Tuhan Maha Romantis

*Oleh Indriani, S.Pd.

Buku ini menceritakan seorang Rijal, pemuda yang lahir dari keluarga guru di Bandar Harapan, Lampung. Rijal adalah anak satu-satunya di keluarga tersebut yang sempat berberat hati karena harus meninggalkan ayah dan ibunya demi menimba ilmu di ibu kota. Menjadi mahasiswa Sastra di Universitas Indonesia, mungkin menumbuhkan rasa bangga namun juga merajut perasaan cemas dan sedih karena harus berpisah dengan dua orang yang sangat dicintainya itu. Namun, demi mewujudkan cita-citanya pula, ia harus pergi, ia harus membuat orang tuanya bangga dan tak menyesal menyekolahkannya di jurusan Sastra.

Di kampus perjuangan itulah, kisah cintanya dimulai. Seorang wanita muslimah bernama Laras telah menawan hatinya. Laras adalah senior satu jurusan dengannya yang saat itu juga menjadi salah satu panitia ospek. Cantik, cerdas, berpendirian, muslimah taat, humoris, itulah penggambaran seorang Laras di novel tersebut. Sementara Rijal, seorang mahasiswa baru yang puitis, pemalu, namun tak kalah alim dan humoris. Dalam kehidupannya di UI, Rijal sering sekali dipertemukan dengan Laras, membuat hatinya semakin tertawan. Namun, ia tetap menyimpan gejolak jiwanya itu. Cinta tumbuh dalam hatinya, tapi tak jua terkembang menjadi kata. Kerinduannya pada Laras diekspresikannya dalam doa. Rijal tahu yang harus dilakukannya, menunggu, hingga saatnya tepat, ia akan melamar Kak Laras, pujaan hatinya.

“Mencintai itu, bukan cuma soal rasa suka atau ketertarikan. Bukan cuma soal kekaguman. Lebih dari itu, mencintai itu sebuah keputusan. Keputusan besar.”

Rijal sudah memilih untuk menjadi tawanan abadi Laras. Hatinya sudah tak mampu lagi keluar dari penjara Laras, namun ternyata ia justru dihantamkan pada sebuah kenyataan pahit. Tepat di hari Rijal akan menyatakan perasaannya, Laras menghilang. Lenyap bagai pindah ke planet lain. Tak ada yang bisa dihubungi lagi, tak ada satupun! Apa yang membuat Laras pergi, ia tak tahu. Hilangnya Laras tentu membuatnya terluka. Hari berganti, bulan pun berganti, hingga lima tahun setelah perpisahan itu… Rijal belum bisa keluar dari penjara hati Laras, walaupun cincin pertunangan sudah melingkar di jarinya. Rijal melamar Aira, putri dari teman baik almarhum ayahnya, yang tak kalah cantiknya dengan Laras. Rijal melamar Aira tidak dengan tekad bulat. Ia ingin membuat Ibunya bahagia. Bukankah cinta itu membahagiakan orang yang kita cintai? Begitulah Rijal, cintanya pada Ibunya sangat besar. Namun pertemuan sore itu dengan Laras yang ternyata sengaja datang ke Indonesia setelah lima tahun ‘menghilang’ ke New Zealand hanya untuk bertemu dengannya, membuat Rijal goyah atas keputusannya telah melamar Aira.

Demikianlah rencana Tuhan, tiada satupun yang tahu apa yang akan terjadi besok. Namun itulah yang harusnya menguatkan kita, saat Tuhan punya skenario yang menurut kita tidak menyenangkan, Tuhan mungkin punya rencana lain… Seperti kata Azhar dalam novelnya,

“Bukankah pelangi hanya muncul setelah turun gerimis”.

Banyak sekali pesan kehidupan yang Azhar sampaikan dan dikemas dalam cerita cinta romantisnya. Tanpa kesan menggurui, itulah gaya bahasa Azhar. Novel ini cocok dibaca oleh semua golongan, khususnya pemuda pemudi yang mungkin tengah merasakan getaran cinta seperti yang Rijal rasakan di cerita ini. Ekspresikan rindumu dalam doa, maka cintamu mulia. Bukan mengumbarnya di media sosial, bukan mengobralnya pada pengemis cinta yang kini merajalela. (ykib/indri).

Kelebihan buku :

  1. Bahasa yang digunakan ringan dan puitis. Banyak ungkapan seperti “Ketika ekspresi rindu adalah doa, tak ada cinta yang tak mulia” yang bikin rileks sekaligus mengharu-haru perasaan pembaca.
  2. Narasi ringan dan romantis namun tidak menggurui. Ada kedalaman spiritual dan moral tentang cinta yang halal, tanggung jawab hati, dan kebijakan menunggu.
  3. Banyak unsur kehidupan kampus, keluarga religius, dan nilai-nilai moral.

Kekurangan buku :

  1. Beberapa pembaca menyebut alur cerita mudah ditebak, tetapi tetap asyik dibaca karena narasi puitisnya.
  2. Ending digambarkan mengecewakan oleh sebagian orang—namun tetap punya nilai moral yang kuat dan penyampaian yang lembut.

Kesimpulan dan Rekomendasi

  1. Novel ini sangat cocok untuk penggemar cerita romansa bernuansa Islami
  2. Remaja dan dewasa dalam fase perasaan rindu, cinta, atau sedang belajar sabar dan ikhlas

Identitas buku

Judul buku      : Tuhan Maha Romantis

Penulis             : Azhar Nurun Ala

Penerbit           : PT. Gramedia Widiasarana Indonesia

Tahun terbit     : 2023

Tebal buku      : 186 halaman

ISBN               : 9786020530208

 

*Penulis resensi buku adalah Wakil Kepala Kampung Ilmu Purwosari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *