Oleh Min Qurin Amaliya Qoria, S.Pd.
Nabi Daud A.S. merupakan raja Bani Israil. Nabi Daud A.S. sangat bahagia sebab beliau baru dikaruniai anak yang diberi nama Sulaiman. Sejak kecil Sulaiman sudah menunjukkan tanda-tanda kemuliaannya. Dia sangat tangkas dan cerdas serta selalu penasaran akan hal-hal baru. Nabi Daud A.S. mengajari Sulaiman berbagai pengetahuan seperti ilmu agama sampai ilmu perang pun diajarkannya. Sebab Nabi Daud A.S. berharap suatu hari nanti Sulaiman akan meneruskan menjadi raja Bani Israil selanjutnya.
Sulaiman sering diajak oleh Nabi Daud A.S. untuk mengunjungi rakyatnya agar bisa tahu keadaan rakyatnya. Nabi Daud A.S. juga sering memberi Sulaiman tugas untuk menyelesaikan masalah pemerintahan dan Sulaiman selalu bisa memecahkan masalah dengan bijaksana. Singkat cerita, Nabi Daud A.S. meninggal dan mewariskan kerajaan Bani Israil kepada Sulaiman. Sulaiman sangat sedih kehilangan ayahanda tercinta. Meskipun demikian, dia tidak mau terlalu lama larut dalam kesedihannya. Dia harus bersiap memimpin Bani Israil. Selain diangkat sebagai raja, Sulaiman juga diangkat sebagai rasul oleh Allah SWT. Nabi Sulaiman A.S. meneruskan tugas Nabi Daud A.S. untuk menyeru Bani Israil kepada ketauhidan. Allah SWT juga memberikan kemampuan untuk mengendalikan angin dan para jin kepada Nabi Sulaiman A.S.
Kelebihan Nabi Sulaiman A.S. dapat memahami bahasa hewan. Semua jenis bahasa hewan dikuasainya. Entah itu bahasa hewan-hewan besar ataupun bahasa hewan-hewan kecil. Suatu hari, Nabi Sulaiman A.S. ingin melakukan perjalanan berkeliling di negeri Bani Israil. Nabi Sulaiman A.S. memerintahkan semua prajurit untuk bersiap. Rombongan yang dibawa Nabi Sulaiman A.S. cukup banyak. Ada yang berjalan kaki, ada pula yang menunggang kuda, sampailah rombongan itu di sebuah lembah besar. Lembah itu diapit oleh bukit-bukit batu. Terdengar suara kecil, tapi lantang. Sejenak, Nabi Sulaiman A.S. bingung mendengarnya.
“Mereka tidak melihat kita! Kalian bisa terinjak-injak!” lanjut suara itu. Nabi Sulaiman A.S. tersenyum, kini, beliau tahu siapa pemilik suara itu. Seekor ratu semut berdiri di tengah jalan. Dia sedang mengatur rakyatnya berjalan dengan tertib agar tidak terinjak oleh rombongan Nabi Sulaiman A.S. Nabi Sulaiman A.S. segera menyuruh rombongannya berhenti. Memberi kesempatan kepada semut untuk masuk sarang dan berlindung. Terima kasih, ratu semut, ucap Nabi Sulaiman A.S. dengan bahasa semut. “Silakan lewat, raja yang agung” ujar ratu semut mempersilakan rombongan untuk lewat. Kemudian Nabi Sulaiman A.S. segera mengajak rombongannya untuk meneruskan perjalanan.
Suatu hari, Nabi Sulaiman A.S. mengumpulkan seluruh staf kerajaan dari kalangan manusia, jin dan hewan. Beliau rutin melakukannya pada waktu tertentu di lapangan besar halaman istana. Semuanya harus datang tepat waktu dan bagi yang terlambat akan mendapat hukuman. Setiap jenis makhluk telah melaporkan kelengkapan anggotanya. Kelompok manusia dan jin beranggotakan lengkap. Hanya kelompok burung yang belum lengkap.
