Si Putih

Oleh Nola Armylia, S.Sos.

Novel berjudul Si Putih adalah salah satu novel dari Tere Liye. Tidak asing lagi dengan nama Tere Liye kan. Iya karena tulisannya banyak disukai oleh pembaca karena bahasanya yang unik.

Novel ini berbeda dengan novel lain karena kebanyakan novel itu bercerita tentang kisah cinta yang romantis namun beda dengan novel Si Putih ini yang menceritakan tentang hewan.

Kisah ini tentang si Putih, kucing yang raib. Di halaman pertama dijelaskan bahwa si Putih sudah muncul hanya saja dia seperti hewan biasa yang tinggal di rumah Raib. Tapi tidak disangka si Putih memiliki petualangan yang seru bersama N-OU dan Pak tua.

Novel ini dimulai pada masa Klan Polaris dimana kucing itu berasal. Klan Polaris adalah Klan dengan puluhan miliar makhluk hidup. Dalam sistem kalender Klan Polaris jumlah hari ada tujuh dan setiap tujuh minggu bulan baru terbentuk lantas setiap tujuh bulan tahun baru tiba. Hari itu saat kisah ini bermula adalah hari 1, minggu 1, bulan 1, tahun 1 dan itu hanya berarti satu hal yaitu telah terjadi kekacauan besar.

Bayangkan sebuah apel yang seharusnya seluruhnya berwarna merah segar hari itu apel berubah menjadi dua area yang kontras. Sebagian berwarna merah segar dan sebagian berwarna kelabu. Itulah Klan Polaris.

Ketika terjadi pandemi level 10, N-OU bersama orang tuanya naik kapal, dan salah satu detektor mendeteksi bahwa N-OU terkena virus dan N-OU gagal melewati detektor dan terpaksa berpisah dengan ayah dan ibunya.

N-OU tergeletak di dinding gedung tua dan tubuhnya menggigil. Tanpa diduga N-OU bertemu dengan Si Putih, bagaimana N-OU bisa berkomunikasi dengan Si Putih padahal kucing kan hanya bisa meong meong dan mereka saling membantu sehingga menjadi sahabat yang terikat pada suatu kekuatan besar dan mereka pun menjelajahi klan-klan yang tidak pernah terduga keberadaannya.

Pada awalnya mereka ingin menembus dinding untuk menemui orang tuanya namun mereka memilih untuk menjelajahi klan di dunia paralel dan menemukan jati diri. Hari-hari berikutnya dia memutuskan untuk mencari cara agar bisa menembus dinding dan bertemu dengan orang tuanya.

Mereka berjalan ke arah timur hingga akhirnya mereka bertemu dengan manusia yang hidup selain mereka. Dia adalah Pak Tua yang tinggal di sebuah rumah di padang rumput yang kini hancur karena diseruduk ribuan banteng. Pak Tua pun memutuskan untuk ikut berpetualang bersama N-OU dan Si Putih.

Banyak pengalaman yang mereka dapatkan selama perjalanan ditambah penjelasan dari Pak Tua mengenai Klan Polaris. N-OU pun akhirnya menyadari bahwa dirinya adalah pengendali hewan.

Yang menarik di buku ini yaitu :

Buku ini memiliki cerita dan karakter baru dan tentu petualangan tidak kalah seru di buku ini akan berpetualang bersama Si Putih, N-OU dan Pak Tua.

Tidak pernah ada sejarah yang mencatat hewan bisa melakukan teleportasi tapi Si Putih bisa.Di novel ini juga disebutkan bahwa teknologi tidak merusak apapun,teknologi hanya alat seperti kebanyakan alat tergantung manusia yang menggunakannya, bisa untuk kebaikan atau bisa sebaliknya untuk keburukan.

Motivasi yang ada di novel ini sangat banyak sekali yaitu :

Jika kekuatan itu terus dilatih boleh jadi dengan cepat tidak perlu lama akan membuka kemampuan lain yang hari ini terlihat sangat tidak masuk akal.

Anak muda harus teguh pendirian, sekali dia memutuskan sesuatu, maka itu tidak bisa diubah lagi.

Jangan ragu-ragu, jangan takut, selesaikan apa yang akan kamu selesaikan.

Di novel ini kita juga disadarkan bahwa ada yang juga penting dibanding berkumpul dengan orang tua, hewan dan tumbuhan mereka juga penting karena dunia ini semata-mata tidak hanya manusia.

Disamping itu ada nilai yang bisa diambil dari novel Si Putih, seperti kita harus memahami jika dunia ini bukan hanya dihuni manusia saja melainkan ada hewan dan tumbuhan juga. Dan kita akan belajar mengenai kehidupan di mana selalu ada pihak yang serakah dan ingin menang sendiri. Namun meskipun demikian kebenaran akan selalu menang. (*/ykib)

Identitas buku :

Judul               : Si Putih

Penulis             : Tere Liye

Co- Author      : Diena Yashinta

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit     : 20 April 2021

Jumlah hal       : 376 Halaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *