Senja, Hujan dan Cerita yang Telah Usai

Oleh Nola Armylia, S.Sos

Boy Candra penulis buku ini ingin mengenal dirinya sendiri lebih dalam. Merenung atas segala perasaan yang dulu pernah ada. Kenangan di masa lalu cukuplah menjadi pelajaran. Namun akhirnya dia bahagia dengan seseorang yang bisa menerima tanpa pernah bertanya dari mana masa lalunya.

Ini adalah buku nonfiksi kedua Boy Candra setelah Catatan Pendek untuk Cinta yang Panjang.

Kenangan adalah sesuatu yang terkadang menjelma menjadi pisau, menusuk jantung paling dalam. Namun tak jarang adalah hal yang mendatangkan rindu di kala hujan dan senja. Selalu ada pelajaran atas segala perasaan, meski terkadang tak tersampaikan.

Mari mengenang tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah pulang panjang ke masa lalu kamu harus menjadi lebih baik. Dan mulailah menata rindu yang baru.

Katakan kepada masa lalu ‘’Kita adalah cerita yang telah usai’’.

Air mata kadang menjadi hujan-hujan yang disembunyikan. Satu-satunya yang memperlambat waktu adalah rindu. Segala hal yang terjadi kini hanyalah bagian dari perjuangan yang akan kita nikmati nanti. Perasaan lelah tidak akan sia-sia,bahwa segala rindu yang terasa akan menemukan bahagia pada waktunya. Terkadang tidak terlalu banyak bicara. Kita hanya menikmati udara sambil saling menatap. Ada saatnya kita akan dihadapkan pada masa-masa sulit. Barangkali yang akan meresahkan pada saat yang sama kita juga sedikit memerlukan waktu untuk bertemu dan menjelaskan.

Pahamilah, setiap orang yang berkasih sayang akan mengalami hal yang sama. Hanya saja ada yang melalui dengan baik ada yang tidak. Akan ada fase ketika dua orang yang ditimpa musibah mereka harus terpisah. Harus menunda dan menunggu waktu yang baik untuk bertemu. Kalau sudah begini harus dipahami bahwa kita sedang menunggu waktu untuk mendapatkan solusi. Bukan waktu senggang lantas mencari selingan hati. Kita harus menyelesaikan semuanya dengan baik. Sebab, kita memulai dan menjalaninya dengan awal yang baik. Kita akan kembali melanjutkan dengan segala hal yang pernah kita rencanakan.

Dua orang yang menjalani hubungan punya cara yang berbeda dengan dua orang lainnya. Jadi, memang tidak bisa dibanding-bandingkan. Apalagi menginginkan cara yang sama.

Jangan iri untuk menjalani hal yang memang membuat kita tidak nyaman. Ujung-ujungnya hanya akan membuat kita galau. Tidak perlu iri melihat orang lain dengan cara mereka. Sebab, cinta punya caranya sendiri untuk membuat bahagia. Bukankah kebahagiaan sejatinya hanyalah tentang bagaimana kita menciptakan dan menikmatinya.

Perasaan bisa tumbuh dan berubah kapan saja. Tanpa pernah bisa diminta sesuka kita. Bisa hari ini putih, besok malah menjadi hitam. Membawa diri pergi dalam keadaan masih mencintai adalah salah satu hal yang paling susah dijalani.

Hidup akan terus berlanjut, jika tidak mau membangun hubungan baru dengan orang baru. Hanya karena berharap kepada dia sementara dia sudah memilih orang lain. Kamu akan semakin tertinggal sementara dia akan semakin jauh di depan dan semakin bahagia.

Maka, bukalah hati, jatuh cinta lagi. Cinta selalu belajar saling memahami bukan hanya meminta dan menunggu dipahami.

Saat seseorang tidak pernah menuntut melupakan masa lalumu bukan berarti kamu bisa seenaknya saja menghadirkan dia berkali-kali dalam hubungan. Ada orang yang memang tidak suka membahas lebih dalam lagi, tidak suka jika masih melibatkan semua yang sudah berlalu dalam hidupnya lagi. Namun memilih untuk bungkam dan seolah olah tidak mau tahu bagaimana kamu yang dulu. Alasan sebenarnya adalah jika membahas masa lalu pembicaraan tidak menyenangkan.

Ada orang yang memilih pergi demi hati yang baru yang mungkin lebih berseri. Ada juga yang memilih melakukannya diam-diam, lalu mengaku khilaf setelah semuanya menjadi luka. Ada yang pandai bermain hati, ada yang minta maaf berkali kali, ada juga yang dengan bodoh memberi kesempatan berkali-kali. Ada yang segera berubah, ada yang tetap berjuang dengan tabah. Untuk urusan hati yang begini tentu selalu ada pilihan, selalu ada kesempatan.

Buku ini dipersembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang pernah mencintai tapi dikhianati, juga yang pernah menghianati lalu menyadari semua bukanlah hal baik untuk hati. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat  sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama dan hal-hal yang pahit dari itu.

 

Judul Buku          : Senja, Hujan dan Cerita yang  Telah Usai

Penulis                 : Boy Candra

Penerbit              : Media kita

Tanggal terbit    : 16 Juni 2015

Penyunting         : Irwan Rouf

Cetakan               : Cetakan pertama, 2015

Oleh                      : Nola Armylia

               

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *