Siapa Pun yang Ingin Ahli di Bidangnya Harus Melalui 10.000 Jam

Oleh Muhammad Roqib

Percaya atau tidak seseorang akan menjadi ahli atau mahir di bidang apa pun setelah mereka menggeluti bidang yang mereka sukai itu selama 10.000 jam. Kalau dihitung dengan waktu berapa tahun, kira-kira sekitar 5 tahun lebih 2 bulan.

Orang-orang hebat di bidangnya seperti Bill Gates yang sangat menyukai komputer dan mendirikan perusahaan Microsoft atau The Beatles, grup band legendaris, yang sukses di bidang musik, Mark Zuckerberg yang mendirikan Facebook, atau Ghozali Everyday yang menjadi miliarder gara-gara menjual swafoto (selfie) dalam bentuk NFT di platform OpenSea, telah melewati 10.000 jam.  

Bill Gates sangat menyukai komputer sejak dia duduk di kelas delapan SMA. Saat itu, komputer adalah barang yang masih langka. Bill Gates sangat terobsesi dengan komputer. Bahkan, dia tidak mengikuti pelajaran olahraga karena mengutak-atik komputer.

“Saya biasa pergi di malam hari, setelah lewat jam tidur. Saya berjalan ke University of Washington dari rumah. Atau naik bus. Saya kemudian bermain komputer dengan leluasa di lab komputer yang ada di kampus itu. Saya sangat terobsesi dengan komputer,” ujar Bill Gates.

Bill Gates terus mengembangkan kemampuannya dalam pengembangan komputer dan perangkat lunak. Ia kemudian kuliah di Harvard University. Setelah lulus, ia mendirikan perusahaan perangkat lunaknya sendiri yang kemudian diberi nama Microsoft. Sekarang hampir semua komputer dan laptop menggunakan perangkat lunak Microsoft. Bill Gates telah berlatih membuat program perangkat lunak komputer selama lebih dari 10.000 jam. Dan, akhirnya ia berhasil.

Bagaimana dengan The Beatles.  The Beatles – John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr – datang ke Amerika Serikat pada Februari 1964, memulai invasi Inggris ke arena music Amerika dan mengeluarkan lagu-lagu hits yang mengubah wajah music pop pada zamannya.

Bagaimana The Beatles bisa meraih kejayaan seperti itu. Ada kisah di balik itu, yakni mereka sudah melalui 10.000 jam berlatih dan bermain musik. Pada 1960, saat masih band rock sekolahan yang sedang memulai karier, mereka diundang untuk bermain di salah satu klub di Hamburg, Jerman. Mereka tampil setiap hari selama delapan jam di salah satu klub di Hamburg itu selama kurang lebih 5 tahun. Mereka harus bermain di hadapan para pengunjung, membawakan berbagai lagu dan musik untuk menghibur, mereka harus berimprovisasi. Dan hasilnya, saat mereka hijrah ke Amerika Serikat untuk menjajal kancah musik di negeri Paman Sam itu, mereka sudah sangat berpengalaman dan mahir. The Beatles kemudian menjadi grup band legendaris.  Jam terbang menentukan keberhasilan The Beatles.

Bagaimana dengan Mark Zuckerberg. Ia juga melalui 10.000 jam mencoba membuat media sosial yang kemudian diberi nama Facebook dan penggunanya kemudian meledak. Mark Zuckerberg awalnya mencoba membuat media sosial itu saat ia masih mahasiswa di Harvard University. Ia merancang dan membuat Facebook itu di kamar kosnya bersama dua orang temannya. Lalu kemudian, Facebook itu menjadi sangat popular dan mengangkat Mark Zuckerberg menjadi salah satu miliarder termuda dunia.

Baru baru ini juga viral seorang pemuda Indonesia yang mendadak menjadi miliarder. Ia adalah Ghozali yang lebih dikenal dengan nama “Ghozali Everyday”. Ghozali meraup keuntungan mencapai Rp13 miliar berkat menjual foto selfie-nya dalam bentuk NFT (non-fungible token) di platform OpenSea. Ratusan foto selfienya ramai dikoleksi oleh kolektor-kolektor digital.

Pria berusia 22 tahun ini mengumpulkan foto setiap hari sejak usia 18 tahun. Ia mengunggah dan menjual fotonya itu dalam bentuk NFT di platform OpenSea sejak tahun 2017. Ketekunan dan konsistensinya membuahkan hasil. Ia telah melampaui 10.000 jam dalam mengoleksi foto selfie itu dan kini ia menjadi salah satu pemuda Indonesia yang berhasil.

Apa yang bisa kita pelajari dari kaidah 10.000 jam ini. Pertama, keberhasilan atau kesuksesan di bidang apa pun tidak ada yang instan, semuanya melalui proses yang panjang. Lihat saja bagaimana perjuangan Bill Gates, The Beatles, Mark Zuckerberg, dan Ghozali. Mereka memulai dari awal dan terus berusaha dan berproses, meskipun mungkin tidak ada yang melihatnya. Kedua, keberhasilan membutuhkan konsistensi dan kepercayaan diri. Tidak mudah menyerah dan terus mau mengembangkan kemampuan dan kompetensi dalam bidang yang sangat diminatinya adalah kunci untuk bisa berhasil.

Apa pun bidang yang kita geluti, entah itu menjadi seorang guru, pedagang, karyawan, pengusaha, pegawai, pemain sepakbola, atau bahkan penjual sate pun yang ingin mahir dan ahli dalam bidangnya, maka kaidah 10.000 jam berlaku. Jadi, jangan cepat menyerah atau putus asa ketika anda baru mencoba belum sampai 10.000 jam atau sekitar 5 tahun tetapi sudah gagal. Bangkit dan terus berusaha adalah kunci keberhasilan. (*/ykib)

Penulis adalah Guru Kampung Ilmu Bojonegoro

Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *