*Oleh Arum Nila Nadiya, S.Pd.
Buku Self Driving karya Rhenald Kasali sesuai judulnya, buku ini berisi tentang pilihan menjadi manusia sebagai pemimpin. Pilihannya ada dua, sebagai driver (pengemudi) atau passanger (penumpang).
Driver ialah seorang pemimpin yang dalam perjalanannya bisa saja salah, atau membentur kendaraan lain. Kalau ada kecelakaan, dialah yang bertanggung jawab, bukan penumpang.
Sedangkan passenger, seorang pemimpin yang diibaratkan penumpang yang dalam perjalanan menuju sebuah tempat. Dia boleh mengantuk, tertidur, terdiam, bahkan tak perlu tahu arah, serta tak perlu banting tulang untuk menjaga mobilnya.
Dari istilah itu, Renald memadankan kata driver dengan winner (orang yang sukses), dan passanger dengan loser (orang yang gagal).
Winner menurut Rhenald, merupakan orang yang terlihat penuh semangat, tak mudah putus asa, tidak mengeluh dan tak banyak komplain. Sementara, loser dianggap sebagai orang mudah menyerah, menganggap semuanya susah, menyalahkan orang lain dan sering bertindak ngawur.
Dari bab satu hingga bab akhir, pembaca disajikan banyak hal terkait perbedaan antara driver dan passanger. Renald juga membedah istilah lain, seperti bad driver (pengemudi yang buruk), dan good passanger (penumpang yang baik).
Semuanya disajikan dengan motivasi-motivasi berupa cuplikan tulisan dari empunya buku di koran-koran nasional, baik yang bermuatan ilmu, maupun rangkuman profil dari orang-orang yang sukses menjadikan dirinya pemimpin bagi perusahaan hingga negara. Bahasa yang ditulis dalam buku ini pun mudah dimengerti.
Salah satu cerita yang ditulis dalam buku ini adalah kisah Conor Mcgregor, seorang petarung Mix Martial Art (MMA) dari Ultimate Fighting Championship (UFC).
Dahulu, Conor hanya seorang yang biasa saja dan tak menonjol. Banyak temannya melakukan perundungan kepadanya. Dia pun jadi punya keinginan buat belajar bela diri, alasannya untuk sekadar jaga-jaga.
Dalam perjalanannya, dia sempat memiliki mimpi menjadi pesepak bola, dan gagal. Itulah yang menjadi landasan dan membuka cita-citanya membangun karier sebagai petarung MMA.
Bagi kamu yang di tengah jalan mulai merasakan hidup yang cenderung biasa-biasa saja, maka baca saja Self Driving, siapa tahu habis membaca, mental yang dulunya seorang passanger, kemudian berubah menjadi seorang driver.
Akhir kata, berikut sebuah pandangan dari Rhenald Kasali yang menarik untuk direnungi: “Berdasarkan pengamatan saya, salah satu persoalan berat yang dihadapi bangsa ini dalam menghadapi perubahan adalah rendahnya kemampuan kita untuk keluar dari comfort zone (zona nyaman).” (*/ykib).
Kelebihan :
- Penulisnya pandai bertutur dan menjelaskan setiap konsep dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami
- Dilengkapi dengan contoh-contoh kasus yang kongkrit sehingga memudahkan pembaca memahami konsep yang sedang dibahas
- Pengalaman penulis yang disajikan dalam buku ini menjadi nilai tambah tersendiri sehingga tidak melulu soal teori dan konsep abstrak
- Setiap bagian disajikan dengan begitu runtut dan bagus.
Idenitas buku :
Judul Buku : Self Driving, menjadi driver atau passenger?
Penulis : Rhenald Kasali
Tahun Terbit : September, 2014
Penerbit : Mizan
Tebal : 270 hlm.
ISBN : 978 979 433 851 3
Peresensi : Arum Nila Nadiya
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

