*Oleh Arum Nila Nadiya, S.Pd.
Buku Habibie dan Ainun merupakan buku yang ditulis oleh B.J. Habibie. Beliau dikenal sebagai seorang ilmuwan, insinyur pesawat terbang, sekaligus Presiden Republik Indonesia ke-3. Buku ini ditulis sebagai ungkapan cinta dan kenangan beliau kepada istrinya, Hasri Ainun Besari, yang telah meninggal dunia.
Buku Habibie dan Ainun berisi cerita perjalanan hidup Habibie dan Ainun yang dimulai sejak mereka masih muda. Habibie pertama kali mengenal Ainun ketika masih remaja. Saat itu mereka hanya berteman biasa. Setelah beberapa tahun tidak bertemu, mereka kembali bertemu ketika sudah dewasa.
Ketika bertemu kembali, Habibie melihat bahwa Ainun telah tumbuh menjadi seorang wanita yang cantik, cerdas, dan memiliki kepribadian yang baik. Dari pertemuan tersebut, muncul perasaan cinta di antara mereka. Tidak lama kemudian mereka memutuskan untuk menikah dan membangun kehidupan bersama.
Setelah menikah, Habibie harus melanjutkan pendidikan dan bekerja di Jerman. Ainun dengan setia mengikuti suaminya tinggal di Jerman. Kehidupan mereka di sana tidak selalu mudah. Pada masa itu Habibie masih harus berjuang menyelesaikan studinya dan bekerja keras untuk masa depan mereka.
Selama tinggal di Jerman, Ainun selalu memberikan dukungan kepada Habibie. Ia membantu mengatur kehidupan rumah tangga, merawat keluarga, serta memberikan semangat kepada Habibie agar tetap fokus pada pekerjaannya. Habibie menganggap Ainun bukan hanya sebagai seorang istri, tetapi juga sebagai sahabat dan pendamping hidup yang selalu memberikan kekuatan.
Dalam buku ini juga diceritakan bagaimana Habibie bekerja keras sebagai seorang insinyur pesawat terbang. Ia memiliki cita-cita besar untuk mengembangkan teknologi penerbangan. Ainun selalu mendukung cita-cita tersebut dan memberikan motivasi kepada Habibie agar tidak mudah menyerah.
Setelah beberapa tahun tinggal di luar negeri, Habibie akhirnya kembali ke Indonesia untuk mengabdi kepada negara. Ia mendapat berbagai tanggung jawab penting dalam pemerintahan dan bidang teknologi. Dalam setiap langkah hidupnya, Ainun selalu berada di sampingnya sebagai pendamping yang setia.
Habibie menggambarkan Ainun sebagai sosok yang sabar, penuh perhatian, dan selalu mendahulukan keluarga. Ainun juga digambarkan sebagai wanita yang kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.
Bagian yang paling menyentuh dalam buku ini adalah ketika Ainun mulai mengalami masalah kesehatan. Ia harus menjalani perawatan di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama. Pada masa tersebut, Habibie selalu berada di samping Ainun untuk merawat dan menemaninya.
Habibie menceritakan bagaimana ia merasa sangat sedih melihat kondisi istrinya yang semakin lemah. Namun ia tetap berusaha kuat dan selalu memberikan semangat kepada Ainun.
Pada akhirnya, Ainun meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakitnya. Kepergian Ainun membuat Habibie merasa sangat kehilangan. Ia merasa seolah kehilangan separuh dari hidupnya.
Buku ini menggambarkan betapa besar cinta Habibie kepada Ainun. Meskipun Ainun telah tiada, kenangan bersama istrinya akan selalu hidup dalam hatinya. Buku ini menjadi bukti betapa dalamnya perasaan cinta dan kesetiaan yang mereka miliki selama menjalani kehidupan bersama.
Kelebihan buku:
Buku ini memiliki banyak kelebihan. Salah satunya adalah ceritanya sangat menyentuh karena merupakan kisah nyata. Pembaca dapat merasakan emosi dan perasaan yang dialami oleh Habibie selama menjalani kehidupannya bersama Ainun.
Bahasa yang digunakan dalam buku ini juga cukup sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan. Ceritanya mengalir dengan baik sehingga pembaca dapat mengikuti perjalanan hidup Habibie dan Ainun dengan mudah.
Selain itu, buku ini juga memberikan banyak pelajaran tentang kehidupan, seperti arti kesetiaan, kerja keras, pengorbanan, dan pentingnya saling mendukung dalam keluarga.
Kekurangan buku:
Walaupun memiliki cerita yang menarik, beberapa bagian dalam buku ini terasa cukup panjang karena banyak berisi kenangan pribadi Habibie bersama Ainun. Bagi sebagian pembaca, bagian tersebut mungkin terasa sedikit berulang.
Namun kekurangan tersebut tidak terlalu mengurangi nilai dari buku ini karena cerita yang disampaikan tetap memiliki makna yang mendalam. (ykib/arum).
Identitas Buku
Judul Buku : Habibie dan Ainun
Pengarang : Bacharuddin Jusuf Habibie
Penerbit : PT. THC Mandiri
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2010
Tebal Buku : ±323 halaman
Genre : Biografi atau Memoar
*Penulis resensi buku adalah Kepala Kampung Ilmu Kalitidu

