Kampung Ilmu Memberikan Lebih, Terus Berkembang dan Berkelanjutan

*Oleh Muhammad Roqib

Bila bisnis atau usaha kita ingin terus berkembang dan berkelanjutan, kita perlu menerapkan prinsip yang disebut “customer experience” atau dalam bahasa sederhananya memberikan pengalaman atau kesan yang bernilai kepada pelanggan kita. Nabi Muhammad SAW pernah memberikan tauladan bagaimana menerapkan “customer experience” ini di waktu beliau tinggal bersama sahabat-sahabatnya di Madinah.

Pernah suatu ketika sahabat-sahabat nabi yang bekerja sebagai pedagang mengobrol atau curhat dengan Sang Nabi Muhammad. Sahabat yang bekerja sebagai pedagang itu berkeluh kesah karena mereka merasa kalah bersaing dengan pedagang dari kalangan Yahudi di Pasar Madinah.

“Wahai Nabi, kami pedagang muslim ini kalah bersaing dengan para pedagang dari kalangan Yahudi di Pasar Madinah” ujar para Sahabat.

“Bagaimana bisa begitu,” ujar Sang Nabi Muhammad menimpali ucapan para sahabat.

“Kami kalah bersaing karena menerapkan ajaranmu wahai Nabi, kami berlaku jujur” ujar Sahabat.

“Lho kok bisa begitu,” ujar Sang Nabi Muhammad penasaran.

“Iya, setiap kali pembeli datang dan membeli kurma di pedagang Yahudi itu, misalnya satu kilogram kurma, oleh sang pedagang Yahudi itu timbangannya dikurangi tanpa sepengetahuan si pembeli. Akhirnya, pedagang Yahudi itu bisa untung berkali-kali lipat dan mereka bisa berhasil dengan cara itu,” ujar Sahabat.

“Oh begitu,” ujar Nabi Muhammad.

“Baiklah kalau begitu. Begini saja, kalian harus memberikan pengalaman yang berbeda kepada para pembeli itu dibandingkan dengan para pedagang dari kalangan Yahudi. Setiap kali ada pembeli yang membeli kurma, misalnya membeli satu kilogram kurma, maka berikan lebih timbangannya, jangan dikurangi atau dipaskan, tetapi dikasihkan lebih. Dengan begitu, para pembeli itu pasti akan senang dan mereka akan mendapatkan pengalaman bernilai dan itu akan diceritkan kepada yang lain-lainnya,” ujar Sang Nabi Muhammad.

Mendengar itu, para Sahabat pun langsung mempraktikkan apa yang disampaikan oleh Sang Nabi Muhammad. Apabila ada pembeli kurma membeli satu kilogram, maka dilebihkan timbangannya menjadi satu kilogram lebih. Melihat itu, para pembeli senang dan secara getok tular mereka menceritakan pengalaman itu kepada masyarakat umum. Akhirnya, para pedagang dari kalangan Muslim sangat dipercaya dan perlahan usaha dagangnya berkembang menjadi besar.

Hikmah yang bisa kita petik dari pengalaman itu adalah kita harus memberikan “customer experience” kepada para pelanggan kita. Nabi Muhammad memberikan tauladan dan contoh yang nyata bagaimana “customer experience” itu diterapkan di masa itu. Dan praktik memberikan “customer experience” itu masih sangat relevan di masa sekarang ini.

Dalam bahasa sekarang, memberikan “customer experience” itu disebut dengan istilah “delight” yakni memberikan value atau nilai yang lebih kepada pelanggan kita. Dengan begitu, terbangun kepercayaan dan kesetiaan yang mendalam pelanggan terhadap bisnis kita. Dengan sukarela, pelanggan kita juga akan mempromosikan dan getok tular menyampaikan kelebihan bisnis kita.

Praktik “customer experience” ini juga kita terapkan di Kampung Ilmu. Kampung Ilmu bukan sekadar lembaga bimbel biasa, tetapi Kampung Ilmu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa-siswi kita. Kampung Ilmu memperhatikan perkembangan akademik, perkembangan belajar, perkembangan potensi dan minat siswa, serta kondisi kesehatan lahir batinnya siswa. Kampung Ilmu juga mengadakan berbagai kegiatan yang mendorong siswa berkembang dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Sehingga siswa menjadi unggul dalam prestasi dan karakter.

Bentuk konkrit dari “customer experience” atau “delight” itu di Kampung Ilmu misalnya kita mengajari dan mendidik siswa dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, membimbing dan mengajari siswa sampai bisa dalam pelajaran, mengajak siswa siswi kita sholat berjamaah, mengajak siswa siswi kita mengadakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan berbagi makanan dengan lingkungan sekitar, mengajak mereka mengikuti berbagai kegiatan dalam HUT YKIB, dan lain sebagainya. Kita memberikan lebih kepada siswa, orangtua siswa, dan juga masyarakat sekitar.

Dengan ciri khas Kampung Ilmu seperti itu, insyaAlloh Kampung Ilmu akan diterima oleh masyarakat luas, terus berkembang dan berkelanjutan. Kampung Ilmu ini ibaratnya sebuah pena yang akan terus menorehkan hal baik di dunia dan di akhirat. Amiin ya robbal alamin.

*Penulis adalah Ketua Yayasan Kampung Ilmu Bojonegoro (YKIB).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *