Oleh Qoniatul Qismah, S.Pd.
Generasi Pertama Umat Manusia (Kisah Nabi Adam a.s Dan Nabi Idris a.s.) merupakan buku karya Ali Muakhir dan Abdul Wahab. Buku ini menceritakan tentang kisah Nabi Adam dan Nabi Idris. Di awal pembahasannya buku ini menceritakan tentang kisah Nabi Adam. Nabi Adam merupakan nenek moyang umat manusia di bumi.
Jauh sebelum Allah menciptakan manusia, alam semesta telah diciptakan dengan sempurna. Bumi, bulan, dan bintang beredar sesuai dengan ketentuan-Nya. Selain itu, Allah SWT telah menciptakan iblis dan malaikat. Iblis terbuat dari api. Malaikat terbuat dari cahaya. Allah menghendaki ada seorang khalifah di bumi. Kepada iblis dan malaikat, Allah SWT berfirman “Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi, yakni Manusia”. Adam adalah manusia tersebut, Nabi Adam diciptakan Allah dari segumpal tanah liat yang kering. Dan lumpur hitam yang dibentuk sedemikian rupa. Setelah bentuknya sempurna, Allah SWT meniupkan roh kepadanya. Allah juga menganugerahkan akal dan pikiran kepada Adam.
Allah mengajarkan nama-nama benda kepada Adam, kemudian Allah, selain itu Allah mengumpulkan malaikat dan jin. Allah memerintahkan malaikat untuk menyebutkan nama-nama benda yang ada. Namun malaikat tidak mampu menyebutkannya. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentang itu semua. Adam memberitahuakan nama benda yang ada atas perintah Allah, mereka kagum dengan kemampuan Adam, atas kelebihan yang dimiliki Adam, Allah memerintah mereka untuk bersujud kepada Adam, atas perintah Allah malaikat bersujud sebagai penghormatan, namun iblis tidak melaksanakan perintah Allah. Iblis berasal dari golongan jin yang juga tinggal di surga. Iblis merasa lebih mulia daripada Adam sehingga dia enggan bersujud. Kemudian iblis dilaknat Allah sampai akhir zaman. Keadaan ini membuat iblis semakin marah terhadap Adam.
Adam ditempatkan oleh Allah di surga yang indah. Betapa bahagianya Adam apapun yang diinginkan pasti terkabul. Semua keindahan dan kenikmatan surga, Allah sediakan untuk Adam Namun setelah beberapa lama, Adam merasakan sesuatu yang kurang. Dia merasa kesepian, hal itu membuatnya murung. Hilanglah keceriaan dari wajah Adam. Tentu Allah mengetahui keadaan seperti itu pada Adam. Kemudian Allah menciptakan teman hidup untuk adam yakni Hawa. Adam sangat senang, kemudian Allah menikahkan keduanya. Keduanya hidup bahagia di surga, melihat keduanya bahagia membuat iblis semakin tidak senang. Iblis membujuk Adam agar melanggar larangan Allah.
Di surga terdapat satu pohon larangan. Iblis tahu bahwa Allah melarang Adam dan Hawa untuk mendekati pohon itu. Iblis melihatnya sebagai kesempatan untuk membujuk Adam dan Hawa supaya melanggar perintah Allah. Suatu hari, iblis menyusup ke dalam surga, lalu didekatinya Adam dan Hawa. Hari itu iblis gagal membujuk Adam. Namun di lain hari iblis terus membujuk hingga keduanya terpengaruh dengan bujuk rayu iblis. Mereka berani mendekati pohon larangan itu. Akhirnya Adam dan Hawa memetik pohon larangan itu. Mereka memakan pohon larangan itu, mereka lupa dengan larangan Allah. Seketika itu lenyaplah semua pakaian yang melekat pada tubuh Adam dan Hawa. Tiada terkira rasa malu Adam dan Hawa. Barulah mereka sadar, iblis telah menipu mereka. Adam dan Hawa menggigil ketakutan. Iblis bersorak gembira.
Adam dan Hawa sangat menyesal. Mereka tiada henti meminta ampunan kepada Allah, mereka berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan yang dilarang. Namun, setiap pelanggaran tentu ada hukumannya, Adam dan hawa dikeluarakan dari surga. Adam dan Hawa diturunkan ke bumi. Mereka diperintah untuk menjadi khalifah di bumi. Tetapi mereka tidak diturunkan di tempat yang sama. Adam diturunkan di tempat tertinggi bumi (India), sedangkan Hawa diturunkan di Tanah Arab. Suasana bumi begitu asing, Adam tidak menemukan istrinya, jarak keduanya sangat jauh, bertahun-tahun mereka saling mencari, penderitaan mereka sangat berat, mereka harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Akhirnya setelah sekian lama Allah mempertemukan mereka berdua di Jabal Rahmah. Kini mereka menghadapi hidup yang baru di bumi dengan tawakal. Mereka membangun sebuah kelurga. Hingga melahirkan banyak keturunan yang kemudian menjadi nabi, salah satunya Nabi Idris A.S.
Kisah Nabi Idris
Nabi Idris AS adalah cucu buyut Nabi Adam a.sa yang diutus oleh Allah SWT ke muka bumi. Tugas utama beliau adalah mengajak manusia, khususnya keturunan Qabil agar kembali menyembah Allah SWT. Nama beliau sebenarnya Akhnukh,. Allah SWT mengaruniai beliau bermacam keahlian kepada beliau, seperti kemahiran menjahit, kefasihan menulis, kecakapan dalam berkuda, dan sebagainya.
Selain itu, beliau ahli ilmu astronomi yang menggunakan bintang sebagai petunjuk arah untuk memperkirakan kondisi cuaca serta memperkirakan waktu yang pas untuk bercocok tanam. Selama berdakwah, Nabi Idris memberikan pesan kepada kaumnya, antara lain nasihat untuk menjadikan sholat jenazah sebagai penghormatan. Selain itu juga menjadi nasihat untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah, menghindari hasad dan dengki, melarang menumpuk harta yang tak bermanfaat, dan mematuhi perintah Allah dengan ikhlas, baik dalam sholat, berpuasa, dan amalan lainnya. Nabi Idris juga dikenal sangat pemberani. Karena keberaniaannya membela kebenaran. Nabi Idris mendapatkan gelar asadul usud yang artinya singa dari segala singa.
Buku ini disajikan dengan bahasa yang ringan, mudah dimengerti, Isi cerita bersumber berdasarkan Al-Quran dan referensi shahih. Buku ini sangat cocok bagi semua kalangan terutama anak- anak karena didesain dengan gambar yang menarik. Buku ini cocok untuk dongeng anak sebelum tidur atau kajian agama untuk anak-anak atau untuk kisah keteladanan yang sangat perlu direalisasaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada setiap akhir bab memuat nilai moral nabi dan rasul yang dapat dicontoh dan disertai kosakata Bahasa Arab-Bahasa Inggris sebagai wawasan tambahan.
Identitas Buku:
Judul: Generasi Pertama Umat Manusia (Kisah Nabi Adam a.s Dan Nabi Idris a.s.)
Penulis: Ali Muakhir dan Abdul Wahab
Penerbit Utama: Sigma Creative Media Corp
Tahun Terbit: 2016 Cetakan Kedua
ISSBN: 978-979-055-503-7
Penulis resensi buku adalah guru Kampung Ilmu Purwosari

