*Oleh Ika Rosita Ristiana, S.Pd.
Kisah ini diangkat dari kisah nyata penulisnya yaitu Nusaibah Azzahra. Nuzaibah Azzahra adalah seorang gadis penghafal Al Quran yang bercita-cita menjadi dokter. Namun, karena keterbatasan biaya, ia memutuskan untuk menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren. Di tengah perjalanan, ia menghadapi ujian yang sangat berat saat ayahnya memaksanya untuk menikah dengan seorang pria yang sudah beristri yang bernama Pak Satya. Padahal Nusaibah sudah memiliki perasaan kepada Rezha Rendy dan begitu juga sebaliknya.
Nusaibah hanya bisa pasrah dengan keputusan ayahnya sebagai bentuk berbakti kepada orang tuanya. Pernikahan Nusaibah dengan Pak Satya dilaksanakan dengan cara nikah siri di hotel, yang membuat Nusaibah merasa terhina dan terpuruk. Setelah pernikahannya, kehidupan Nusaibah semakin sulit karena suaminya jarang datang dan tidak memberikan nafkah yang layak. Di samping itu dia juga diusir dari pondok karena dianggap mencoreng nama baik pondok. Selain itu dia juga mengandung dan menyembunyikan pernikahannya. Pak Satya sampai saat ini juga enggan memperkenalkan Nusaibah dengan istri pertama dan keluarganya.
Akhirnya Nusaibah dan keluarga keluar dari pondok dan pergi entah kemana dan belum ada tujuan karena selama ini dia sekeluarga tinggal di rumah khusus yang ada di pondok. Di perjalanan yang tak tentu itu Nusaibah merasa putus asa. Tibalah di tepi pantai dan di sana Nusaibah meluapkan semua kepada Allah dengan cara berteriak dengan keras.
Akhirnya setelah dapat izin dari bibinya keluarga Nusaibah pergi ke rumah bibinya yang tidak ditinggali. Sesampainya di sana semua keluarga berberes-beres sudah lama Nusaibah kehilangan keyakinnnya kepada Allah dan ibunya menyalahkan kejadian ini semua kepada suaminya.
Perut Nusaibah yang kian lama kian membesar dan tibalah saat ia melahirkan. Setelah anaknya lahir Nusaibah semakin terpuruk karena Pak Satya tak kunjung datang menemuinya dengan anaknya. Suatu hari saat Nusaibah berjalan-jalan dengan anaknya bertemu dengan seorang pedagang kerupuk yang tuna netra yang menyadarkan Nusaibah karena sesungguhnya rencana Allah itu indah. Sesampainya di rumah Nusaibah kembali salat dan berterimakasih pada Allah karena sudah menemaninya dan kembali ke Al Quran.
Di lain hari ibunya mendengar bahwa Pak Satya telah meninggal maka keluarga Nusaibah pergi ke rumah Pak Satya tapi sesampainya di sana Nusaibah dan keluarganya malah dapat hinaan dan perlakuan kasar.
Ayah Nusaibah sangat menyesal karena telah mengorbankan anaknya demi tujuannya dan meminta agar Nusaibah tidak membenci Allah, tetapi Nusaibah tidak membenci ayahnya karena ayah melakukannya demi keluarganya. Seiring berjalannya waktu keluarganya diterima kembali di pesantren tapi belum untuk menjadi pengajar di sana. Mungkin ini jalan Nusaibah untuk mencari pengalaman baru maka dari itu adiknya memberikan brosur kelas privat pengembangan diri di sekolah adiknya berharap kakaknya ikut. Ketika Nusaibah hadir dalam kelas privat tersebut tak disangka pembicaranya adalah Rezha Rendy yang memiliki perasaan padanya.
Setelah seminar selesai mereka tidak sengaja bertemu dan berbicara mengenai keluarga mereka dan ternyata Rezha belum menikah dan Nusaibah bercerita bahwa suaminya sudah meninggal. Singkat cerita Rezha melamar Nusaibah dan menikah mereka hidup bahagia. (ykib/ika).
Kelebihan buku
Dari segi penulisannya dalam novel ini sangat menyentuh dan penuh emosi. Novel ini tidak hanya mengisahkan tentang cinta, tetapi tentang keteguhan hati, keikhlasan, dan keyakinan kepada Allah.
Identitas buku
Judul buku : Perjalanan Pembuktian Cinta
Penulis : Nusaibah Azzahra
Penerbit : PPA Institute
Jumlah halaman : 342 hal
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

