*Oleh Aninggar Devi Nur Yosef Susanti, S.E.
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? karya Khoirul Trian merupakan buku bergenre self improvement yang mengangkat tema kehilangan dan pencarian arah hidup. Melalui cerita yang penuh emosi, penulis menggambarkan bagaimana seseorang berusaha bangkit setelah kehilangan sosok ayah yang selama ini menjadi panutan dan penuntun hidup. Buku ini tidak hanya menghadirkan kisah sedih, tetapi juga memberikan refleksi tentang kehidupan, harapan, dan kekuatan untuk terus melangkah meskipun keadaan terasa sulit.
Cerita dalam buku ini berpusat pada perjalanan emosional seorang anak yang harus menghadapi kenyataan pahit setelah kehilangan ayahnya. Sosok ayah yang selama ini menjadi tempat bertanya dan sumber arah hidup tiba-tiba tidak lagi ada. Hal tersebut membuat tokoh utama merasa bingung, kosong, dan kehilangan arah dalam menjalani hidup. Ia seperti seorang pelaut yang kehilangan kompas di tengah lautan.
Dalam perjalanannya, tokoh utama mencoba memahami perasaan kehilangan tersebut. Ia belajar menerima kenyataan bahwa hidup harus terus berjalan meskipun tanpa sosok ayah yang selama ini membimbingnya. Meski mengusung tema yang agak berat, buku ini mendapat perhatian luas, terutama di kalangan Gen Z. Buku ini mengangkat isu fatherless, yaitu konflik batin ketika seorang anak kehilangan figur ayah yang memberikan arah hidup. Tak hanya itu, buku ini juga menyoroti dampak dari isu itu terhadap perjalanan hidup seseorang. Kamu akan diajak merasakan emosi yang mendalam dan merenungi hidup melalui kisah tokoh utama yang kehilangan arah setelah kehilangan sosok ayah.
Buku ini ditulis oleh Trian untuk menjadi lebih dari sekadar teman berduka. Saat kita berduka, kita pasti pernah merasa hampa karena tersesat dalam fase tersebut. Namun, hidup memaksa kita terus berjalan sehingga kita pun kehilangan arah. Melalui buku ini, Trian berhasil menulis sebuah cerita yang tidak hanya soal kehilangan, tetapi juga tentang kekuatan untuk terus melangkah meskipun segala sesuatunya terasa kosong.
Kelebihan Novel Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya? karya Khoirul Trian memiliki gaya penulisan yang sederhana, lugas, namun tetap puitis sehingga mudah dipahami oleh pembaca muda, terutama Gen Z. Penulis berhasil menggambarkan perasaan tokoh utama seperti kesepian, kebingungan, dan ketidakpastian dengan sangat jelas sehingga pembaca dapat merasakan emosi yang dialami tokoh tersebut.
Tema utama dalam buku ini adalah isu fatherless, yaitu kehilangan figur ayah dalam kehidupan seorang anak. Buku ini menggambarkan bagaimana kehilangan tersebut dapat memengaruhi cara seseorang menjalani hidup dan menentukan arah masa depannya. Selain itu, buku ini juga memiliki unsur interaktif melalui halaman aktivitas yang memungkinkan pembaca mengekspresikan perasaan dan melakukan refleksi diri.
Melalui berbagai kalimat inspiratif yang sederhana namun bermakna, buku ini mengajak pembaca untuk tetap memiliki harapan dan tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup. Secara keseluruhan, buku ini cocok dibaca oleh siapa saja yang sedang merasa bingung atau kehilangan arah dalam hidup, karena mengajak pembaca untuk merenung dan kembali menemukan tujuan hidup mereka
Secara keseluruhan, buku ini sangat cocok dibaca oleh siapa saja yang sedang merasa kehilangan arah, kebingungan, atau menghadapi berbagai tantangan dalam hidup. Buku ini tidak hanya berbicara tentang kehilangan sosok ayah, tetapi juga menggambarkan kondisi seseorang yang merasa kehilangan tujuan hidup secara umum. Di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, banyak orang merasa terjebak dalam rutinitas yang tidak memberikan makna. Oleh karena itu, buku ini mengajak pembaca untuk berhenti sejenak, merenung, serta kembali mencari arah dan tujuan hidup yang sebenarnya.
Kekurangan Novel Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
Bagi sebagian pembaca, terutama mereka yang kurang menyukai cerita dengan fokus pada tema kesedihan dan kehilangan, buku ini mungkin terasa agak berat. Alur ceritanya lebih terpusat pada perjalanan emosional tokoh utama, sehingga pembaca diajak untuk mendalami cerita dari sudut pandang yang tunggal. Pendekatan ini dapat membuat cerita terasa intim, tetapi di sisi lain, mungkin terasa monoton bagi mereka yang mencari variasi perspektif. (ykib/devi).
Identitas Buku
Judul : Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?
Penulis : Khoirul trian
Penerbit : Gradien mediatama
Imprint : Gradien mediatama
Tahun Terbit : Oktober 2024
Jumlah Halaman : 164 halaman, bookpaper, bw
Ukuran : 13×19 cm
Genre : Self-Improvement
*Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Kalitidu

