Rinduku
(Oleh : Widia Amara Putri)
Entah mengapa
Dalam diriku tersirat rindu
Untuk seseorang
Walau kita dekat
Rindu tidak pernah pergi
Sungguh setia memang
Dan rinduku terlalu besar
Hingga hatiku tidak lagi
Sanggup menahannya
Ku ungkap semua di depanmu
Tetapi apa yang ku dapat
Selain diammu, serta
Pelukan pertama darimu
Saat itu aku merasa
Kebahagiaan ku telah kembali
Luka Darimu
(Oleh : Widia Amara Putri)
Ceritamu terlalu Indah
Untuk kau bagi dengan ku
Tapi kenapa ?
Kau malah menyuruh dia
Masuk ke dalam cerita itu
Jangan kau tanya
Apa aku kecewa
Menerima keputusanmu
Hanya itu yang ku bisa
Karena mengusikmu
Akan memperlambat kebahagiaan ku juga
Aku hanya bisa berharap
Penggantimu segera datang
Karena aku terlalu takut
Untuk menghadapi dunia, sendiri
Seseorang
(Oleh : Widia Amara Putri)
Kau terlalu Indah
Untuk ku ungkap dalam kata
Hadirmu memberi makna
Serta harapan yang baru
Waktu seolah mendukung
Menuntun kita menuju kebahagiaan
Kau membuatku percaya
Jika cinta sejati itu nyata
Dan dia datang tidak untuk dilihat
Tetapi untuk dirasakan
Hati memberi jawaban
Dari kesimpulan yang dilihat oleh mata
Manis
(Oleh : Widia Amara Putri)
Satu kata yang ku tujukan padanya
Setiap Kali ku melihat wajahnya
Senyuman itu membawa kehangatan
Tutur Katanya membuatku kagum
Tingkah lakunya membuatku nyaman
Waktu mempertemukan kita
Untuk saling mengenal
Pertemuan yang tidak disangka – sangka
Berakhir dengan kerinduan
Ingin ku menemuinya
Meski hanya sekedar menatap dari jauh
Tapi siapakah aku?
Hingga seberani itu
Dalam diam, hanya itu yang ku mampu
Cahaya Untuk Negeri
(Oleh : Widia Amara Putri)
Nyawa tidak lagi utama
Apa lagi harta
Semua dipertaruhkan
Demi tanah kelahiran
Darah mengalir
Diseluruh pelosok negeri
Rintihan, tangis menggema di udara
Mengadu duka pada tuhan
Tiada henti
Hingga titik terakhir
Perjuangan itu
Ketika mereka mulai lelah
Cahayamu bersinar terang
Membangkitkan semangat anak negeri
Dan semua berujung bahagia
Serta rasa syukur tanpa jeda

