Senin Bersama Rasulullah

*Oleh Min Qurin Amaliya Qoria, S.Pd.

Senin Bersama Rasulullah adalah kumpulan renungan iman, pemahaman baik tentang hidup juga perjalanan menemukan cahaya.

Duhai Allah, Senin ini izinkanku bersama kekasihMu, secara fisik mungkin mustahil, tapi secara amalan, akan kuusahakan untuk semirip mungkin dengannya. Tenggelam dalam jejak hidupnya. Sebagaimana dia senang sekali puasa hari Senin, aku juga sangat senang.

Rasulullah bersabda, “Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi).

Duhai Allah, dalam hadis Qudsimu, engkau berfirman, “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa, sebab ia hanyalah untukku dan akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung.” (HR. Bukhari).

Jika boleh memilih ganjaranku, kumohon padamu agar bisa bertetangga dengan Rasullullah besok lusa di surgamu. Aamin.

Perjalanan paling menakjubkan yang kita lakukan bukanlah perjalanan menuju pucuk dunia, juga bukan menuju ujung galaksi, akan tetapi perjalanan menemukan Allah. Baik ujung dunia maupun ujung galaksi memang hebat, tapi bukan segala. Namun mereka yang menemukan Allah, maka telah menemukan segalanya. Sebagaimana mereka yang kehilangan Allah, maka telah kehilangan segalanya. Apa-apa selain Allah adalah sangat kecil dan begitu rapuh. Allah-lah yang maha besar dan maha kuat serta satu-satunya pemilik kuasa penuh.

Apa arti kebesaran makhluk di hadapan kebesaran Allah?.

Setinggi apapun kedudukanmu, Allah jauh lebih tinggi. Sehebat apapun akal dan nalarmu, Allah jauh lebih hebat. Sekaya apapun kepemilikanmu, Allah jauh lebih kaya. Kamu tidak punya apa-apa dan kamu bukan apa-apa. Allahlah yang punya segalanya.

Ibadah tanpa cinta hanya akan mengubah ibadah tersebut menjadi rutinitas semata. Kamu melakukannya hanya karena memang kamu terbiasa melakukannya. Orang-orang seperti ini cepat atau lambat akan merasa jenuh lantas meninggalkan ibadah tersebut.

Mungkin ini jawaban kenapa dulu ketika kecil banyak teman-temanmu yang rajin sholat ke masjid, tapi ketika menginjak dewasa kemana mereka pergi?. Kenapa masjid tak seramai dulu?. Boleh jadi, karena mereka melakukan ibadah hanya karena ikut-ikutan, hanya karena dipaksa orang tua bukan atas dasar cinta kepada Allah.

Kenapa kita jenuh beribadah?.

Karena kita tidak mengiringinya dengan cinta dan terjebak dalam rutinitas yang lupa akan beribadah.

Jika pada mereka yang fokus duniawi saja, bahkan yang jelas-jelas mengabaikan perintah, Allah tetap beri kelezatan, apalagi kepadamu yang fokus membangun hubungan dengannya, tentulah Allah akan beri lebih kebahagiaan dan keberkahan bagimu.

Dalam hadits Qudsi Allah berfirman “Wahai anak Adam, gunakanlah waktumu untuk beribadah kepadaku, niscaya aku akan memenuhi hatimu dengan rasa kecukupan dan memenuhi kedua tanganmu dengan rezeki.

Wahai anak Adam, janganlah engkau menjauh dariku (karena apabila engkau melakukannya) niscaya aku akan menjadikan hatimu penuh dengan kekafiran dan menjadikan kedua tanganmu penuh dengan kesibukan. (HR. Hakim).

Masyaallah, jika kita melakukan ini semua, di penghujung hari nanti, tertunduklah penuh syahdu sembari berbisik, “Ya Rabb yaumi hadza laka kulluhu, Duhai Rabb, setiap senti hariku ini untukmu semuanya. (ykib/amel).

Identitas buku:   

Judul buku        : Senin Bersama Rasulullah

Penulis                : Febriawan Jauhari

Penerbit              : Redaksi magenta media

Tahun penerbit  : 2019

Tebal halaman   : 154

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *