yang sedang diajarkan. Terutama kelas PAUD. Belajar sambil bermain sangat dianjurkan untuk kelas bawah. Semua guru diharapkan menguasai materi yang akan diajarkan. Membawa bahan ajar pulang untuk dipelajari di rumah sangat penting dilakukan untuk kesiapan matang materi yang akan diajarkan. Pada intinya yang berhak mengajar adalah guru yang mau terus belajar.
- Pengawasan
Pelaksanaan pengawasan yang dilakukan di Kampung Ilmu telah berjalan sesuai dengan langkah-langkah pengawasan dalam manajemen. Untuk mendapatkan output yang baik sebaiknya melakukan evaluasi hasil belajar dengan memberikan soal-soal tes di luar buku sekolah. Guru bisa melakukan post tes dengan materi yang bervariasi. Perlunya ada supervisi pihak manajemen terhadap guru ketika mengajar. Agar ada peningkatan mutu dalam pembelajaran. Diperlukan penilaian kinerja guru berdasarkan proses pembelajaran yang dilakukan.
- Dalam motivasi berprestasi siswa sudah baik namun perlu adanya dukungan orang tua lebih maksimal lagi sehingga siswa yang kurang semangat dari internal dapat dibantu dengan dorongan luar yaitu motivasi dari orang tua dan guru di Kampung Ilmu. Program pendukung selain pembelajaran indoor yaitu progam pembelajaran outdoor berupa outbound, fieldtrip dan study tour yang dilakukan setiap 1 tahun sekali perlu digalakkan kembali jika situasi dan kondisi sudah memungkinkan. Tujuan dari program ini adalah mengajak siswa untuk belajar di luar ruangan dengan menyenangkan bersama keluarga dan guru. Bagi siswa wajib namun orang tua dan anggota keluarga yang lain jika ingin ikut dipersilakan sehingga keakraban siswa, orang tua dan guru terus bertumbuh subur.
Jika sasaran mencerdaskan siswa, unggul dalam prestasi dan karakter tercapai maka siswa senang, guru bahagia dan orang tua bangga. Man jadda wajada siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Beranilah bermimpi setinggi bintang yang ada di langit. Lantunkanlah dalam doa mimpi-mimpimu makaAllah akan memeluknya. (*/ykib).
Penulis adalah manajer Bimbel Gugusan Bintang Kampung Ilmu

