*Oleh Frensi Agustina, S.Pd., M.Pd.
Buku ini merupakan lanjutan dari karya Simon Sinek yang pernah saya resensi sebelumnya yaitu buku Start With Why dan Leaders Eat Last. Simon memberikan kita pandangan tentang gagasan pola pikir baru untuk menjalani kehidupan tanpa batas akhir yang pasti. Hidup kita, umur kita memiliki batas akhir namun kehidupan itu sendiri tidak memiliki batasan akhir yang pasti. Dunia ini memiliki umur sampai berapa lama tidak ada yang tahu pasti. Setiap diri manusia adalah pemain kehidupan dengan batasan tertentu dalam permainan kehidupan yang tanpa batas akhir yang pasti. Manusia dilahirkan ke dunia dan nantinya pasti akan mati namun kehidupan di dunia ini terus berjalan tanpa atau dengan adanya kita. Dalam permainan tanpa batasan akhir ini tidak ada menang atau kalah, karena siapapun akan undur diri dari kehidupan ini bukan dengan gelar pemenang.
Semua orang adalah pemain kehidupan dan punya pilihan apakah bermain dengan pola pikir dengan batasan tertentu atau menggunakan pola pikir tanpa batas tertentu. Jika Anda memilih menjalani hidup menggunakan pola pikir dengan batasan tertentu artinya kita menjadikan tujuan utama kita adalah menjadi lebih kaya, terobsesi memenangkan sesuatu, membuat diri menonjol, pola pikir yang hanya mengedepankan materi saja dan ketika telah menang berhenti begitu saja karena merasa sudah tercapai visi pribadi kehidupannya. Sangat berbeda ketika kita memiliki pola pikir tanpa batas berarti kita bermain tidak hanya memikirkan diri sendiri melainkan memikirkan orang lain di luar diri kita. Kita termotivasi untuk memajukan alasan lebih kuat mengapa kita hidup dan bagaimana akhir permainan hidup kita, karena ketika mati bukan saldo rekening bank yang tertulis di batu nisan namun kebaikan apa yang kita lakukan yang akan dikenang orang. Pola pikir ini memberikan alasan yang kuat untuk membangun hubungan baik dengan orang di luar, mau bersama, bersyukur dan berusaha membantu orang lain untuk bangkit, melayani orang banyak sehingga membuat hidup ini bernilai dan bermakna. Sasaran utama pola pikir ini bukanlah menang melainkan bagaimana terus bermain menjalani hidup dan melayani orang lain.
Lima kebiasaan pokok pemimpin dengan pola pikir tanpa batasan tertentu:
- Memajukan alasan sejati
Mencakup membela sesuatu, insklusif/terbuka, berorientasi pelayanan, tangguh, idealistis. Kita secara aktif mencari karyawan, pelanggan dan investor yang memiliki gairah sama terhadap sebuah alasan sejati. Mencari orang dengan budaya yang sesuai, keterampilan dapat menyusul. Kita semua pasti ingin merasa pekerjaan dan hidup kita bermakna itulah sejatinya manusia. Dibutuhkan gairah kerja sehingga karyawan mencintai pekerjaan mereka. Sebagai pemimpin jangan hanya menuntut hasil kerja keras mereka namun pemimpin bertugas untuk menciptakan lingkungan kondusif sehingga karyawan dapat berkembang secara alami, dan mengerahkan segala kemampuan maksimal tanpa diminta. Keadaan karyawan dan gairah kerja diutamakan daripada hasil pekerjaannya. Contoh: Perusahaan Facebook, Perusahaan Google, Perusahaan GPS (Global Positioning System)/ Navigasi berbasis satelit penentu posisi.
- Membangun tim yang saling percaya
Seorang pemimpin harus menciptakan lingkaran rasa aman. Ini merupakan syarat untuk saling percaya, orang merasa aman mengungkapkan beban, rasa takut, cemas dan rasa salah terhadap rekan kerja. Kekurangan ini dapat digunakan untuk meminta bantuan terhadap rekan kerja bukan untuk menjatuhkan. Proses membangun kepercayaan membutuhkan waktu, mulai dari mengambil risiko kecil, kalau merasa aman mengambil risiko yang besar, terkadang salah langkah namun harus mencoba lagi. Kepercayaan harus ditumbuhkan secara aktif.
Pemimpin harus mampu memberikan alasan sejati untuk maju kepada timnya, dan memberi kesempatan untuk bekerja dengan tim yang saling percaya untuk membangun kultur, moralitas dan etika. Mereka bertindak sesuai etika bukan karena peraturan organisasi namun karena mereka sadar etika harus digunakan agar tidak merusak kemajuan alasan sejati. Kita merasa bertanggung jawab atas tim dan reputasi organisasi tidak hanya atas diri sendiri dan ambisi pribadi. Peduli dengan anggota lain dan ingin melakukan hal yang benar bersama kelompok dan membuat pemimpin kita bangga. Dengan kesadaran seperti ini, secara otomatis standar kita bertambah tinggi dengan sendirinya. Contoh tim dalam hotel The Four Seasons di Los Vegas, Shell Oil Company.
