Talking to Strangers

*Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.

Malcolm Gladwell merupakan seorang penulis yang telah menulis beberapa buku yang terkenal dan di buku keenamnya ini Malcolm menulis sebuah buku yang berjudul Talking To Strangers yang berkisahkan tentang bagaimana kita menghadapi atau menyikapi saat kita bertemu dengan orang yang tidak kita kenal. Dalam bukunya ini dijelaskan dengan rinci lewat beberapa cerita yang terbagi menjadi lima bagian, bagian pertama menceritakan tentang Mata-mata dan diplomat, bagian kedua menceritakan tentang Menganggap orang lain pasti jujur, bagian ketiga menceritakan tentang Transparansi, bagian keempat menceritakan tentang Pelajaran, dan kelima menceritakan tentang Pasangan.

Talking To Strangers menceritakan tentang hubungan manusia dengan orang-orang yang tidak dikenalnya dan kebanyakan manusia pasti memiliki asumsi terhadap orang lain yang baru pertama ditemuinya, baik asumsi positif atau asumsi negatif yang kita dapatkan saat bertemu dengan orang yang baru kita kenal. Saat kita berasumsi bahwa orang yang kita kenal itu adalah orang baik namun kenyataan yang didapat sebaliknya, ini akan mengakibatkan bencana yang tidak akan terduga seperti salah satu cerita yang dijelaskan oleh Malcolm tentang Perdana Menteri Inggris Neville Chamberlain yang sangat ingin bertemu dengan Kanselir Jerman Herr Hitler untuk berbincang tentang perjanjian gencatan senjata. Saat itu Chamberlain telah bertemu tiga kali dengan Hitler dan telah menyepakati perjanjian genjatan senjata. Seperti yang direncanakan setelah beberapa kali pertemuannya dengan Hitler, Chamberlain menarik kesimpulan dan berpikir bahwa Hitler adalah seorang yang santun, pintar, dan membenci peperangan. Namun keputusan yang diambil oleh Chamberlain ini ternyata memberikan pukulan keras baginya setelah Hitler memulai peperangan.

Asumsi kita tentang orang lain cenderung salah, kalimat ini bisa kita katakan karena bahkan hakim pun kadang tidak lebih baik dalam mengambil keputusan daripada komputer, seperti dalam cerita yang dikisahkan oleh Malcolm tentang keputusan hakim terhadap pelaku kejahatan yang dibandingkan dengan sebuah program komputer yang diberi nama Mullainathan. Dari sini kita disuguhkan cerita mengenai penelitian seoarang pakar ekonomi dari Harvard yang membandingkan keakuratan hakim dalam memberikan keputusan dan jaminan kepada terdakwa dengan program Mullainathan yang telah diisi dengan rekam jejak para terdakwa dari dokumen yang telah dikumpulkan. Setelah dibandingkan hasil keputusan yang diberikan oleh program Mullainathan memberikan hasil yang lebih baik daripada keputusan yang diambil oleh hakim yang memberi putusan dengan mempertimbangkan ekspresi wajah, emosi dan lain-lain yang membuat keputusan hakim menjadi keliru, dibuktikan dengan beberapa terdakwa yang telah diberikan jaminan bebas tapi malah melakukan tindak kejahatan lagi.

Banyak cerita yang menarik dalam buku ini yang dapat kita baca dan memberikan pandangan baru pada kita tentang bagaimana cara kita untuk berinteraksi dengan orang yang tidak kita kenal dengan tidak mudah percaya dengan apa yang mereka sampaikan dan tetap sabar saat menghadapi sikapnya yang belum tentu itu gambaran asli dari sifat orang tersebut.

Dalam buku ini memuat cerita yang bagus dengan penjelasan yang mudah dipahami dan dikemas dengan contoh yang sangat relevan dalam kehidupan kita. Buku ini sangat bagus menjadi bacaan karena  memberikan sebuah cara pandang baru tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi orang yang tidak kita kenal dalam kehidupan kita. (*/ykib).

Identitas buku :

Judul : Talking To Strangers

Pengarang : Malcolm Gladwell

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : Cetakan Pertama 2020

Jumlah Halaman : 406 Halaman

*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *