Rantau 1 Muara

*Oleh Muslikhatun Nafiah, S.H.

Apakah kamu punya mimpi?. Bagaimana supaya kita semangat dalam menumbuhkan mimpi?. Ayo kita bedah novel Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi yang fenomenal dalam meraih impian.

Novel Rantau 1 Muara adalah sebuah novel yang memiliki sentuhan sastra dengan edukasi yang menumbuhkan bahan bakar semangat dalam diri seorang pembaca yang ingin menggapai cita-citanya. Novel Rantau 1 Muara adalah seri ketiga dari trilogi novel Negeri 5 Menara, novel ini juga diterbitkan pertama kali oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2013, yang berjumlah 400 halaman. Novel ini ditulis oleh seorang laki-laki bernama Ahmad Fuadi, beliau lahir di Bayur, kampung kecil pinggir Danau Maninjau pada tahun 1972. Lulus dengan sempurna di Universitas Padjajaran dan dipercaya menjadi seorang wartawan, kemudian mendapat beasiswa fulbright untuk kuliah S-2 di School of Media and Public Affairs, George Washington University, USA.

Novel ini menceritakan seorang tokoh pemuda bernama Alif Fikri, dia adalah seorang pemuda yang memiliki semangat membara serta kepercayaan diri yang luar biasa, lulus dengan nilai sempurna, keliling dunia kemana-kemana, kecerdasan yang luar biasa, lantas perusahaan mana yang akan menolaknya. Kejadian luar biasa tak pernah terduga dalam lintasan pikiran Alif, pada akhir tahun 1990-an,  Indonesia dicekik ekonomi dan diguncang Reformasi yaitu Soeharto akan lengser, tentunya sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan, akhirnya kepercayaan Alif berkurang. Kesungguhan Alif yang luar biasa pada saat terjadi hal demikian tidak membuat semangatnya padam, dia tetap berusaha dan mengingat kembali mantra ajaibnya yaitu “Man jadda wa jadda” sampai pada akhirnya mampu membangun impian dan cita-citanya.

Awalnya Alif mengalami kegalauan yang luar biasa karena dia harus membiayai ibu dan adiknya, serta membayar biaya kosnya yang sudah telat dua minggu belum dibayarnya, hingga akhirnya ia meminjam uang dari ATM kartu kredit, ia sadar bahwa hal tersebut merupakan kesalahan elementer dan salah satu dosa terbesar seorang pemegang kartu kredit. Karena ia tak kunjung mendapat pekerjaan ia tidak bisa membayar hingga debt collector datang menagih, namun tiba-tiba Bang Togar datang dan memberitahukan bahwa media yang mempublikasikan karyanya ada yang belum membayarkan upah semasa ia menulis di Kanada, akhirnya ia mendapatkan secercah harapan lagi. Alif kemudian mencoba menjadi seorang penulis kolom tetap di media Bandung. Media tersebut meminta Alif untuk menulis tentang berita politik luar negeri. Tulisan Alif sangat mempesona sehingga setiap apa yang ia tuliskan pasti akan dimuat dalam media. Hasil kerja keras yang luar biasa akhirnya Alif mendapat tawaran untuk menjadi seorang wartawan di Jakarta. Suatu ketika setibanya Alif di Jakarta bertemu dengan seorang gadis bernama Dinara yang dahulu pernah ia kenal, setelah mereka sering bertemu dan terlibat projek kerja bersama akhirnya mereka dekat dan saling berbagi cerita tentang impian masing-masing.

Takdir menerbangkannya ke Washington DC sebagai mahasiswa S2 di sana cobaan lebih berat daripada di Indonesia, cobaan datang silih berganti, satu tuntas dua lagi muncul. Selama kuliah Alif menjadi wartawan di sana, hidupnya menjadi lebih baik. Sampai kejadian di New York, dia kehilangan orang terdekatnya yang sudah seperti kakak kandungnya sendiri. Alif merenung, memikirkan kembali misi hidupnya, apakah dia harus pulang dengan hasil kecil atau menetap dengan hasil yang lebih baik. Seperti kesempatan menjadi wartawan di London Inggris. Banyak waktu dihabiskan untuk berpikir, sampai akhirnya tekad Alif bulat untuk pulang ke Indonesia dengan hasil kecil. Meski begitu Alif selalu bersyukur karena impiannya sewaktu mondok Madani dulu terwujud yaitu merantau ke Amerika. Karena syukurnya tersebut, Allah menambah nikmat kepada Alif. Sebelum ke bandara ia berpamitan dengan rekan-rekan kerja di kantor, atasan Alif memanggilnya ke kantor, di sana dia diberi tahu bahwa ada lowongan kerja untuknya di Jakarta dengan hasil Amerika (hasil bagus).

Keunggulan buku: Terdapat kutipan – kutipan syair, quote, dan kalimat motivasi yang membangkitkan semangat dan kalimat yang bernilai ajaran moral. Serta kisah yang menjelaskan peristiwa secara detail, sehingga pembaca ikut terhanyut dalam cerita tersebut.

Kelemahan buku: ada beberapa percakapan dalam bahasa daerah dan bahasa Inggris yang tidak disertai dengan terjemahannya dari percakapan tersebut, sehingga membuat pembaca kesulitan memahami isi dari percakapan tersebut. (ykib/nafi).

Identitas buku:

Judul buku: Rantau 1 Muara

Penulis: Ahmad Fuadi

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Editor: Danya Dewanti Fuadi & Mirna Yulistianti

Tahun terbit: 2013

Cetakan: Kesembilan, 2019

Jumlah halaman: 401 halaman (13×19 cm)

ISBN: 978-979-22-9473-6

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *