*Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.
Pasta Kacang Merah merupakan sebuah novel karya Durian Sukegawa yang terbit di tahun 2013 dan sudah beberapa kali dicetak ulang dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa termasuk Bahasa Indonesia sekaligus sudah diadaptasi dalam sebuah film yang sangat bagus. Novel ini memiliki genre tentang cerita kehidupan yang yang manis, pahit, getir sekaligus mengharukan. Dalam novel ini memiliki tiga tokoh yang menjadi pusat cerita yaitu Sentaro, Tokue, dan Wakana.
Dalam novel ini mengisahkan tentang seorang pemuda yang awalnya memiliki impian menjadi seorang penulis, namun dia tidak akan dapat mewujudkannya karena dia memiliki status sebagai mantan narapidana yang kurang begitu diterima di masyarakat saat itu. Sentaro yang sudah berputus asa dengan impiannya memilih untuk menjadi seorang pembuat dorayaki di kedai kecil bernama Dora Haru. Sentaro bukanlah orang yang sangat rajin namun dia hanya sekedar bekerja supaya bisa membangkitkan toko Dora Haru kembali, dorayaki buatan Sentaro juga memiiki rasa yang tergolong biasa saja dan tidak begitu laris. Suatu hari muncul seorang perempuan tua yang datang ke toko Dora Haru yang masih buka, perempuan tua itu bermaksud untuk mendaftar sebagai pegawai di toko Dora Haru. Sentaro yang kaget dan melihat perempuan tua itu merasa kalau dia tidak akan bisa bekerja karena memiliki pempilan tangan yang berbeda dengan orang biasa dan memberikan banyak alasan supaya perempuan tua itu tidak jadi mendaftar utuk bekerja di sana, mulai dari memberitahunya jika toko selalu buka dengan jam yang sangat pagi dan memberitahunya bahwa gaji yang diberikan sangatlah kecil. Namun, semua alasan itu tidaklah dapat membuat perempuan tua itu menyerah, dia tetap bersikukuh untuk bekerja di sana dan akhirnya Sentaro yang tidak bisa apa-apa mau menerimanya bekerja. Perempuan tua ini memiliki nama Tokue, Tokue merupakan seorang yang pekerja keras yang selalu datang sangat pagi sebelum toko buka dan selalu menyiapkan pasta kacang merah dengan sepenuh hati, mungkin aneh saat orang melihat Tokue membuat pasta kacang merah untuk dorayaki, karena dia selalu berbicara pada kacang kacang merah yang mulai dibersihkan dan dimasaknya perlahan itu seolah memasaknya dengan sepenuh hati. Pasta kacang merah yang dibuat Tokue memiliki rasa yang enak dan khas yang mulai membuat toko Dora Haru menjadi ramai dan terkenal di daerah itu. Sentaro yang memiliki keinginan untuk membangkitkan toko Dora Haru dia mulai belajar bagaimana cara membuat pasta kacang merah dari Tokue, dia mulai menjadi pribadi yang giat dalam belajar dan mulai mencatat banyak arahan dari Tokue.
Toko Dora Haru mulai ramai pengunjung dan banyak anak sekolah yag mampir untuk membeli dorayaki disana termasuk seorang siswa perempuan bernama Wakana. Wakana sering mampir untuk membeli dorayaki dan sekedar mengobrol dengan Tokue disana dan lama kelamaan mereka menjadi teman walau memiliki jarak usia yang jauh. Suatu saat muncul kekhawatiran dari Sentaro yang melihat Tokue yang bertemu dengan pelanggan, dia takut jika pembeli merasa takut dengan kondisi fisik Tokue dan pergi dari toko, hal itu ditambah dengan pemilik toko yang mengetahuinya dan meminta Sentaro untuk memecat Tokue. Sentaro yang merasa tidak enak karena hadirnya Tokue lah yang membuat Dora Haru menjadi ramai kembali. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa dan Tokue memahaminya sehingga Tokue keluar dari Dora Haru.
Suatu saat muncul Wakana yang datang ke toko mencari Tokue karena ingin menitipkan burung kenarinya pada Tokue, namun dia tidak dapat bertemu Tokue. Dari situ akhirnya mereka berdua Sentaro dan Wakana pergi untuk mencari ke alamat rumah Tokue. Mereka berdua mendapatkan sebuah kenyataan yang menyesakkan dada di mana mereka baru mengetahui jika Tokue adalah seorang penyintas dari sebuah penyakit menular yang dulunya diisolasi di senatorium oleh pemerintah untuk mengendalikan penyebarannya, penyakit yang membuat Tokue menjadi kesulitan untuk masuk dalam masyarakat karena stigma yang sudah terbentuk di masyarakat. Mereka merasa sangat terpukul mengetahui kenyataan beban yang diderita Tokue sejak dulu, Sentaro merasa memiliki kemiripan dengan Tokue yang sudah lama sama-sama dikurung dalam sebuah tempat yang terisolasi dari kehidupan masyarakat. Sepanjang hidup Tokue ia tidak pernah menyicipi bagaimana manisnya kehidupan normal seperti bersekolah, bekerja, dan berkontribusi untuk masyarakat, Tokue sudah sangat terpuruk secara emosional dan pikirannya. Sampai suatu ketika dia merubah pendiriannya. Bagi Tokue yang menderita penyakit, tujuan hidupnya memang membuat kudapan agar bisa dimakan oleh orang-orang yang habis menangis. Entah pahit kehidupan seperti apa yang baru saja mereka icip, maka kudapan satu-satunya pelipur laranya. Kebersamaan yang dialami Tokue di Dora Haru menjadi sebuah memori yang saat indah untuk Tokue serta Sentaro dan Wakana. Mereka mengenal sosok yang bijak dan penyayang seperti Tokue.
Novel Pasta Kacang Merah memiliki alur yang sangat ringan untuk dibaca, memiliki cerita yang mengalir dengan alami membuat pembaca mudah untuk memahaminya dan merasakan ceritanya dengan imajinasi yang muncul perlahan saat membaca, novel ini juga memiliki penggambaran tokoh yang bagus dimana setiap tokoh diperlihatkan wataknya dengan jelas, namun dalam novel ini memiliki akhir yang mungkin bisa menjadi awal kehidupan baru dari Sentaro untuk membuat resep pasta kacang merah khas buatannya sendiri. Novel ini berisikan nasihat kehidupan yang sangat banyak dan memberikan banyak pelajaran hidup untuk kita supaya lebih berempati kepada orang-orang di sekitar kita dan terutama pada diri sendiri. (ykib/puguh).
Identitas buku
Judul Buku : Pasta Kacang Merah
Karya : Durian Sukegawa
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halaman : 240 Halaman
*Penulis resensi buku adalah Kepala Kampung Ilmu Kota Bojonegoro