“Siapa yang belum hadir?” tanya Nabi Sulaiman A.S.
Seekor burung mengabarkan bahwa burung Hudhud belum hadir dalam barisan.
“Sejak pagi, kami tidak melihatnya, saya telah menanyakan kepada semua bangsa burung, tapi semua tidak ada yang tahu kemana dia pergi, lapornya sambil menggelengkan kepala.”
Nabi Sulaiman A.S. mengernyitkan dahi. Hudhud adalah salah satu burung kesayangannya. Hudhud tidak pernah pergi tanpa izin darinya. Namun kali ini, burung Hudhud pergi tanpa izin. Kalau dia datang tanpa alasan yang jelas akan ku sembelih dia, ujar Nabi Sulaiman A.S. tidak lama kemudian burung Hudhud datang dengan tergesa-gesa. Dan memberi penjelasan atas keterlambatannya. Dia membawa berita penting tentang negeri Saba. Negeri itu subur dan makmur. Seorang ratu yang bernama Balqis yang memimpin negeri itu. Setiap hari mereka menyembah matahari. Mendengar berita itu Nabi Sulaiman pun segera menulis surat untuk ratu Balqis. Kemudian Hudhud diperintahkan untuk menyampaikan surat tersebut dan setelah itu disuruh bersembunyi dan memperhatikan apa yang Ratu Balqis bicarakan. Singkatnya, Ratu Balqis terkejut melihat surat tersebut. Sebelumnya Ratu Balqis sudah pernah mendengar bahwa ada sebuah kerajaan besar yang dipimpin oleh Raja Sulaiman. Ratu Balqis membacakan isi surat tersebut di hadapan para pembesar kerajaan.
“Apa yang harus kita lakukan menyikapi surat ini?” ujar Sang Ratu. Mereka saling berbisik dan tidak setuju kalau kerajaan mereka takluk dan tunduk begitu saja kepada Raja Sulaiman.
Kemudian Ratu Balqis membuat siasat untuk mengirimi hadiah yang mewah kepada Raja Sulaiman. Hal ini agar Raja Sulaiman tahu bahwa kita adalah bangsa yang makmur dan kaya. Ratu Balqis langsung memerintahkan pengawalnya untuk menyiapkan emas dan berlian. Hadiah tersebut dibungkus dengan sutra dan dimasukkan ke dalam peti. Beberapa pengawal pilihan diperintahkan untuk mengantar peti-peti tersebut. Ratu Balqis yakin Raja Sulaiman akan terkejut melihat hadiah mewah itu. Dia berpikir bahwa Raja Sulaiman akan tunduk kepadanya.
Burung Hudhud keluar dari persembunyiannya, ia segera pulang dan menyampaikan berita tersebut kepada Nabi Sulaiman A.S.
“Apa berita yang kaudapat?” ujar Nabi Sulaiman.
“Ratu Balqis membuat siasat pengiriman hadiah” lapor Hudhud. Lalu ia menceritakan semua yang dibicarakan Ratu Balqis dan para pembesar kerajaannya.
“Jadi, mereka mau memberiku hadiah?” tukas Nabi Sulaiman.
Beberapa hari kemudian, rombongan pembawa hadiah Ratu Balqis tiba di Istana Raja Sulaiman. Mereka terkagum-kagum melihat istana Raja Sulaiman yang megah dan indah. Nyali mereka menjadi ciut, merasa hadiahnnya tidak ada apa-apanya dibanding kemewahan Istana Raja Sulaiman. Meski begitu, mereka harus menyampaikan titipan hadiah dari sang Ratu.
“Kami datang dari negeri Saba, kami diutus Ratu Balqis untuk mengantar hadiah ini tuan”.
Nabi Sulaiman tersenyum. “Tidak perlu kau buka hadiah itu, aku tidak butuh hadiah itu” ujarnya.
Aku ingin Ratu Balqis datang kepadaku sebagai orang yang berserah diri dan mau menyembah Allah SWT, perintah Nabi Sulaiman. “Kalau tidak aku akan menyerang kerajaan kalian”.
