Oleh Dr Hj Sri Minarti, M.Pd.I
Seorang kepala sekolah selalu datang 30 menit sebelum jadwal pelajaran dimulai atau pintu gerbang ditutup untuk memberi salam, berjabat tangan dan menyapa para siswa dan gurunya, mereka yang terlambat ditanya, mengapa terlambat sambil tetap tersenyum dan mengelus punggungnya, hal itu dilakukan setiap hari sebagai pendekatan seorang pimpinan dan memberi keteladanan serta kehangatan pada orang-orang yang dipimpinnya, untuk menumbuhkan budaya disiplin.
Setelah pembelajaran dimulai, berkeliling sekolahan sambil memperhatikan dan memantau berlangsungnya proses belajar mengajar, hal tersebut dilakukan setiap hari untuk mengenal warga sekolah, sebagai pendekatan yang dilakukan untuk meminimalkan permasalahan yang akan selalu ada.
Contoh pendekatan pada kisah nyata di atas akan berhasil apabila dilakukan dengan ketulusan oleh pimpinan untuk menumbuhkan keharmonisan dan kenyamanan orang sekitar dalam menjalankan aktivitas, dan bukan pencitraan.
Dengan pendekatan keikhlasan karenaNya dan keteladanan, akan terbangun suasana kerja yang kondusif, komunikasi terjadi dua arah serta saling menghormati antara satu dengan lainnya, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja.
Sangat perlu diperhatikan oleh para pemimpin adalah pada suatu saat melakukan pendekatan secara personal karena setiap orang berbeda, dan di waktu yang lain dengan cara berkelompok untuk membangun kekuatan dan kebersamaan.
Ya Allah ampunilah kekhilafan kami, amiin
Purwosari, 5 Juli 2019

