*Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.
Penembak Misterius merupakan sebuah buku yang berisi kumpulan cerpen yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma pada periode tahun 1984-1990. Kumpulan cerita ini berisikan tentang gambaran fenomena yang terjadi pada tahun-tahun itu mengenai kondisi sosial politik Indonesia saat itu. Dalam bukunya ini Seno Gumira Ajidarma atau yang sering disapa SGA ini menceritakan tentang realitas fenomena pada masa itu dengan cerita yang tajam dan membuat pembaca memahami kengerian kondisi saat itu. Sesuai dengan judul buku ini SGA menulis beberapa cerita tentang fenomena yang membuat masyarakat menjadi ketakutan karena adanya Penembak Misterius atau Petrus. Petrus sendiri merupakan penembak misterius yang bertugas untuk mengeksekusi orang-orang yang dianggap sebagai penjahat yang membuat resah dan hilangnya rasa keamanan di masyarakat, tidak ada yang tau siapa identitas asli dari petrus ini yang pasti adalah korban yang selalu muncul saat petrus mulai bergerak. Dalam bukunya ini SGA menulis kumpulan cerita tentang kondisi sosial politik saat itu dalam 3 bab, yang pertama adalah Trilogi Penembak Misterius yang berisi 3 judul cerita yaitu Keroncong Pembunuhan, Bunyi Hujan di Atas Genting, dan Grhhh! Bab kedua Cerita Untuk Alina yang berisi 7 judul cerita yaitu Sarman, Becak Terakhir di Dunia (Atawa Rambo), Melati Dalam Pot, Dua Anak Kecil, Tragedi Asih Istrinya Sukab, Seorang Perempuan di Halte Bis, Semangkin (d/h semakin). Bab ketiga, Bayi Siapa Menangis di Semak-Semak? Berisi 5 cerita yaitu srengenge, Manusia Gundu, Helikopter, Loket, dan Bayi Siapa Menangis di Semak-Semak?
Trilogi Penembak Misterius menjadi bagian cerita yang paling saya soroti saat membaca buku ini karena berisi cerita tentang petrus. Dalam cerita pertama yang berjudul Keroncong Pembunuhan menceritakan seorang penembak misterius yang disewa untuk menghabisi orang yang saat itu mengikuti sebuah acara pesta dengan diiringi alunan lagu keroncong, sang penembak jitu yang disewa adalah orang yang sudah sering melakukan pembunuhan menggunakan tembaknya secara senyap dari jarak yang jauh. Penembak misterius yang disewa dengan alasan untuk menghabisi penghianat negara namun, itu semua hanya alasan karena sebuah politik. Dalam cerita ini mengisahkan pergolakan batin dari sang penembak akankah dia menghabisi orang yang katanya adalah penghianat negara atau menghabisi sang penyewa itu menjadi misteri.
Cerita kedua yang berjudul Bunyi Hujan di Atas Genting mengisahkan tentang Sawitri seorang perempuan yang tinggal di sebuah rumah yang terletak di sudut mulut gang. Saat hujan mulai tiba rintik air yang menetes diatap selelu memunculkan rasa tidak nyaman yang dirasakan Sawitri karena setiap kali hujan datang suara rintik hujan yang terdengar akan muncul juga suara gedebuk sebuah mayat yang muncul di sudut gang yang dapat dilihatnya dengan jelas melalui jendela yang ada di rumahnya, sering kali muncul mayat seseorang dengan tato-tato di tubuhnya. Sawitri mulai hafal dengan mayat-mayat yang muncul pasti seseorang dengan tato di tubuhnya dengan posisi telungkup atau telentang mendongak kearahnya saat dilihatnya dari jendela, menurut Sawitri dari mayat-mayat yang tiba-tiba muncul dari derasnya hujan itu mereka memiliki kesamaan yaitu mayat dengan tubuh bertato, tangan dan kaki terikat, dan luka tembakan yang mengakhiri hidup sang mayat tersebut. Sawitri selalu dibuat khawatir setiap kali muncul mayat baru diusahakannya dia selalu melihat wajah mayat itu karena Sawitri sedang menanti pertemuan dengan Pmuji. Setiap kali hujan turun Sawitri selalu menggigil ketakutan karena setelah hujan reda pasti akan ada mayat di mulut gang tersebut.
Cerita ketiga berjudul Grhhh! Yang menceritakan kisah Reserse Sarman yang saat itu tiba-tiba mendapatkan laporan munculnya sebuah kejadian aneh dan dia langsung menuju tempat kejadian perkara dimana disana dia terkaget-kaget karena yang muncul di depannya adalah sebuah mayat yang dapat berdiri dengan tubuh berlubang yang mengeluarkan ulat berkruget-kruget jatuh dan menyebar serta mengeluarkan suara grhhhhh grhhhh. Reserse Sarman yang tanggap langsung mengeluarkan pistol dan menembaknya, namun semua tidak berarti beberapa kali dia menembak pun mayat itu tetap berjalan menghampirinya sampai saat Reserse Sarman meminta untuk menggunakan rudal yang bisa menghancurkan mayat tersebut. Dari kasus pertama muncul di ibukota sekarang mulai banyak muncul mayat hidup atau zombi yang gentayangan di jalan-jalan dengan suara grhhhh dengan ulat yang berkruget-kruget meneror semua orang. Reserse Sarman yang bertugas mengatasinya dipertemukan dengan zombi yang mungkin dia kenal karena setiap zombi memiliki kesamaan yaitu memiliki tato di tubuhnya dan memiliki lubang bekas tembakan dibagian belakang kepala, diantara alis, dibagian dada kirinya, dan ada juga yang memiliki bekas tembakan disekujur tubuhnya. Dari sini Reserse Sarman sadar kalau mereka adalah zombi yang berasal dari masa lalu yang dibunuh dan dikuburkan menjadi satu dan sekarang sedang menuntut balas atas ketidakadilan yang mereka terima.
Buku Penembak Misterius karya Seno Gumira Ajidarma ini merupakan sebuah karya sastra yang sungguh bagus yang mengisahkan kejadian nyata dalam sebuah cerita fiksi yang bisa dinikmati dengan perlahan dan mampu memberikan gambaran nyata kengerian pada masa itu, namun jika pembaca kurang tahu dengan isu petrus ini akan membuatnya menjadi bingung dan kurang maksimal dalam memahami cerita ini. Dengan cover terbaru yang menarik buku ini menjadi salah satu buku yang perlu dibaca karena di dalamnya memiliki cerita yang menarik. (ykib/puguh).
Identitas Buku
Judul Buku : Penembak Misterius
Jenis Buku : Kumpulan Cerita Pendek
Penulis : Seno Gumira Ajidarma
Penerbit : Pabrik Tulisan
ISBN : 978-623-92598-2-2
Tahun Tebit : Cetakan Pertama 2020
Tebal Buku : x+ 182 Halaman
*Penulis resensi buku adalah Kepala Kampung Ilmu Kota Bojonegoro