Mereka sangat gemetaran mendengar ancaman tersebut, lalu mereka berpamitan dengan membawa hadiah-hadiahnya kembali dan mereka ingin segera menyampaikan pesan tersebut kepada Ratu Balqis. Singkatnya, rombongan pengantar hadiah kembali di negeri Saba sambil membawa kembali semua hadiah yang membuat Ratu Balqis heran. Mereka kemudian menceritakan kemegahan istana serta ancaman Raja Sulaiman. Ratu Balqis lalu mempertimbangkan ancaman tersebut supaya tidak ada perang. Maka Ratu Balqis mau berkunjung ke istana Raja Sulaiman dan akan tunduk kepada Raja Sulaiman serta akan mempelajari agama Allah SWT. Raja Sulaiman ingin membuat kejutan sebelum Ratu Balqis datang ke Istana. Raja Sulaiman ingin memindahkan singgasana Ratu Balqis di hadapannya dengan cepat dan Jin Ifrit sudah memindahkannya. Kita lihat, apakah Ratu Balqis masih mengenali singgasannya, kata Raja Sulaiman. Beliau ingin menguji kemampuan dan kecerdasan Ratu Balqis. Raja Sulaiman juga memerintahkan para jin untuk memperbaiki istananya agar lebih megah lagi dan di bawah lantai istana di buat kolam-kolam kaca.
Ratu Balqis sangat terkejut dan kagum ketika memasuki istana Raja Sulaiman.
Selamat datang Ratu Balqis, sambut Raja Sulaiman.
Terima kasih, Raja Sulaiman, ucapa Ratu Balqis.
Kemegahan istana tersebut membuatnya merasa kecil hati dan hilang sudah kesombongannya. Kemudian diajaknya Ratu Balqis berkeliling istana. Ratu Balqis sangat takjub melihat kemegahan istana ada kolam ikan dan beragam jenis ikan di dalam ruangan. Raja Sulaiman tersenyum melihatnya.
Mari, saya tunjukkan jalannya, Ratu. Kata Raja Sulaiman sambil melangkah.
Yang mulia, awas! Seru Ratu Balqis melihat Raja Sulaiman hendak menginjakan kakinya di atas kolam. Dia heran melihat Raja Sulaiman berjalan dengan tenang di atas air kolam. Dia mengira Raja Sulaiman mempunyai keahlian khusus.
Ratu juga bisa melakukannya. Tidak apa-apa, mari ikuti saya, ucap Raja Sulaiman. Dengan ragu, Ratu Balqis melangkah di atas kolam. Ternyata, kolam itu dilapisi kaca tebal yang tembus pandang. Sehingga membuat malu Ratu Balqis. Ketika mereka tiba di sebuah singgasana, Raja Sulaiman bertanya, inikah singgasanamu?
Ratu Balqis terdiam sejenak. Kemudian menjawab, ini memang mirip sekali dengan singgasanaku. Ratu Balqis meneliti singgasana tersebut. Tidak salah lagi, ini memang singgasanaku. Bagaimana mungkin singgasanaku ada di sini? Siapa yang memindahkannya? Pasti Raja Sulaiman bukan orang sembarangan. Pikir Ratu Balqis.
Ratu Balqis tinggal beberapa lama di istana Raja Sulaiman. Dia mempelajari sistem pemerintahan yang baik, dia juga belajar dasar-dasar ketauhidan. Raja Sulaiman menjelaskan bahwa hanya Allah SWT yang patut disembah, bukan matahari, bulan dan bintang. Ratu Balqis pulang ke istananya dengan membawa banyak pengetahuan baru. Dia juga sudah menjadi seorang muslimah yang taat. (*/ykib).
Identitas buku
Judul buku : Raja, Manusia, Jin, dan Hewan
Pengarang : Ali Muakhir dan Abdul Wahab
Penerbit : Sygma Creative Media Corp
Tahun terbit : 2016
Tebal halaman : 48
ISBN : 978-979-055-579-2
Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

