Le Petit Prince

*Oleh Puguh Prianggoro, S.Pd.

Le Petit Prince merupakan sebuah novel karya Antoine de Saint-Exupery seorang pilot pesawat terbang yang pada masa pengasingannya setelah dipaksa pensiun dia menulis novel ini. Novel Le Petit Prince merupakan sebuah novel tentang anak-anak yang penuh imajinasi namun juga penuh dengan teka-teki yang ditulis dan dibaca oleh orang dewasa. Novel ini sampai sekarang menjadi sebuah novel yang masih sering dibaca oleh banyak orang, karena keterkenalannya novel ini sudah diterjemahkan menjadi berbagai macam bahasa.

Le Petit Prince bercerita tentang seorang pilot sebuah pesawat yang terdampar di Gurun Sahara karena terjadi suatu insiden yang membuat pesawatnya rusak, pada mulanya diceritakan kisah semasa kecil pilot itu yang sudah pandai menggambar namun setiap orang dewasa yang melihat gambarnya tidak pernah mengerti gambar apa itu dan selalu disalah pahami. Gambar pertama yang dibuat oleh anak itu adalah seekor ular yang menelan gajah tapi saat gambar itu ditunjukkan ke orang dewasa pasti mereka beranggapan itu gambar sebuah topi. Karena orang dewasa merupakan orang serius mereka tidak mampu memahami pikiran imajinasi yang dirasakan oleh anak-anak.

Saat terdampar di Gurun Sahara dia mencoba berdiri dan mencari bantuan, namun yang ditemuinya hanya seorang anak kecil yang berteriak dan memohon untuk digambarkan seekor domba. Perasaan terkejut dan bingung muncul di kepalanya namun dia mencoba menggambarkan ular sanca terbuka, dan lebih dikagetkan lagi saat anak kecil itu ternyata paham kalau yang digambar itu adalah ular yang sedang menelan gajah, lalu dia menggambarkan sebuah kotak balok seperti peti yang diberi dua lubang dan sang anak mengangguk setuju bahwa dia sudah digambarkan domba dan diletakkan di dalam peti supaya tidak sakit dan bisa hidup dengan lama.

Pilot dan anak kecil itu saling bercerita sampai dia mengetahi bahwa anak tersebut adalah seorang pangeran cilik yang berasal dari planet lain dan bukan dari bumi. Planet yang ditinggali pangeran kecil itu tidak besar bahkan lebih besar dari rumah, namun letaknya sangat jauh. Planet yang ditinggali pangeran kecil digambarkan memiliki ukuran yang kecil namun disana ada tiga gunung berapi. 2 gunung masih aktif dan 1 gunung sudah tidak aktif, selain itu dia juga mempunyai sebuah bunga mawar yang memiliki 4 duri. Mulai dari sini pangeran cilik menceritakan perjalanannya hingga bisa sampai di bumi. Perjalanan pangeran cilik sangat jauh karena harus melewati beberapa planet hingga bisa sampai di bumi. Planet pertama yang dikunjungi pangeran cilik dia bertemu dengan seorang raja yang hidup sendirian di planet kecil, di planet itu sang raja memerintah segalanya, namun yang ada di planet itu hanya sang raja seorang. Planet yang kedua dia bertemu dengan orang yang sombong yang hidup sendirian di planet kecil itu. Planet yang ketiga dia bertemu dengan seorang pemabuk yang setiap hari dia mabuk untuk menghilangkan rasa sedihnya karena malu menjadi pemabuk. Planet yang keempat dia bertemu dengan seorang pengusaha yang sangat sibuk dia menghitung jutaan bintang yang ada di langit malam dan mengakuinya sebagai miliknya. Planet yang kelima dia bertemu dengan seorang penyulut lentera yang bertugas untuk mematikan lentera dan mengucapkan “selamat pagi” dan saat lentera dinyalakan dia mengucapkan “selamat malam”. Planet yang keenam merupakan planet yang terluas dibanding planet-planet lainnya, disana duduk seorang bapak tua yang sedang menulis buku-buku yang maha tebal. Orang tua itu adalah seorang penulis sekaligus seorang ahli ilmu bumi. Planet yang ketujuh merupakan planet bumi, planet yang besar dan terdiri dari banyak raja-raja, banyak orang sombong, banyak pemabuk, dan lebih banyak lagi orang dewasa.

Dalam perjalanan pangeran cilik di bumi di Gurun Sahara dia bertemu dengan banyak hal, mulai dari seekor rubah yang minta untuk dijinakkan, bertemu dengan banyak bunga mawar yang membuatnya teringat dengan sebuah bunga yang ada di planetnya, dan bertemu dengan seekor ular yang berbisa. Kembali ke cerita sekarang pangeran cilik merasa haus dan meminta sang pilot untuk mengambilkannya air dari sumur kerekan, saat dia mendengar suara kerekan yang mulai berderit membuatnya bahagia karena seolah sumur itu bernyanyi kepadanya. Air yang diambilkan dari sumur itu membuat pangeran cilik tertawa gembira dan membuat si pilot menjadi senang, ditengah gurun ini dia menemukan seorang teman kecil yang bisa memahami dirinya, namun saat dia sudah bisa memperbaiki pesawatnya perpisahan diantara mereka harus terjadi pangeran cilik pun menghilang dengan membawa domba yang yang sudah digambarkan oleh pilot dan sang pilot yang merasa sedih karena temannya telah tiada lagi.

Novel Le Petit Prince ini menggambarkan sebuah cerita yang sangat bagus walau penuh dengan teka-teki namun itu membuat kita semakin berimajinasi melalui cerita-cerita tersebut. Novel ini mungkin memang menceritakan seolah hanya cerita anak-anak, namun sebenarnya banyak hal yang bisa dinikmati dan direnungkan oleh orang dewasa. Melalui cerita seorang anak yang mengamati dunia dengan mata naif dan lugu, novel ini mampu menyentuh nilai dan pengalaman manusia yang paling dasar, seperti kekuasaan, tanggung jawab, pertemanan, janji, perpisahan, dan cinta. Dongeng yang mengharukan sekaligus amat mendalam ini termasuk karya yang begitu indah. Kelebihan dalam novel ini memiliki cerita yang disampaikan secara mengalir sehingga mudah dipahami dan memiliki ilustrasi-ilustrasi yang menarik, kekurangan dalam buku ini mungkin terdapat pada penggunaan gaya bahasa yang sedikit susah untuk dipahami jika kita sebelumnya belum terbiasa membaca novel dengan gaya yang serupa. (ykib/puguh).

Identitas buku

Judul buku      : Le Petit Prince

Pengarang       : Antoine de Saint-Exupery

Penerbit           : Gramaedia  Pustaka Utama

Tahun terbit     : Cetakan kedua puluh sembilan  Juni 2023

Tebal buku      : 118 Halaman

 

*Penulis resensi buku adalah Kepala Kampung Ilmu Kota Bojonegoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *