Sst… It’s Women Territory

*Oleh Nurul Khoiriyah, S.A.

Buku Sst,,, It’s Women Territory karya Linda Lee adalah sebuah karya yang memberikan pandangan dan inspirasi bagi wanita dalam menjalani berbagai peran mereka. Dengan bahasa yang ringan namun bermakna, buku ini mengajak pembaca untuk merangkul kodrat, memaksimalkan potensi, dan menjalani hidup dengan penuh semangat yang tak tergoyahkan.

Kodrat dan Karier: Pilihan, Bukan Pertentangan

Sudah kodratnya seorang Wanita melahirkan, punya anak, dan menjadi ibu. Lantas bagaimana dengan wanita karier?. Apakah ia menyalahi kodrat?. Tentu tidak. Itu semua tergantung dari prioritas diri wanita itu sendiri. Tidak ada salah jika bisa mengerjakan keduanya kenapa tidak. Linda menegaskan bahwa menjadi ibu dan menjalani karier tidaklah saling bertentangan, melainkan dua hal yang bisa berjalan berdampingan jika wanita mampu mengatur prioritasnya. Wanita berhak menentukan arah hidupnya tanpa merasa terikat pada stigma.

Cantik Luar Dalam: Senyum Adalah Mahkota

Status boleh emak – emak tapi badan juga harus dijaga. Punya anak tidak mesti melar. Punya anak bisa tetap modis. Punya anak tetap bisa tampil cantik. Buku ini juga memberi informasi tentang diet yang juga penting untuk seorang wanita menjaga tubuhnya agar tetap modis dan sehat. Cantik dari dalam hati enggak kadaluarsa, enggak hilang, enggak habis. Cantik yang dari luar bisa kadaluarsa, bisa hilang, bisa habis. Eyeliner, lipstick, blush on, eye shadow, bedak, semuanya boleh ketinggalan. Namun, satu yang enggak boleh ketinggalan. Senyum, satu senyum manis mampu membuat  mukamu cantik bersinar.

Bagian ini mengingatkan bahwa kecantikan sejati berasal dari hati. Peralatan kosmetik bisa tertinggal, tetapi senyum adalah “aksesori” yang harus selalu dipakai. Senyum mencerminkan kebahagiaan dan kepercayaan diri, memberikan aura kecantikan yang tak lekang oleh waktu.

Metamorfosis Kehidupan: Belajar dari Kupu-kupu

Buku ini menggunakan analogi kupu-kupu untuk menggambarkan pentingnya menjalani proses hidup dengan sabar dan tawakal. Proses, meski kadang sulit, adalah jalan menuju keindahan yang telah Tuhan rancang. Pesan ini menguatkan bahwa setiap tantangan memiliki cerita dan pelajaran berharga. Sebelum menjadi seekor kupu – kupu, ia harus melewati sebuah proses terlebih dahulu. Dari telur, ulat, kepompong, barulah menjadi kupu – kupu. Jika ia menolak proses itu, dia tidak akan mendapatkan keindahan seperti seharusnya. Dia tidak akan seindah desain Sang Pencipta. Ketika ia rela melewati satu persatu tahapannya, ia akan sampai pada desain indah yang Sang Pencipta ciptakan. Hidup manusia tidak  lebih bagai kupu – kupu, ia harus sabar dan menikmati setiap perjalanan, perjuangan yang mereka lalui  agar sampai pada tahap keindahan yang akan Tuhan berikan, karena sejatinya setiap proses pasti ada  cerita yang panjang dan kita perlu bersabar dan bertawakal dalam menghadapi setiap ceritaya.

Tua Adalah Awal Baru

Berbeda dengan pandangan umum lain, buku ini melihat proses menua sebagai sesuatu yang positif, semakin tua berarti semakin cantik, bijaksana, dan sukses. Tidak ada batasan usia untuk bermimpi, belajar, atau mencoba hal-hal baru.  Menjadi tua adalah sebuah kepastian, menjadi tua adalah sebuah proses yang tidak bisa dilawan, menjadi tua adalah sebuah proses yang tidak bisa ditunda. Daripada menyakal proses itu, lebih baik nikmati  prosesnya dan lakukan yang terbaik. Tua bukan berarti old fashioned, gaptek, enggak bisa memulai hal  baru, ”not for our age”, dan sederet imej lain yang melekat bersama kata “tua”. Tidak ada batasan  umur untuk mulai bermimpi. Tidak ada batasan umur untuk memulai sesuatu yang baru. Tidak ada batasan umur untuk belajar hal baru. Karena tidak ada batasan maka jangan membatasi diri untuk terus berlari,  bermimpi dan mencoba hal baru. Umur bukanlah halangan untuk kita memulai sesuatu. Keep on  dreaming. Keep on running. Keep on moving.

Bakat: Harta Terpendam dalam Diri

Buku ini meyakinkan bahwa setiap orang telah dianugerahi bakat oleh Tuhan. Jika belum menemukannya, jangan menyerah. Eksplorasi, coba, dan teruslah belajar hingga bakat itu terlihat. Ketika  ditemukan, bakat akan menjadi sumber kebahagiaan dan potensi besar untuk memberikan dampak  positif pada diri sendiri maupun orang lain. Sesungguhnya setiap orang mempunya bakat dan kompetensi diri, namun mereka jarang menyadari hal ini. Jika memang belum tahu bakat atau passion dalam  diri kita sendiri jangan menyerah, ayo terus gali hingga nanti kita akan mendaptkan surprise ketika kita  berhasil menemukannya. Kita akan senang, takjub melihat apa yang dapat kita lakukan dengan bakat  kita, percayalahh.

Kacamata Kuda: Fokus pada Tujuan

Buku ini memperkenalkan konsep “kacamata kuda” sebagai alat untuk menjaga fokus pada mimpi dan tujuan. Dengan fokus ini, kita tidak mudah tergoda untuk menyerah atau membandingkan diri dengan orang lain. Kaca mata kuda berfungsi untuk menuntun jalannya si kuda agar enggak ngaco. Supaya enggak  lirik kanan kiri. Supaya ia hanya fokus ke depan dan mengikuti instruksi pak kusir. Kita bagaikan menggunakan kacamata kuda untuk bermimpi. Agar kita tetap lurus melihat ke depan. Supaya enggak lirik kanan-kiri, tergoda untuk menyerah, tergoda untuk membanding-bandingkan hidup dengan orang lain. Lurus ke depan dan menikuti blue print Sang Pencipta. Kacamata kuda membantu lurus melihat pada tujuan.

Tiga Sikap Sederhana: Please, Help, Thank You

Buku ini menyebutkan tiga sikap sederhana namun penuh makna: please (tolong), help (bantu), dan thank you (terima kasih). Sikap ini mencerminkan kerendahan hati, kepedulian, dan rasa syukur. Jika diterapkan, ketiganya mampu menciptakan kehidupan yang lebih bermakna dan penuh harmoni.

Kesimpulan

Sst,,, It’s Women Territory adalah buku yang menggugah semangat dan memberikan perspektif baru tentang kehidupan. Buku ini berhasil menyampaikan pesan-pesan penting tentang cinta diri, fokus pada tujuan, dan keberanian untuk bermimpi. Buku ini cocok untuk siapa saja yang ingin hidup lebih optimistis dan inspiratif.

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu