Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.
Novel Negeri Kabut merupakan salah satu buku karya Seno Gumira Ajidarma yang terbit pada tahun 1996 oleh Penerbit PT Grasindo. Dalam buku-bukunya Seno selalu membawakan cerpen-cerpen yang mengajak kita untuk berimajinasi membayangkan kejadian-kejadian di sekitar bahkan kejadian yang dipaksa untuk menjadi realistis. Dalam novel Negeri Kabut ini kita disuguhkan kumpulan cerpen yang saya rasa sudah termasuk dalam bacaan yang berat karena novel ini merupakan sebuah karya sastra surealis karya Seno Gumira Ajidarma yang mengajak kita sebagai pembaca berimajinasi dan menafsirkan isi setiap cerpen berdasarkan bagaimana kita dapat mengartikannya. Novel Negeri kabut ini merupakan sebuah buku yang berisikan 12 judul cerpen, yaitu: Negeri Kabut, Seorang Wanita dengan Rajah Kupu-Kupu di Dadanya, Long Puh, Ada Kupu-Kupu, Ada Tamu, Rembulan Terapung di Kolam Renang, Sukab Menggiring Bola, Panji Tengkorak Menyeret Peti, Di Tepi Sungai Parfum, Menari di Atas Gong, Perahu yang Muncul dari Balik Kabut, Ratri & Burung Bangau, Tempat Yang Terindah Untuk Mati. Dalam 12 judul cerpen yang ada dalam novel ini terdapat beberapa judul yang sangat menarik yang pertama adalah Negeri Kabut dan Rembulan Terapung di Kolam Renang.
Cerita pertama yang sekaligus menjadi judul dalam novel ini adalah Negeri Kabut yang menceritakan perjalan seorang pemuda yang berkelana mencari sebuah negeri yang disebut Negeri Kabut. Dalam perjalanannya pemuda ini bertemu banyak orang yang berasal dari berbagai daerah. Setiap orang yang ditemuinya selalu memberikan kabar atau berita tentang apa saja yang terjadi di daerah mereka, berita yang diceritakan bermacam-macam ada yang bercerita tentang peperangan, wabah penyakit, pembunuhan, dan berbagai kisah sedih lainnya. Dalam perjalanan panjangnya ini sampailah pemuda itu dalam pengembaraannya menuju negeri kabut dan bertemu penduduk-penduduk negeri kabut.
Dalam cerita selanjutnya yang tak kalah seru untuk dibaca yaitu cerita yang berjudul Rembulan Terapung di Kolam Renang. Dalam cerita ini menceritakan seorang yang bisa dikatakan senbagai seorang konglomerat sukses yang meniti perjalanan karirnya dari nol. Namun dalam cerita ini menunjukan kesedihan yang mendalam dialami oleh orang itu karena rembulan yang sedang terapung di kolam renangnya yang membuatnya berpikir bahwa dia adalah kerakusan itu sendiri. Setiap orang berusaha menjadi yang terhebat dan selalu memenuhi keinginannya yang tak pernah puas, bahkan hingga ingin memiliki rembulan. Singkat cerita rumah konglomerat itu telah didatangi banyak orang dari segala penjuru dan ternyata mereka masuk ke rumah itu untuk menjarah semua yang ada, pot antik, marmer, dan semua benda yang dapat dibawa akan dibawa mereka, bahkan mereka yang tersadar akan adanya rembulan di kolam renang mereka langsung terjun dan mencoba mengambil rembulan itu dengan segala cara. Begitulah sifat sejati manusia yang tidak merasakan puas akan segala hal yang mereka inginkan.
Dari beberapa cerpen yang ada dalam novel ini keseluruhannya merupakan cerita yang harus dibaca dengan teliti dan penuh konsentrasi, karena cerita yang disajikan oleh Seno ini merupakan karya sastra surealis dan penuh dengan hal-hal yang memaksa kita untuk menjadikannya masuk akal dan nyata. Bahasa yang digunakan cukup mudah dimengerti namun berbeda dengan isi ceritanya yang membuat kita berpikir agak keras tentang maknanya. Dalam buku ini selalu diberikan catatan kaki yang mempermudah kita mendapat informasi yang belum kita ketahui, dan dalam catatan kakinya ada juga beberapa penjelasan tentang kutipan dari karya sastrawan lain yang dapat menambah pengetahuan kita. (ykib)
Judul Buku : Negeri Kabut
Jenis Buku : Kumpulan Cerpen
Penulis : Seno Gumira Ajidarma
Penerbit : Grasindo
ISBN : 978-602-3757-29-9
Tahun Tebit : Cetakan Pertama 1996
Tebal Buku : vi + 160 Halaman
Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