- Mempelajari lawan tanding yang sepadan
Lawan tanding sepadan adalah pemain lain yang layak dijadikan pembanding, entah itu dalam bisnis yang sama ataupun berbeda. Bisa musuh besar atau mitra kerja kita, mereka melakukan sesuatu dengan sangat baik atau lebih baik dari kita. Mereka dapat menghasilkan produk yang istimewa, memiliki pelanggan setia, memiliki pemimpin yang lebih baik dan memiliki target sasaran yang jelas. Kita menyadari mereka memiliki kekuatan dan memungkinkan kita belajar dari mereka. Fokus pada proses dan perbaikan terus menerus, bukan hanya berlebihan fokus pada mengalahkan pesaing yang membuat diri kita kelelahan dan menghambat inovasi. Pusatkan energi kita untuk perbaikan diri bukan untuk mencemaskan gerakan pesaing. Orang yang memiliki pola pikir batasan akhir merasa dirinya terbaik dan sukses, namun orang dengan pola pikir tanpa batas sukses itu bisa diraih bersama-sama.
Mengetahui lawan tanding yang sepadan adalah cara terbaik untuk meningkatkan diri dan beradaptasi, tanpa lawan tanding yang sepadan kita berisiko kehilangan kesigapan dan membuat tinggi hati dan sombong dan tidak mengetahui titik kelemahan diri sendiri. Yang mempelajari lawan tanding sepadan adalah perusahaan mobil Toyota, yang tidak adalah perusahaan mobil Ford Amerika.
- Menyiapkan fleksibilitas eksistensial
Fleksibel eksistensial adalah kemampuan menciptakan gairah untuk hal baru saat organisasi sudah mengalami kesuksesan, ini merupakan langkah strategis untuk terus memajukan alasan sejati organisasi. Tujuannya agar organisasi mampu bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama dalam bentuk yang sama atau berbeda dalam permainan tanpa batas akhir yang pasti. Pemimpin yang visioner bekerja dengan visi yang jelas dan mantap tentang situasi masa depan yang belum hadir, mencari gagasan kesempatan dan teknologi untuk memajukan organisasi. Contoh yang melakukan fleksibilitas eksistensial adalah perusahaan Apple, yang tidak melakukan adalah kodak.
- Menunjukkan keberanian memimpin
Keberanian memimpin adalah kesediaan untuk mengambil risiko demi kebaikan di masa depan yang belum pasti. Hal ini diperlukan untuk mengoperasikan standar yang lebih tinggi dan beretika. Pemimpin harus berani mengubah pola pikir dari batasan tertentu menjadi tanpa batas, mencari teman yang memiliki kayakinan dan tanggung jawab yang sama untuk berubah bersama. Tim yang hebat adalah orang yang bekerja sama saling percaya dan memiliki alasan yang sama pula. Mereka yang percaya dengan yang kita percayai adalah jaringan pengaman kita. Jika pemimpinnya berani maka akan diikuti oleh anggota yang berani pula. Keberanian memimpin akan melahirkan pemimpin yang berani. Contoh perusahaan Microsoft, Walmart dan Disney.
Perjalanan yang dilalui akan menginspirasi setiap pagi, rasa aman ketika sedang bekerja, rasa puas sepulang kerja, dan ketika selesai meninggalkan permainan kita akan merasa kehidupan yang dijalani sangat baik dan membayangkan apa yang terjadi di masa mendatang akan lebih banyak orang terinspirasi melanjutkan perjalanan tanpa kita. Hidup kita memiliki batas akhir, tapi kehidupan itu sendiri tidak memiliki batas akhir. Orang datang dan pergi, dilahirkan dan mati, sementara hidup terus berlangsung dengan ataupun tanpa kita. Manusia memang orang yang memiliki hidup dengan batas akhir namun pola pikir kita harus tanpa batasan akhir karena akan ada orang lain yang melanjutakan visi kita walaupun kita telah tiada.
Kelebihan Buku The Infinite Game
Dalam buku ini terdapat banyak sekali contoh perusahaan berskala internasional yang menggunakan pola pikir dengan batasan tertentu dan tanpa batasan akhir. Dari sini kita bisa menilai mana yang cocok dan kita pilih agar organisaasi tempat kita bekerja bisa memberikan kenyamanan, keamanan dan manfaat dalam jangka waktu yang tidak terbatas bagi masyarakat sekarang dan yang akan datang.
Kekurangan Buku The Infinite Game
Buku ini merupakan buku terjemahan dari bahasa asing, jadi ada beberapa alih bahasa yang terkadang butuh pemahaman yang lebih mendalam. Contoh bisnis yang digunakan semua berskala internasional, jadi kita harus lebih menjangkau pengetahuan di luar negeri. Bisnis lokal di Indonesia belum ada penelitian jadi agak jauh contoh yang diberikan untuk pembaca masyarakat Indonesia.
Rekomendasi Buku The Infinite Game
Sangat menginspirasi bagi pemimpin dan siapapun yang ingin memiliki pemikiran yang maju dan tidak ingin terbelenggu oleh sesuatu hal yang menghambat kemajuan diri kita. Mengajari orang untuk berpikir jauh ke depan, memberikan warisan pemikiran bagi anak cucu dan generasi selanjutnya yang tidak terbatas. Sangat cocok dibaca oleh orang yang berorganisasi karena akan menjadikan tim lebih kompak, saling percaya dan kerja dengan rasa aman dan bahagia dengan alasan yang jelas mengapa kita harus bekerja sama. Bekerja tanpa tekanan dan mampu memberikan sumber daya terbaik dari yang kita miliki. (ykib/frensi).
Identitas The Infinite Game:
Judul Buku : The Infinite Game
Pengarang Buku : Simon Sinek
Penerjemah : Alex Tri Kantjono Widodo
Penerbit Buku : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2023
Tebal Buku : 310 halaman
*Penulis adalah Manajer Kampung Ilmu

