*Oleh Nisa Nur Aini, S.Pd., Gr.
Buku Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang ini adalah karya Sabrina Ara. Buku ini berisi tentang memperjuangkan hidup yang bahagia dari orang-orang yang mengusiknya. Buku ini dibagi menjadi 7 bab:
Bab 1 Kadang Kala Membenci Tidak Butuh Alasan Logis. “Pembenci itu sangat pemilih, mereka hanya membenci orang yang hidupnya lebih baik daripada hidup mereka” (Mario Teguh). Terkadang kita harus berjuang sendiri dalam hidup, bahkan dari orang yang kita anggap dekat. Orang-orang di sekitar kita bisa berubah peran dengan cepat, dari sahabat mmenjadi saingan, dan kadang mereka hanya menjadi penonton saat kita kesulitan. Hidup itu penuh misteri dan bisa berubah-ubah seperti halnya perasaan benci yang bisa muncul tiba-tiba. Meskipun tahu bahwa membenci terkadang melelahkan, tetapi banyak manusia tetap menggunakan energi untuk urusan satu ini.
Bab 2 Bila Dunia Tampak Buruk, Ubahlah Cara Pandangnya. Seseorang tidak akan mengira sebuah berlian bernilai jutaaan rupiah bila saat melihatnya ia menganggap berlian itu hanya batu biasa yang mengkilat. Sering kali kita melihat masalah sebagai sesuatu yang rumit, seperti benang kusut. Namun, meskipun sulit, masalah bias diurai dan diselesaikan. Mungkin ada hal yang harus dikorbankan, tapi selalu ada cara. Terkadang, kita harus menurunkan ekspektasi dan menerima bahwa masalah tidak selalu bisa diselesaikan dengan sempurna. Terakhir, kadang-kadang benang yang kusut justru terlihat lebih unik dan estetik. Ini bisa diartikan bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan dengan sempurna, dan kadang ketidaksempurnaan itulah yang punya keindahan.
Bab 3 Jangan Berusaha Terlalu Keras Supaya Seseorang Berubah. Berharap orang lain berubah itu wajar. Namun, kalau kita berharap orang lain berubah hanya karena kita tidak suka dengan sifat mereka, itu bisa jadi karena rasa egois kita lebih dominan. Kita menginginkan mereka berubah karena kita sendiri enggan memperbaiki diri. Mencoba memaksa orang lain untuk berubah juga bisa sangat melelahkan karena peran utama dalam perubahan sebenarnya ada pada niat dan usaha orang itu sendiri, bukan karena bujukan atau paksaan dari kita.
Bab 4 Cara Menghadapi Dunia yang Tak Terlalu Ramah. Dunia digambarkan seperti hutan belantara yang luas, di mana ada sisi keindahan, tetapi juga ancaman dari “hewan-hewan buas” yang saling mengancam. Hidup di dunia ini membutuhkan pertahanan diri dari berbagai ancaman yang mengganggu rasa damai. Seorang petualang mungkin menganggap dunia sebagai perjalanan yang menyenangkan, tetapi bagi orang yang lemah, dunia bisa terlihat seperti hutan yang menakutkan dan tidak ramah. Intinya, cara kita memandang dunia sangat bergantung pada sudut pandang dan kekuatan yang kita miliki.
Bab 5 Mengelola Emosi Negatif untuk Hari yang Berat. Tuhan telah menganugerahkan emosi kepada manusia, seperti marah, senang, kecewa, sedih, dan bahagia. Tanpa emosi, hidup akan terasa datar dan tanpa ekspresi. Oleh karena itu, tugas manusia adalah mengelola, merawat, dan mengendalikan emosi ini dengan baik. Tujuannya adalah agar emosi tersebut tidak hilang, tetapi tetap terkendali sehingga tidak menyakiti orang lain.
Bab 6 Cara Selamat dari Orang yang Tidak Menyenangkan. Ketika seseorang tidak menyukai Anda, itu tidak selalu berarti ada yang salah dengan diri Anda. Mereka mungkin tidak memiliki alasan jelas untuk membenci, atau bahkan bisa memandang kebaikan Anda sebagai sebuah kesalahan. Buku ini juga menegaskan bahwa akan selalu ada orang-orang yang tidak menyenangkan dalam hidup, dan mereka bisa bertindak melampaui batas, menganggap keheningan kita sebagai persetujuan atas perlakuan mereka.
7 Berbahagialah dengan Diri Sendiri. Intinya, hidup kita ini sementara. Kalau kita habiskan waktu untuk bersusah hati, itu hanya akan merugikan. Sebaliknya, kebahagiaan itu adalah sesuatu yang kita ciptakan sendiri. Buku ini juga menekankan bahwa kita tidak punya tugas untuk membahagiakan orang lain. Sejatinya, tugas membahagiakan diri sendiri. Sesuai dengan kutipan di atas, kebahagiaan bisa didapatkan dengan menyukai apa yang kita miliki.
Kekurangan buku:
- Setiap kasus hanya dipandang satu sudut pandang.
- Cerita kasusnya terlalu singkat.
Kelebihan buku:
- Bahasa mudah dipahami
- Sampul menarik dan simpel perpaduan warna hitam putih.
- Buku ini memiliki isi yang singkat, padat, dan jelas berisi informasi yang mudah dipahami tanpa penjelasan yang panjang.
- Cocok untuk anak muda karena bersifat reflektif dan motivasional
- Halaman yang tidak terlalu banyak namun memuat isi yang sangat positif. (ykib/nisa).
Identitas buku
Judul : Sayangi Dirimu, Berhentilah Menyenangkan Semua Orang
Penulis : Sabrina Ara
Penerbit : Syalmahat Publishing
Halaman : 170
ISBN : 978-623-92995-8-3
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Padangan

