Tak Apa-Apa Tak Sempurna

*Oleh Siti Nurziadah, S.Pd.

Dalam buku ini Brene Brown mengajak kita untuk menerima diri apa adanya, tidak perlu mencemaskan “apa yang orang lain pikirkan” tentang diri kita, sehingga kita bisa mencintai diri sendiri. Tidak apa-apa bila kita tidak sempurna, seperti orang lain. Brene Brown mengajarkan kita cara menjalani hidup sepenuh hati, dengan merangkul kerapuhan dan kerentanan kita, serta menumbuhkan keberanian, belas kasih, dan keterhubungan.

Kehidupan yang dijalani sepenuh hati adalah soal terlibat dengan hidup kita dengan perasaan pantas. Ini berarti menumbuhkan keberanian, belas kasih, dan keterhubungan untuk bangun pagi dan berpikir. Terlepas dari apa yang sudah terselesaikan dan berapa banyak yang belum selesai, saya ini sudah memadai. Ini berarti perlu tidur di malam hari dan berpikir, ya, saya tidak sempurna, rentan, dan terkadang takut, tetapi itu tidak mengubah kebenaran bahwa saya juga berani dan pantas untuk perasaan cinta serta memiliki.

Menumbuhkan keberanian, belas kasih, dan keterhubungan di dalam hidup sehari-hari adalah cara kita menumbuhkan penghargaan diri. Kata kuncinya adalah praktik. Mary Daly, seorang teolog menulis, “Keberanian seperti sebuah kebiasaan, sebuah kebajikan: Anda mendapatkannya melalui tindakan-tindakan yang berani. Ini seperti belajar berenang, dengan belajar berenang anda belajar berani dengan bersikap berani.” Ini juga berlaku untuk belas kasih dan keterhubungan. Kita mengundang belas kasih ke dalam hidup kita ketika bertindak dengan belas kasih terhadap diri kita sendiri dengan orang lain, dan kita merasa terhubung di dalam hidup kita ketika kita menjulurkan diri dan menghubungkan diri.

Dr. Brown melakukan penelitian yang mendalam untuk menulis buku Tak Apa-Apa Tak Sempurna dengan mewawancarai ribuan orang melalui surat, Email, hingga blog pribadinya. Pengalaman hidup Dr. Brown yang terobsesi dengan kesempurnaan dan kurang mencintai dirinya sendiri telah menjadi inspirasinya dalam menulis buku ini. Brene Brown merumuskan sepuluh tiang petunjuk yang dibahas secara mendalam di tiap babnya. Tiang petunjuk itu merupakan penuntun bagi kita untuk bersedia menjalani kehidupan yang tidak sempurna.

Tiang Petunjuk # 1

Menumbuhkan keautentikan:

Melepaskan pendapat orang lain

Tiang Petunjuk # 2

Menumbuhkan belas kasih kepada diri:

Melepaskan perfeksionisme

Tiang Petunjuk # 3

Menumbuhkan spirit yang lentur:

Melepaskan pengebalan diri dan ketidakberdayaan

Tiang Petunjuk # 4

Menumbuhkan syukur dan kebahagiaan:

Melepaskan perasaan berkekurangan dan takut pada kegelapan

Tiang Petunjuk # 5

Menumbuhkan intuisi dan memercayai iman:

Melepaskan kebutuhan dan kepastian

Tiang Petunjuk # 6

Menumbuhkan kreativitas:

Melepaskan perbandingan

Tiang Petunjuk # 7

Menumbuhkan sikap bermain dan beristirahat:

Melepaskan keletihan sebagai simbol status dan produktivitas sebagai harga diri

Tiang Petunjuk # 8

Menumbuhkan ketenangan dan keheningan:

Melepaskan kecemasan sebagai gaya hidup

Tiang Petunjuk # 9

Menumbuhkan kerja yang penuh makna:

Melepaskan keraguan-diri dan “Seharusnya”

Tiang Petunjuk # 10

Menumbuhkan tawa, nyanyi, dan tari:

Melepaskan keinginan untuk tampak tetap tenang dan “selalu memegang kendali”

Kelebihan buku:

Buku ini berbasis penelitian yang kuat, menjadikannya lebih dipercaya. Gaya penulisan Brown sangat personal dan relatable, membuat pembaca merasa terhubung. Banyak contoh nyata yang membuat konsep dalam buku ini lebih mudah dipahami.

Kekurangan buku:

Beberapa konsep terasa berulang. Tidak semua strategi yang ditawarkan bisa langsung diterapkan oleh semua orang. Terjemahannya terkadang ditemukan bahasa yang kurang mengalir, tetapi masih mudah untuk dimengerti.

Melalui membaca buku Tak Apa-Apa Tak Sempurna, kita diajak untuk berhenti mengejar standar-standar yang tidak realistis dan mulai menerima dirimu apa adanya. Buku ini mengajak kita untuk lebih sadar akan pentingnya hidup dengan keaslian dan tidak terperangkap dalam harapan yang terlalu tinggi. Di dalamnya, kita menemukan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana hidup dengan lebih tulus dan tanpa beban.

Dengan wawasan yang disajikan, buku ini menawarkan berbagai praktik sederhana yang bisa membantu kita menjalani hidup yang lebih bermakna. Buku ini memberikan panduan bagi setiap pembaca untuk menjadi lebih autentik, menerima ketidaksempurnaan, dan menjalani kehidupan yang penuh dengan keberanian serta kebahagiaan. (ykib/zia).

Identitas buku

Judul buku                  : Tak Apa-Apa Tak Sempurna

Penulis buku                : Brene Brown

Alih bahasa                 : Susi Purwoko

Desain sampul             : Suprianto

Layout                         : Sukoco

Tahun terbit                 : 2010

Penerbit                       : Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman           : 215

ISBN                           : 978-602-06-4092-1

 

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Cepu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *